Menu

Mode Gelap
Sastra Semesta #16 Rayakan 7 Tahun, Komunitas Seni Didorong Jadi Penggerak Pemajuan Kebudayaan BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin KAI Percepat Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang, 145 Titik Sudah Terealisasi Stasiun Karet dan BNI City Mulai Diintegrasikan, Layanan Penumpang KRL Dialihkan Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports Kapal PELNI Angkut 300 Ton Bantuan ke NTT

RAGAM

Pemimpin ALA Gayo untuk Aceh: Meneguhkan Keadilan, Merawat Martabat

badge-check


 Pemimpin ALA Gayo untuk Aceh: Meneguhkan Keadilan, Merawat Martabat Perbesar

Oleh: Putra Gara

___________

Wartatrans.com, OPINI — Wacana Aceh Leuser Antara (ALA) bukan sekadar soal pemekaran wilayah, melainkan ikhtiar panjang masyarakat dataran tinggi Gayo untuk memperoleh keadilan pembangunan, representasi, dan pengakuan martabat. Dalam konteks ini, kehadiran pemimpin ALA menjadi kebutuhan strategis bagi masa depan Aceh secara keseluruhan, bukan ancaman bagi persatuannya.

ALA lahir dari ruang sosial yang ditempa oleh adat, sejarah, dan daya tahan. Tanah Gayo mengajarkan kepemimpinan yang tidak tergesa-gesa, tetapi pasti; tidak keras dalam kata, namun tegas dalam sikap. Nilai-nilai seperti setie, semayang-gemasih, genap-mupakat, dan amanah menjadi fondasi yang membentuk karakter pemimpin yang mampu memimpin dengan nurani.

Aceh sebagai daerah istimewa membutuhkan pemimpin yang memahami keragaman wilayah dan karakter masyarakatnya. ALA hadir dengan perspektif pedalaman—memahami keterbatasan akses, kesenjangan layanan publik, serta pentingnya pemerataan. Dengan demikian, ia tidak hanya membawa aspirasi Gayo, tetapi juga menawarkan sudut pandang alternatif dalam tata kelola Aceh yang lebih adil dan berimbang.

Isu ALA kerap disalahpahami sebagai gerakan memecah Aceh. Padahal, esensi ALA adalah memperkuat Aceh melalui pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat. Pemimpin ALA Gayo yang matang secara politik dan adat akan mampu merawat dialog, menurunkan ketegangan, dan menjelaskan bahwa perjuangan ini berakar pada konstitusi dan semangat kesejahteraan, bukan perlawanan.

Dalam sejarah Aceh, kekuatan selalu lahir dari kemampuan merangkul perbedaan. Dari pesisir hingga pedalaman, dari adat Aceh hingga adat Gayo, semuanya adalah bagian dari rumah besar Aceh. Pemimpin ALA Gayo berpotensi menjadi jembatan kultural dan politik, menghubungkan aspirasi dataran tinggi dengan kebijakan di tingkat provinsi.

Aceh hari ini memerlukan pemimpin yang berani menyuarakan kebenaran tanpa memecah persaudaraan. Pemimpin ALA Gayo yang ideal adalah sosok yang berakar pada adat, teguh pada konstitusi, dan setia pada Aceh. Ia berdiri bukan untuk meniadakan yang lain, melainkan untuk memastikan tak ada wilayah yang tertinggal.

Dengan kepemimpinan ALA Gayo yang inklusif dan beretika, Aceh dapat melangkah ke depan sebagai daerah yang kuat dalam persatuan, adil dalam pembangunan, dan bermartabat dalam keberagaman. Dari Tanah Gayo, harapan itu terus hidup—untuk Aceh yang utuh, sejahtera, dan berkeadilan.***

– Penulis adalah Pemerhati Sosial dan pelaku budaya.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Dinsos Tolak Ajuan Keringanan Pasien Miskin Non BPJS di RS dr. Slamet Garut 

28 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Ketua DEN Minta Perbaikan Program MBG Lewat Digitalisasi

28 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Pemerintah Dorong Industri Baterai Nikel, MOLINAS Masuk Rantai Hilirisasi

28 Agustus 2026 - 13:16 WIB

KIP Dorong Keterbukaan Informasi Tak Sekadar Predikat Informatif

28 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Trending di RAGAM