Menu ✖

Mode Gelap
PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026 Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

PERISTIWA

Nelayan Keluhkan Krisis Solar, SPBU Kekurangan Pasokan Pasca Banjir

badge-check


 Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Wartatrans com, JAKARTA – Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh pada November 2025 berdampak serius pada pasokan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar. Kondisi ini dikeluhkan para nelayan tradisional yang mengaku kesulitan memperoleh solar di SPBU selama sepekan terakhir.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPW KNTI) Sumatera Utara, M. Isa Al-Basir, mengungkapkan bahwa kuota solar di berbagai SPBU berkurang drastis sejak bencana terjadi.

“Nelayan kesulitan mengakses solar, kondisinya di SPBU kuotanya berkurang. Barangkali ini dampak dari bencana banjir, sehingga distribusi BBM ke sejumlah SPBU dan SPBUN tempat dimana nelayan mengakses BBM terdampak. Seperti di Kota Medan, kemungkinan pasokan dari Dumai tidak bisa masuk ke SPBU terdekat dengan kampung nelayan karena akses jalan rusak dan terputus,” ujar Basir, dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Selain distribusi darat yang terhambat, jalur laut juga terganggu. Gelombang tinggi menyebabkan kapal-kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar di sejumlah pelabuhan di Sumatera Utara.

Basir menambahkan, cuaca ekstrem beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu suplai BBM, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan nelayan. Ia mencontohkan insiden di Labuhanbatu Utara, di mana salah satu anggota KNTI mengalami kecelakaan setelah kapalnya karam akibat hantaman gelombang.

“Begitupun di Deli Serdang kapal nelayan tenggelam, ataupun di Pangkalan Brandan Langkat kapal nelayan hanyut oleh ombak hingga ke Serdang Bedagai. Nasib sama juga bagi nelayan kecil di Batubara, alhasil mereka memilih untuk tidak melaut.” Pungkas Basir

Sementara itu, Ketua Umum Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI), Hendra Wiguna, menilai bahwa persoalan sulitnya akses nelayan kecil terhadap BBM bersubsidi merupakan masalah lama yang belum terselesaikan.

Menurutnya, minimnya infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum untuk Nelayan (SPBUN) serta hambatan distribusi dari Terminal BBM (MOR Pertamina) ke Kampung Pesisir membuat nelayan semakin bergantung pada pengecer.

“Persoalan BBM subsidi terutama solar masih menjadi PR besar sejak dahulu. Akibatnya, nelayan terpaksa membeli ke pengecer dengan harga Rp 10.000–15.000 per liter, yang penting mereka bisa melaut,” jelas Hendra.

Ia menegaskan pentingnya keberadaan SPBUN di lebih dari 12 ribu desa pesisir di seluruh Indonesia agar nelayan kecil mendapatkan akses solar bersubsidi secara merata dan terjangkau.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

10 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

10 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo

10 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal

10 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

10 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Trending di PERISTIWA