Wartatrans.com, JAKARTA — Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera tengah menghadapi masa sulit setelah bencana yang menyebabkan pemadaman listrik luas. Gelap yang menyelimuti malam tidak hanya memadamkan penerangan, tetapi juga memunculkan rasa cemas bagi warga yang tengah bertahan di posko pengungsian.
Kondisi ini mendorong PARFI 56 untuk menggalang bantuan kemanusiaan berupa genset dan bahan bakar sebagai sumber tenaga darurat. Langkah ini dinilai penting untuk menghidupkan penerangan posko, memastikan distribusi air bersih, mempermudah komunikasi darurat, hingga membantu layanan kesehatan yang saat ini bekerja dengan keterbatasan cahaya.

Di banyak lokasi, anak-anak terpaksa tidur dalam kegelapan, sementara tenaga medis berupaya melayani penyintas tanpa penerangan memadai. Keluarga yang mengungsi pun menanti bantuan yang dapat meringankan kondisi mereka.
Selain genset, PARFI 56 juga menyalurkan bantuan lain berupa obat-obatan, makanan siap konsumsi, pakaian layak pakai, serta berbagai kebutuhan mendesak untuk para korban yang terdampak.
“Setiap cahaya yang dinyalakan bukan hanya soal listrik, tetapi juga tentang menghadirkan ketenangan dan harapan,” demikian pesan solidaritas yang disampaikan relawan PARFI 56.
Melalui gerakan ini, PARFI 56 mengajak masyarakat luas untuk bergotong royong membantu meringankan beban para penyintas bencana di Aceh dan Sumatera. “Satu bantuan dapat menjadi titik terang bagi mereka yang kini hidup dalam gelap,” ujar perwakilan organisasi tersebut.*** (Septi)









