Menu

Mode Gelap
Enam Manuskrip Bersejarah Aceh Diduga Dikuasai Bangsawan Malaysia Selama 20 Tahun Petugas Kebersihan Stasiun Madiun Raih Frontliner of The Month KAI Services Mei 2026 Penumpang Kereta Compartment Suite Naik 79 Persen, KAI Catat 20.565 Pelanggan hingga Mei 2026 KAI Kembangkan 113 Unit PLTS, Berpotensi Kurangi Emisi Hingga 5.800 Ton CO₂ per Tahun Vedra dan Felicia Banjir Pujian Saat Bawakan Tembang Milik Lesti Kejora dan King Nasar Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Tingkatkan Layanan Curah Cair

Uncategorized

Peran Masyarakat Jadi Garda Terdepan dalam Gerakan War on Drugs for Humanity

badge-check


 Peran Masyarakat Jadi Garda Terdepan dalam Gerakan War on Drugs for Humanity Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Gerakan War on Drugs for Humanity menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba demi melindungi generasi muda dan masa depan bangsa.

Penggiat Anti Narkoba, Le Putra, mengatakan peran masyarakat dapat diwujudkan melalui promosi hidup sehat tanpa narkoba, pengembangan sumber daya manusia yang berwawasan anti narkoba, serta pembinaan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Peran serta masyarakat dalam pembangunan berwawasan anti narkoba dapat diwujudkan melalui promosi hidup sehat tanpa narkoba, pengembangan kapasitas SDM anti narkoba, serta pembinaan lingkungan yang bersih dari narkoba,” ujar Le Putra.

Ia menegaskan, ancaman narkoba tidak bisa ditangani pemerintah dan aparat penegak hukum saja. Seluruh elemen masyarakat perlu bersatu untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.

Urgensi peran masyarakat semakin penting seiring meningkatnya angka penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan Survei Prevalensi Nasional 2025 yang dilakukan BRIN, BPS, dan BNN, angka penyalahgunaan narkotika naik dari 1,73 persen pada 2023 menjadi 2,11 persen pada 2025 atau setara sekitar 4,15 juta penduduk usia 15–64 tahun.

Untuk memperkuat partisipasi publik, BNN juga menginisiasi pembentukan Forum Komunikasi Aktif Masyarakat Anti Narkotika sebagai wadah edukasi, pencegahan, dan pengawasan di lingkungan masyarakat.

“Negara tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kehadiran masyarakat sebagai garda terdepan untuk menjaga generasi muda dari ancaman narkotika demi mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba,” tegas Le Putra.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Enam Manuskrip Bersejarah Aceh Diduga Dikuasai Bangsawan Malaysia Selama 20 Tahun

10 Juni 2026 - 01:12 WIB

Vedra dan Felicia Banjir Pujian Saat Bawakan Tembang Milik Lesti Kejora dan King Nasar

9 Juni 2026 - 19:51 WIB

Pemkot Langsa Gelar Pasar Murah Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

Diskusi Sastra di TIM: Membaca Proses Kreatif di Balik “Mengapa Saya Berubah”

9 Juni 2026 - 18:23 WIB

Pelindo dan PT Pelabuhan Samudera Palaran Perkuat Tata Kelola Operasional Terminal Petikemas

9 Juni 2026 - 16:35 WIB

Public Expose Live 2026, IPCM Tegaskan Ketahanan Kinerja dan Percepat Akselerasi Pertumbuhan

9 Juni 2026 - 16:28 WIB

Viral dan Dinilai Memalukan! Puluhan Emak-Emak Joget DJ Saat Demo di Kantor Bupati Aceh Singkil, Tuai Kritik Keras Publik

9 Juni 2026 - 14:46 WIB

Denny Caknan, NDX A.K.A, dan Aftershine Ramaikan Zephyer Project Vol. 4 di Bekasi-Cikarang-Cibubur

9 Juni 2026 - 14:03 WIB

Desak LMKN Dibubarkan, Ratusan Musisi Kepung Kementerian Hukum

9 Juni 2026 - 13:25 WIB

Makan Bergizi Gratis atau Makan Uang Rakyat Gratis?

9 Juni 2026 - 10:23 WIB

Trending di RAGAM