Menu

Mode Gelap
Angkutan Lebaran 2026 KAI Cetak Rekor Tertinggi, Okupansi Harian Tembus Lebih 140% Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z Penumpang Angkutan Laut Lebaran Naik 9,86%, Tembus 2,02 Juta

EKOBIS

Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat

badge-check


 Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak langsung pada arus perdagangan Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Mohamad Bawazeer, menyebut ribuan kapal kargo, termasuk dari Indonesia, tertahan di Pelabuhan Jebel Ali akibat penutupan Selat Hormuz.

“Ibarat ikan mengapung, kapal-kapal itu tertahan tanpa kepastian,” ujar Bawazeer di Jakarta, Jumat, 3 April 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut memaksa pelaku usaha mencari alternatif distribusi dengan risiko biaya yang jauh lebih tinggi. Setidaknya ada dua opsi yang kini ditempuh: menunggu kapal dapat masuk pelabuhan tujuan atau memindahkan muatan ke kapal lebih kecil, lalu dilanjutkan melalui jalur darat.

Namun, opsi pertama dinilai berisiko besar, terutama untuk komoditas mudah rusak seperti bahan makanan, bumbu, dan kopi. “Kalau menunggu, tidak jelas sampai kapan. Barang bisa rusak,” kata dia.

Sebaliknya, opsi kedua memerlukan biaya tambahan yang signifikan. Bawazeer menyebut ongkos pengiriman yang semula sekitar 2.000 dolar AS per kontainer ukuran 20 kaki kini melonjak menjadi hampir 6.000 dolar AS. Belum termasuk biaya tambahan sekitar 1.750 dolar AS untuk pemindahan ke kapal kecil di Pelabuhan Dammam dan sekitar 800 dolar AS untuk distribusi darat ke kota tujuan seperti Jeddah.

“Kalau tidak dilakukan, pabrik di Arab Saudi bisa berhenti karena bahan baku tidak sampai,” ujar dia.

Dalam kondisi normal, pengiriman dari Indonesia ke Jeddah melalui Jebel Ali memakan waktu sekitar 15 hingga 20 hari. Kini, durasinya bisa membengkak hingga berbulan-bulan. Sejumlah perusahaan pelayaran bahkan memilih memutar jalur melalui benua Afrika untuk menghindari kawasan konflik, yang semakin memperpanjang waktu pengiriman.

Situasi kian rumit karena sebagian perusahaan pelayaran enggan membuka pemesanan baru. Mereka memilih menunggu perkembangan konflik sebelum mengambil risiko lebih jauh.

Di sisi lain, Bawazeer juga mengungkapkan adanya praktik penurunan kontainer di negara lain seperti Oman dan India tanpa kejelasan lanjutan pengiriman. “Seolah-olah kontainer itu menjadi tidak bertuan,” kata dia.

Kadin berharap konflik segera mereda agar jalur perdagangan kembali normal. Kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, merupakan pasar penting bagi produk Indonesia, termasuk sektor makanan dan minuman. Sejumlah industri nasional seperti kopi dan mi instan memiliki fasilitas produksi di sana yang sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari Indonesia.

Selain perdagangan barang, kerja sama Indonesia dengan negara-negara Arab juga mencakup sektor ekonomi digital, properti, pertambangan, agroindustri, pariwisata, manufaktur, hingga olahraga.

“Kalau jalur logistik terus terganggu, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor,” ujar Bawazeer.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuota Diskon Tiket Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpang

4 April 2026 - 15:13 WIB

Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil

3 April 2026 - 13:42 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Garuda Indonesia Sebut Kinerja Positif GMFI jadi Sinyal Kuat Pemulihan Grup

2 April 2026 - 15:59 WIB

Wamenpar: Libur Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata, Naik 6,3%

2 April 2026 - 05:26 WIB

UMKM Naik Kelas, Koperasi Desa-Kelurahan Jadi Kunci Tuntaskan Kemiskinan

2 April 2026 - 05:06 WIB

InJourney Sukses Optimalkan Kelancaran Arus Mudik dan Libur Lebaran 2026

1 April 2026 - 18:49 WIB

Perhatian! Naik Garuda Indonesia, Tiket ke Jeddah dan Madinah Cuma Mulai Rp4 Jutaan

1 April 2026 - 16:29 WIB

INACA Minta Pemerintah Segera Realisasikan Kenaikan Fuel Surcharge dan TBA Penerbangan

1 April 2026 - 13:47 WIB

Garuda Indonesia Siapkan Antisipasi Hadapi Rencana Kenaikan Avtur

1 April 2026 - 05:51 WIB

Trending di EKOBIS