Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla Kemenhub Pantau Dampak Insiden di Riyadh, Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Beroperasi Normal Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

PERISTIWA

PARFI 56 Gerakkan Bantuan Darurat untuk Aceh dan Sumatera: Hadirkan Listrik, Penerangan, dan Harapan bagi Penyintas

badge-check


 PARFI 56 Gerakkan Bantuan Darurat untuk Aceh dan Sumatera: Hadirkan Listrik, Penerangan, dan Harapan bagi Penyintas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera tengah menghadapi masa sulit setelah bencana yang menyebabkan pemadaman listrik luas. Gelap yang menyelimuti malam tidak hanya memadamkan penerangan, tetapi juga memunculkan rasa cemas bagi warga yang tengah bertahan di posko pengungsian.

Kondisi ini mendorong PARFI 56 untuk menggalang bantuan kemanusiaan berupa genset dan bahan bakar sebagai sumber tenaga darurat. Langkah ini dinilai penting untuk menghidupkan penerangan posko, memastikan distribusi air bersih, mempermudah komunikasi darurat, hingga membantu layanan kesehatan yang saat ini bekerja dengan keterbatasan cahaya.

Di banyak lokasi, anak-anak terpaksa tidur dalam kegelapan, sementara tenaga medis berupaya melayani penyintas tanpa penerangan memadai. Keluarga yang mengungsi pun menanti bantuan yang dapat meringankan kondisi mereka.

Selain genset, PARFI 56 juga menyalurkan bantuan lain berupa obat-obatan, makanan siap konsumsi, pakaian layak pakai, serta berbagai kebutuhan mendesak untuk para korban yang terdampak.

“Setiap cahaya yang dinyalakan bukan hanya soal listrik, tetapi juga tentang menghadirkan ketenangan dan harapan,” demikian pesan solidaritas yang disampaikan relawan PARFI 56.

Melalui gerakan ini, PARFI 56 mengajak masyarakat luas untuk bergotong royong membantu meringankan beban para penyintas bencana di Aceh dan Sumatera. “Satu bantuan dapat menjadi titik terang bagi mereka yang kini hidup dalam gelap,” ujar perwakilan organisasi tersebut.*** (Septi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sambut Lima Abad Jakarta, Buku Kumpulan Cerpen Lebaran di Jakarta Hadirkan Jejak Budaya Betawi

12 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Trending di RAGAM