Menu

Mode Gelap
BNN Gelar Anjangsana ke Mantan Kepala BNN Heru Winarko Jelang HANI 2026 Menbud Klaim Market Share Film Domestik Tembus 67%, Tapi Penonton Bioskop Masih Susut B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai Pameran Tunggal Andri Wintarso Angkat Art Therapy dan Kisah Kemanusiaan Penyandang Disabilitas Mengintip Transformasi PELNI di Bawah Kepemimpinan Tri Andayani Perhatian! Ada Perawatan Ruas Tol Jagorawi hingga 22 Juni

PERON

Pemulihan Operasional Kereta Api Membaik Usai Banjir, Keterlambatan Kereta Terus Menurun

badge-check


 Pemulihan Operasional Kereta Api Membaik Usai Banjir, Keterlambatan Kereta Terus Menurun Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan pemulihan operasional perjalanan kereta api pascapenanganan banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah menunjukkan perkembangan positif. Secara umum, operasional berangsur membaik dan tingkat keterlambatan perjalanan kereta api terus menurun dari hari ke hari.

Perbaikan tersebut tercermin dari capaian ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) Kereta Api Jarak Jauh pada periode 19 Januari 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Januari 2026 pukul 08.00 WIB. Dari 227 perjalanan kereta api yang berangkat, sebanyak 216 perjalanan atau 95,15 persen berangkat tepat waktu, sementara 11 perjalanan mengalami keterlambatan. Untuk kedatangan, dari 244 perjalanan, sebanyak 209 perjalanan atau 85,66 persen tiba tepat waktu, sedangkan 35 perjalanan mengalami keterlambatan.

Meski demikian, KAI masih melakukan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api pada Selasa (20/1) serta sebagian perjalanan pada Rabu (21/1). Pembatalan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian guna memastikan aspek keselamatan perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pembatalan terbatas tersebut dilakukan seiring masih berlangsungnya pemeriksaan lanjutan terhadap sarana dan prasarana akibat dampak cuaca ekstrem dan banjir pada hari-hari sebelumnya.

“Pemulihan operasional terus berjalan dan kelambatan perjalanan semakin terkendali. Namun, keselamatan pelanggan dan petugas tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, masih dilakukan pembatalan terbatas sebagai langkah penguatan keselamatan,” ujar Anne.

Seiring proses pemulihan, KAI terus melakukan penanganan prasarana secara intensif di titik-titik terdampak dengan mengerahkan ratusan personel prasarana dan operasional yang bekerja selama 24 jam dalam tiga shift. Upaya tersebut meliputi pemeriksaan lanjutan kondisi lintasan, penguatan struktur jalur, pengangkatan dan perapihan track, serta penyempurnaan sistem drainase guna memastikan keselamatan perjalanan sebelum kereta api kembali melintas dengan kecepatan normal.

KAI menjelaskan, gangguan operasional sebelumnya dipicu oleh curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa, khususnya di lintas Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.

Salah satu titik terdampak berada di petak jalan Pekalongan–Sragi akibat luapan sungai dan jebolnya tanggul, sehingga diperlukan pengaturan operasional khusus serta pemeriksaan teknis berlapis.

Adapun daftar kereta api yang dibatalkan pada Selasa (20/1) meliputi KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap dan sebaliknya, KA Gajayana Tambahan, KA Sembrani Tambahan, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, serta KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung. Sementara pada Rabu (21/1), pembatalan masih mencakup sejumlah perjalanan KA Purwojaya serta KA Gajayana dan Sembrani Tambahan.

Anne menambahkan, perjalanan kereta api lainnya tetap beroperasi sesuai pengaturan operasional yang telah disesuaikan dengan hasil evaluasi teknis di lapangan, seiring proses pemulihan yang dilakukan secara bertahap.

KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan bahwa hak pelanggan tetap dijamin melalui mekanisme service recovery serta pengembalian bea tiket 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Perkuat Layanan PSO, KA Cikuray dan Kereta Petani-Pedagang Jadi Penopang Mobilitas Ekonomi Rakyat

18 Juni 2026 - 19:00 WIB

Lebih Seabad Rel Lampung, KAI Catat 498 Ribu Penumpang dan 11,44 Juta Ton Angkutan Barang

18 Juni 2026 - 17:11 WIB

Hari Pertama Beroperasi, KA Pandalungan 2 Angkut 390 Penumpang dari Daop 1 Jakarta

18 Juni 2026 - 15:05 WIB

331 Ribu Tiket Diskon KA 30 Persen Ludes Terjual, KAI Masih Sediakan 843 Ribu Kursi untuk Libur Sekolah

18 Juni 2026 - 11:18 WIB

Kuliner Kereta Tebar Promo Sambut Operasional Perdana KA Pandalungan 2

18 Juni 2026 - 11:11 WIB

KAI Tingkatkan Kenyamanan KA Rajabasa, Gunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli

18 Juni 2026 - 00:53 WIB

KAI Commuter dan Coca-Cola Hadirkan Instalasi Tematik FIFA World Cup 2026 di KRL

17 Juni 2026 - 15:07 WIB

KAI Layani 24,37 Juta Pelanggan Kereta Api sampai Mei 2026, Hubungkan Pusat Ekonomi, Pendidikan, Wisata, hingga Keluarga di Jawa serta Sumatra

17 Juni 2026 - 14:16 WIB

Libur Tahun Baru Islam, Penjualan Tiket Whoosh Tembus 10.736, Arus Balik Bandung-Jakarta Mulai Terlihat

17 Juni 2026 - 09:00 WIB

KAI Perkuat Peran Rel Sumatera Selatan, Layani 2,31 Juta Penumpang dan 11,66 Juta Ton Barang

17 Juni 2026 - 06:58 WIB

Trending di PERON