Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

TNI-POLRI

Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo

badge-check


 Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Perluasan peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung agenda pembangunan nasional di era Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu isu yang menarik untuk dicermati. Mulai dari ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, penanganan bencana, hingga dukungan terhadap program strategis pemerintah, keterlibatan TNI semakin terlihat di berbagai sektor.

Dalam konteks tersebut, muncul pula gagasan mengenai kemungkinan figur berlatar belakang militer menduduki jabatan strategis di bidang penegakan hukum sipil, termasuk posisi Jaksa Agung. Salah satu nama yang dapat menjadi bahan diskusi adalah Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. H. Nazali Lempo, S.H., M.H., seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut yang memiliki pengalaman di bidang penegakan hukum militer.

Nazali Lempo pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpuspom TNI) pada 2021–2022, sebelum beralih menjadi Oditur Jenderal TNI. Pengalaman tersebut memberinya rekam jejak dalam lingkungan penegakan hukum dan peradilan militer.

Latar belakang pendidikan hukumnya hingga tingkat doktoral juga menjadi bagian dari profil yang relevan untuk dikaji apabila namanya dikaitkan dengan wacana kepemimpinan di bidang hukum. Meski demikian, pengalaman penegakan hukum militer memiliki ruang lingkup berbeda dari penuntutan perkara pidana umum yang menjadi bagian penting tugas Kejaksaan Republik Indonesia.

TNI dan Agenda Pembangunan Nasional

Di bawah pemerintahan Prabowo, TNI turut mendukung berbagai agenda pembangunan, antara lain melalui pendampingan pertanian, penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur di wilayah tertentu, serta penanganan bencana. Kapasitas organisasi, kedisiplinan, dan jangkauan teritorial TNI menjadi faktor yang kerap dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Namun, keterlibatan tersebut tetap perlu ditempatkan sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan. TNI memiliki tugas pokok pertahanan negara, sementara pelaksanaan urusan sipil harus memperhatikan batas kewenangan, supremasi sipil, serta akuntabilitas publik.

Prinsip yang sama berlaku apabila muncul wacana penempatan purnawirawan militer dalam jabatan sipil. Pengalaman, kompetensi, integritas, dan persyaratan hukum harus menjadi pertimbangan utama, bukan semata-mata latar belakang institusional.

Kepastian Hukum sebagai Agenda Utama

Kejaksaan Agung memegang peran penting dalam penuntutan perkara pidana, pemberantasan korupsi, serta pelaksanaan kewenangan hukum lainnya. Karena itu, siapa pun yang memimpin institusi tersebut dituntut menjaga profesionalisme, independensi, dan keadilan dalam penegakan hukum.

Jika nama Nazali Lempo diwacanakan untuk posisi Jaksa Agung, pembahasannya perlu berangkat dari penilaian objektif atas rekam jejak, kompetensi, dan kesesuaiannya dengan persyaratan jabatan. Pengalaman di lingkungan Polisi Militer dan Oditurat TNI dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan.

Pada akhirnya, tantangan pemerintahan Prabowo bukan sekadar memperluas keterlibatan berbagai unsur negara dalam pembangunan, melainkan memastikan setiap institusi bekerja sesuai mandatnya. Ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama, pembangunan membutuhkan kedisiplinan, dan penegakan hukum membutuhkan integritas serta independensi.

Negara yang kuat adalah negara yang mampu mengerahkan seluruh potensi bangsa tanpa mengaburkan batas kewenangan. Kepastian hukum, supremasi sipil, dan kesejahteraan rakyat harus berjalan beriringan.*** (PG)

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

10 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

10 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Wasda di Cariu, H. Fikri Serap Aspirasi dan Dorong Penguatan Pertanian Warga

10 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Libatkan Perempuan Jagatara, Jumat Berkah Wartawan Berbagi 100 Paket Makanan di Tebet & Kuningan Jaksel

10 Oktober 2026 - 12:20 WIB

PNM dan BAZNAS Perluas Layanan Kesehatan, 15 Daerah Terima Ambulans PNM Peduli

10 Oktober 2026 - 12:16 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Kemenhaj Perkuat Integrasi Data Kependudukan untuk Lindungi Hak Jemaah Haji

10 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Anggota DPR RI FPDIP Komarudin Watubun Minta Gibran Mundur, DPR Buka Opsi Tindak Lanjuti Putusan MK

9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

APPSI Aceh Siap Kawal Rantai Pasok MBG, Cegah Monopoli dan Lindungi Pedagang Lokal

9 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Wali Kota Semarang Bantah Gedung Pandanaran Dijadikan Hotel, MP3 dan Warganet Tidak Percaya

9 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Trending di RAGAM