Menu

Mode Gelap
Tiket Kereta Api Diskon 30 Persen Mulai Besok, KAI: Masih Tersedia 755 Ribu Kursi untuk Liburan Sekolah BNN Gelar Anjangsana ke Mantan Kepala BNN Heru Winarko Jelang HANI 2026 Menbud Klaim Market Share Film Domestik Tembus 67%, Tapi Penonton Bioskop Masih Susut B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai Pameran Tunggal Andri Wintarso Angkat Art Therapy dan Kisah Kemanusiaan Penyandang Disabilitas Mengintip Transformasi PELNI di Bawah Kepemimpinan Tri Andayani

ANJUNGAN

Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang Tingkatkan Keselamatan Navigasi

badge-check


 Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang Tingkatkan Keselamatan Navigasi Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang, Provinsi Kepulauan Riau.

Ini bagian dari proses penyiapan penetapan alur pelayaran guna meningkatkan keselamatan navigasi, menjamin keteraturan lalu lintas kapal, serta mendukung konektivitas wilayah kepulauan.

Berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan bertemu guna menyelaraskan data, hasil kajian, serta aspek teknis yang menjadi dasar penyusunan dokumen penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang.

Direktur Kenavigasian Hernadi Tri Cahyanto, mengatakan, alur pelayaran merupakan salah satu instrumen utama dalam penyelenggaraan keselamatan navigasi pelayaran.

“Hal itu karena menjadi jalur utama pergerakan kapal yang harus didukung oleh perencanaan dan data teknis yang akurat,” ucap Hernadi, Kamis (18/6/2026).

“Pelabuhan Senayang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Kepulauan Riau. Seiring meningkatnya aktivitas pelayaran, diperlukan alur pelayaran yang mampu memberikan kepastian navigasi sekaligus menjamin keselamatan pelayaran secara berkelanjutan.”

Menurutnya, kualitas alur pelayaran sangat ditentukan oleh kualitas data dan perencanaan teknis yang digunakan.

Oleh karena itu, sinkronisasi teknis diperlukan untuk memastikan seluruh data, kajian, dan rekomendasi yang menjadi dasar penetapan alur telah selaras dan memenuhi aspek keselamatan pelayaran.

“Penetapan alur pelayaran memberikan kepastian bagi pengguna jasa transportasi laut mengenai jalur yang aman untuk dilayari, sekaligus menjadi dasar dalam penataan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran serta pengelolaan lalu lintas kapal secara lebih efektif,” ulasnya.

Sebagai bagian dari proses penyusunan dokumen penetapan, Direktorat Kenavigasian bersama Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjungpinang telah melaksanakan sejumlah tahapan teknis.

Antara lain survei hidro-oseanografi untuk memperoleh data kedalaman perairan, kondisi dasar laut, arus, pasang surut, dan karakteristik perairan lainnya, penyusunan desain teknis alur pelayaran sesuai kebutuhan operasional kapal, kajian risiko navigasi berbasis keselamatan pelayaran, serta penyelarasan rencana penyediaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan, F. Budi Prayitno menegaskan, penetapan alur pelayaran tidak hanya membutuhkan dukungan aspek teknis dan operasional, tetapi juga harus memiliki dasar hukum yang kuat guna memberikan kepastian bagi pengguna jasa transportasi laut maupun instansi terkait.

“Penetapan alur pelayaran pada hakikatnya merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan pelayaran. Melalui penetapan tersebut, negara memberikan kepastian mengenai ruang pelayaran yang dapat digunakan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Menurutnya, sinkronisasi teknis menjadi tahapan penting untuk memastikan bahwa penetapan alur pelayaran didukung data yang akurat, kajian yang komprehensif, dan selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dia berharap, Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang dapat segera ditetapkan sehingga mampu meningkatkan keselamatan pelayaran, memperlancar arus logistik, serta memperkuat konektivitas wilayah Kepulauan Riau.

Hasil sinkronisasi teknis ini akan menjadi salah satu bahan penyempurnaan dokumen usulan penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang sebelum diajukan untuk proses penetapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemenhub berharap proses tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga alur pelayaran dimaksud dapat segera ditetapkan dan memberikan manfaat bagi keselamatan pelayaran, kelancaran distribusi logistik, serta konektivitas maritim di Kepulauan Riau. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengintip Transformasi PELNI di Bawah Kepemimpinan Tri Andayani

19 Juni 2026 - 12:49 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gandeng Kejari Jakarta Utara, Tingkatkan Pendampingan Hukum dan Kelancaran Operasional

18 Juni 2026 - 22:53 WIB

Budi Setyawan Wijaya jadi Dirut PELNI

18 Juni 2026 - 22:42 WIB

Dukung Ekspansi Industri Baja Nasional ke Pasar Global, Pelindo Regional 2 Banten Fasilitasi Pengiriman Ekspor Melalui Pelabuhan Ciwandan

18 Juni 2026 - 22:20 WIB

Lewat Pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban, ASDP Perkuat Gerbang Maritim Kepri

18 Juni 2026 - 19:35 WIB

Menhub Dudy: Lampung dan Banten jadi Kunci Kelancaran Angkutan Lebaran

18 Juni 2026 - 18:45 WIB

Jelang Liburan Sekolah, KSOP Muara Angke Uji Kelaiklautan Kapal

18 Juni 2026 - 12:59 WIB

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

18 Juni 2026 - 09:04 WIB

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

17 Juni 2026 - 22:20 WIB

Momentum Hari Dermaga Nasional, Melihat Infrastruktur Andal Pelabuhan Ciwandan Sebagai Penopang Simpul Logistik Nasional

17 Juni 2026 - 22:15 WIB

Trending di ANJUNGAN