Menu

Mode Gelap
Penyair Gayo LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026 Kontribusi Pajak KAI Group Tembus Rp6,98 Triliun pada 2025, Naik 66 Persen Pengguna Tarif Reduksi Disabilitas KAI Melonjak 200 Persen pada Semester I 2026 KKP Percepat Rehabilitasi Tambak di Aceh, Targetkan 15.000 Hektare Kembali Beroperasi Tahun Ini KAI Sediakan 124 Water Station Gratis di 58 Stasiun, Dukung Kebutuhan Penumpang dan Kurangi Sampah Plastik Harry De Fretes Hidupkan Semangat Persahabatan dan Musik Betawi Lewat Single “I Love You, Bestie”

SENI BUDAYA

Penyair Gayo LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026

badge-check


 Penyair Gayo LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Penyair asal Gayo, LK Ara, meraih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Puisi Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Aula Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta, Ahad (26/7/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, ketekunan, dan pengabdian LK Ara dalam dunia perpuisian Indonesia. Penghargaan ini juga menjadi penghormatan atas perjalanan panjangnya sebagai penyair yang konsisten merawat kata, menjaga nurani, serta menghidupkan nilai-nilai sastra dan kebudayaan.

Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, menyampaikan bahwa penghargaan kepada para sastrawan dan penyair merupakan bagian penting dalam memberikan penghormatan kepada mereka yang telah mendedikasikan hidupnya bagi perkembangan kebudayaan Indonesia. Karya sastra, termasuk puisi, memiliki peran penting dalam menjaga ingatan, identitas, nilai-nilai kemanusiaan, serta memperkuat karakter bangsa.

Dalam konteks tersebut, penghargaan kepada LK Ara diharapkan menjadi momentum untuk terus mendorong generasi muda agar mencintai sastra dan kebudayaan Indonesia. Jejak panjang para penyair senior merupakan warisan berharga yang perlu dirawat, dipelajari, dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, dalam orasi budayanya, LK Ara menyampaikan bahwa penghargaan yang diterimanya bukanlah sebuah titik akhir dari perjalanan kepenyairan, melainkan justru menjadi awal untuk terus berkarya dan mengabdikan diri bagi dunia sastra dan kebudayaan.

“Ini bukanlah akhir, tetapi awal untuk terus berkarya,” tegas LK Ara dalam orasi budayanya.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa sebuah penghargaan bukan semata-mata puncak pencapaian, melainkan tanggung jawab moral untuk terus melahirkan karya, merawat bahasa, dan memberikan kontribusi bagi perkembangan sastra Indonesia.

Kepenyairan LK Ara, yang berakar kuat pada khazanah budaya Gayo, turut memperkaya wajah perpuisian Indonesia. Melalui karya dan pengabdiannya, ia terus menghadirkan puisi sebagai ruang refleksi, kebudayaan, sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran dan kemanusiaan.

Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penyair berikutnya untuk terus berkarya dengan kejujuran, keberanian, serta kecintaan terhadap bahasa dan kebudayaan Indonesia.

Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026 sekaligus menegaskan bahwa perjalanan seorang penyair bukan hanya tentang menciptakan karya, melainkan juga tentang merawat bahasa, kebudayaan, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui kata-kata.*** (PG)

Baca Lainnya

Harry De Fretes Hidupkan Semangat Persahabatan dan Musik Betawi Lewat Single “I Love You, Bestie”

26 Juli 2026 - 13:19 WIB

Unjuk Rasa, Unjuk Karya: Seniman Perjuangkan TIM sebagai Ruang Sejarah dan Peradaban

26 Juli 2026 - 10:09 WIB

Semarak Show Art Melukis di Atas Kaos Meriahkan Peunayong, Sempat Padatkan Jalan Khairil Anwar

25 Juli 2026 - 22:35 WIB

“Bang Ali, Mungkin Kini Saatnya Aku Memenuhi Permintaanmu”

25 Juli 2026 - 22:10 WIB

Murtala sukses membawa Ratoh Duek Aceh, bersama Lyn Williams & Gondwana Choir Keliling dunia 

25 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jelang HUT ke-36, SCTV Andalkan Dua Sinetron Baru Bertema Cinta Remaja dan Drama Balas Dendam

25 Juli 2026 - 13:59 WIB

Art Spectrum Activity Hadirkan Talkshow dan Melukis Bersama

23 Juli 2026 - 22:09 WIB

Show Art Delapan Bulan Pascabencana Aceh: Meraih Mimpi, Menumbuhkan Harapan Lewat Lukisan di Atas Kaos

23 Juli 2026 - 13:53 WIB

Seniman Dorong Penguatan Ekosistem Seni di Taman Ismail Marzuki

22 Juli 2026 - 19:17 WIB

Felicia dan Vedra Melaju ke Grand Final The Icon Indonesia, Penampilan Top 3 Banjir Standing Ovation

21 Juli 2026 - 23:21 WIB

Trending di SENI BUDAYA