Wartatrans.com, JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan sektor perkeretaapian nasional, termasuk mendorong pengembangan Stasiun Gambir agar lebih representatif dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Menurut Teddy, Stasiun Gambir memiliki posisi strategis sebagai simpul transportasi di pusat Jakarta yang melayani mobilitas dalam skala besar. Karena itu, pengembangan dan penataan kawasan stasiun dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.

“Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mendorong Stasiun Gambir menjadi lebih representatif, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini,” ujar Teddy.
Ia juga menyoroti perlunya pembaruan fasilitas dan penataan ulang kawasan stasiun agar lebih modern dan ramah pengguna. Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penguatan transportasi berbasis rel.
Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa KAI telah menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) dan sebagai simpul intermoda utama.
“Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan, penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, serta integrasi dengan kawasan Medan Merdeka,” ujar Bobby.
Selain itu, konektivitas Stasiun Gambir juga akan diperkuat dengan integrasi antarmoda yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, hingga layanan bus. Penataan kawasan juga mencakup integrasi dengan ruang publik dan area terbuka hijau di sekitar Monumen Nasional.
Penguatan peran Stasiun Gambir semakin relevan seiring tingginya mobilitas penumpang selama masa Angkutan Lebaran 2026. Selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026, Stasiun Gambir menjadi salah satu stasiun favorit, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebutkan, hingga saat ini jumlah pelanggan yang berangkat dari Stasiun Gambir mencapai 214.060 orang, sementara pelanggan yang turun tercatat 186.858 orang.
“Tingginya mobilitas di Stasiun Gambir menunjukkan peran penting stasiun ini sebagai salah satu titik utama keberangkatan dan kedatangan pelanggan kereta api jarak jauh di pusat Jakarta,” ujar Anne.
Khusus pada 18 Maret 2026, Stasiun Gambir melayani sekitar 17.687 penumpang berangkat dan 8.046 penumpang turun. Angka tersebut menempatkan Gambir sebagai stasiun keberangkatan tertinggi kedua di wilayah Daop 1 Jakarta setelah Stasiun Pasarsenen.
Secara nasional, penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 hingga 18 Maret 2026 pukul 10.00 WIB telah mencapai 3.483.469 tiket atau 77,4 persen dari total kapasitas yang disediakan. Dari jumlah tersebut, tiket Kereta Api Jarak Jauh mendominasi dengan penjualan 3.141.282 tiket atau 87,9 persen.
Anne menambahkan, tren perjalanan mudik dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan menunjukkan distribusi penumpang yang semakin merata.
“Besarnya mobilitas di Stasiun Gambir memperlihatkan bahwa pengembangan kawasan ini menjadi semakin penting agar mampu menghadirkan layanan yang lebih baik, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” kata Anne.
KAI mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk mempertimbangkan alternatif jadwal, relasi, maupun perjalanan lanjutan melalui layanan connecting train.
“Dengan ketersediaan kapasitas yang masih ada, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik agar mudik berlangsung lebih lancar dan nyaman,” tutup Anne.(fahmi)































