Menu

Mode Gelap
Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026 Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026 KA Bandara Adi Soemarmo Catat Okupansi 129 Persen Selama Nataru, jadi Pilihan Utama Masyarakat Madiun Refleksi Awal Tahun, Noyo Gimbal View Dipadati Wisatawan Pelindo Berbagi Kasih di Akhir Tahun, Santuni 150 Anak Yatim Piatu di Kota Makassar

BANDARA

Penerbangan Nataru di Bali Meningkat, Penumpang Tembus 82.445

badge-check


					Suasana di Bandara Ngurah Rai, Bali Perbesar

Suasana di Bandara Ngurah Rai, Bali

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa penyelenggaraan angkutan udara selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), khususnya pelayanan penerbangan dari dan ke Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali, berjalan dengan baik.

Ada kecenderungan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada periode tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi terhadap data operasional penerbangan, pergerakan penumpang, serta kesiapan fasilitas dan personel pendukung di lapangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengungkapkan, ketersediaan kapasitas penerbangan selama periode Nataru tetap terjaga seiring dengan tingginya permintaan perjalanan udara masyarakat.

“Tercatat sebanyak 82.445 penumpang lebih tinggi dari periode nataru 2024/2025 yang berjumlah 81.500  penumpang,” ujarnya, Senin (29/12/2025).

Pihaknya memastikan layanan angkutan udara selama periode Nataru, termasuk dari dan ke Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali, berjalan dengan baik, aman dan lancar.

“Tingkat keterisian penumpang berada pada level tinggi dan maskapai telah merealisasikan penambahan penerbangan atau extra flight untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat, pada periode 18 hingga 29 Desember 2025, telah diterbitkan sebanyak 285 izin terbang/ Flight Approval (FA) untuk extra flight dari dan ke I Gusti Ngurah Rai – Bali.

Dari jumlah tersebut dan telah terealisasi 267 penerbangan, hal ini menunjukkan tingkat realisasi yang tinggi dan mencerminkan kesiapan serta optimalisasi operasional penerbangan dalam mendukung kebutuhan angkutan udara masyarakat selama periode libur akhir tahun.

Tingkat keterisian (load factor) penumpang pada sejumlah rute utama domestik tercatat tinggi. Salah satunya pada rute Jakarta (CGK) – Denpasar (DPS) yang mencatat rata-rata load factor sebesar 94 persen, dengan keterisian kelas bisnis mencapai 83 persen dan kelas ekonomi 94 persen.

Pada rute tersebut, maskapai telah merealisasikan sebanyak 71 penerbangan tambahan (extra flight).

Tingginya tingkat keterisian ini menunjukkan bahwa kapasitas kursi yang disediakan oleh maskapai telah dimanfaatkan secara optimal, sekaligus mencerminkan besarnya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan udara selama periode libur akhir tahun.

Selain dari sisi keterisian penumpang, frekuensi penerbangan menuju Bali juga tetap terjaga.

Jumlah penerbangan rute CGK–DPS berada pada kisaran 32 hingga 45 penerbangan per hari  dengan penyesuaian operasional yang lazim terjadi selama periode libur panjang.

Kinerja operasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali tercatat sebagai berikut:

1. Pergerakan pesawat harian sebanyak 467 penerbangan, atau tumbuh 10,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan secara kumulatif periode 18–28 Desember 2025 mencapai 4.787 penerbangan, atau tumbuh 2,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
2. Pergerakan penumpang harian tercatat sebanyak 82.445 penumpang, dengan pergerakan kumulatif periode 18–28 Desember 2025 mencapai 768.949 penumpang.
3. Realisasi extra flight kumulatif periode 18–28 Desember 2025 sebanyak 267 penerbangan.
4. On Time Performance (OTP) kumulatif sebesar 67,48 persen, dengan load factor kumulatif 74,05 persen.

“Ditjen Perhubungan Udara juga mencermati bahwa dinamika kunjungan wisatawan ke Bali saat ini juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca, genangan air (banjir) akibat curah hujan tinggi, serta penanganan sampah di sejumlah wilayah di Bali,” ulas dia.

Namun demikian, faktor-faktor tersebut tidak berdampak terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami menegaskan bahwa seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Pengawasan operasional terus kami lakukan, termasuk melalui kegiatan ramp check dan pengawasan tarif, agar layanan angkutan udara selama Nataru berjalan aman dan lancar,” tegas Lukman.

Sebagai penutup, Lukman memastikan bahwa kebutuhan armada udara selama periode Nataru 2025/2026 telah terpenuhi, operasional penerbangan berjalan normal, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan hingga akhir masa libur.

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan layanan transportasi udara yang selamat, aman dan nyaman, bagi masyarakat. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keberangkatan Libur Nataru, InJourney Airports Layani 8,23 Juta Penumpang

1 Januari 2026 - 16:44 WIB

Yes, Citilink Berhasil Capai Target Reaktivasi, 37 Armada Beroperasi di Akhir 2025

31 Desember 2025 - 21:15 WIB

Wisman Ramaikan Penerbangan di Bandara Komodo, Airnav Siaga Penuh

31 Desember 2025 - 10:20 WIB

Menhub Dudy Pastikan Gerak Cepat Kemenhub Pascabencana Sumatera

30 Desember 2025 - 17:42 WIB

Ini Harapan INACA untuk Industri Penerbangan Nasional di 2026

30 Desember 2025 - 14:08 WIB

Trending di EKOBIS