Wartatrans.com, TANGERANG – Maskapai penerbangan Citilink kembali memperkuat
komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan berhasil meraih sertifikasi ISO 37001:2025 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Pencapaian ini menjadikan Citilink sebagai maskapai penerbangan pertama yang memeroleh sertifikasi standar internasional versi tahun 2025.

Sertifikasi ISO 37001:2025 merupakan pengakuan atas penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah diimplementasikan secara konsisten di seluruh proses bisnis perusahaan.
Standar terbaru ini mengedepankan pendekatan yang lebih komprehensif dalam
mengidentifikasi dan mengelola risiko penyuapan, memperkuat budaya integritas, serta meningkatkan efektivitas pengendalian organisasi.
Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, mengungkapkan, pencapaian ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan menjalankan praktik bisnis yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Perolehan sertifikasi ISO 37001:2025 merupakan penting dalam perjalanan Citilink untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan. Pencapaian ini juga menjadi bagian dari komitmen Citilink dalam mendukung transformasi kinerja Garuda Indonesia Group melalui penguatan tata kelola, penerapan praktik bisnis yang transparan dan akuntabel, serta budaya integritas yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” urai Darsito.
Sertifikasi tersebut diperoleh setelah Citilink melalui proses audit menyeluruh, mulai dari
penguatan kebijakan dan prosedur, pengendalian internal, due diligence, pelaporan gratifikasi, serta whistleblowing system.
Ke depan, Citilink akan terus meningkatkan efektivitas implementasi SMAP melalui evaluasi berkelanjutan, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung terciptanya
ekosistem bisnis yang berintegritas.
Pencapaian ini semakin memperkuat komitmen Citilink dalam menghadirkan layanan penerbangan yang tidak hanya mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas
layanan saja.
Namun juga didukung tata kelola perusahaan yang berintegritas sebagai fondasi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan. (omy)
































