Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

Uncategorized

PERUJA Rayakan Enam Tahun dengan Aksi Melukis “Bela Rasa” di Balai Budaya Jakarta

badge-check


 PERUJA Rayakan Enam Tahun dengan Aksi Melukis “Bela Rasa” di Balai Budaya Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Komunitas Perupa Jakarta Raya (PERUJA) memperingati enam tahun kiprahnya dengan menggelar kegiatan melukis bersama bertajuk “Bela Rasa: Refleksi 6 Tahun PERUJA, Kepedulian dan Empati atas Berdukanya Nusantara” di Balai Budaya Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi penanda ulang tahun, melainkan juga wujud kepedulian moral para seniman terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang tengah melanda Nusantara, mulai dari bencana alam, kegelisahan sosial-politik, hingga derasnya arus hoaks dan disinformasi di ruang publik.

Puluhan perupa yang tergabung dalam PERUJA melukis secara kolektif di atas kanvas berukuran 150×170 sentimeter dan 30×40 sentimeter. Setiap karya menjadi medium ekspresi empati dan refleksi atas duka yang dirasakan bersama, sekaligus doa visual yang diharapkan mampu menghadirkan energi positif bagi masyarakat.

Kegiatan melukis bersama di HUT enam tahun PERUJA

Ketua PERUJA Rindy menegaskan bahwa seni memiliki peran strategis sebagai ruang batin dan ventilasi sosial di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Dalam suasana kota yang kerap mengeras oleh ritme ekonomi dan pembangunan, seni hadir sebagai penyeimbang yang menjaga nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup.

“PERUJA juga menghidupkan semangat kebebasan berekspresi melalui motto Betawi “Merdeka S’maunya Guwe”, yang dimaknai sebagai keberanian untuk jujur dalam berkarya, lepas dari sekat formalitas, dan berpihak pada suara nurani,” ungkap Rindy.

Acara yang berlangsung sejak pagi hari hingga malam ini juga mengadakan diskusi dengan pembicara Chrynanda Dwilaksana dan Aidil Usman.

Dalam paparannya Aidil menjelaskan  pada sejarah Jakarta sebagai kota yang pernah menempatkan kebudayaan sebagai fondasi penting pembangunan. Sejak era Gubernur Ali Sadikin, Jakarta dikenal memiliki infrastruktur seni yang kuat, seperti Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) yang diresmikan pada 1968, serta Pasar Seni Ancol yang dibangun pada akhir 1970-an sebagai ruang temu seniman dan publik.

“Dalam konteks tersebut, PERUJA memandang dirinya sebagai bagian dari estafet sejarah kebudayaan Jakarta. Melalui karya-karya kolektif, komunitas ini berupaya menerjemahkan semangat “Jadi Karya untuk Nusantara” dalam bahasa visual yang humanis dan membumi,” ungkap Aidil, perupa yang juga ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta.

Sementara Chrysnanda lebih menekankan, bahwa Seni sebagai instrumen hidup yang yang bisa dijadikan bentuk apresiasi.

PERUJA kompak terus untuk berkarya.

“Tidak hanya bagi para seniman, tetapi juga sebagai pesan moral kepada para pemangku kebijakan agar kembali menempatkan kesenian sebagai indikator penting kualitas hidup kota,” kata Crysnanda.

Menurut Chrysnanda,  kemajuan Jakarta tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga dari kesehatan ruang batin warganya.

“Senilah yang melengkapi segalanya. Semuanya memerlukan Seni, Seni hidup, Seni berpolitik, dan Seni memajukan organisasi seperti PERUJA,” tegas Chrysnanda, Jenderal Polisi yang juga pelukis.

Dengan kegiatan ini, PERUJA menegaskan komitmennya untuk terus merawat empati, menyulam solidaritas, dan menghadirkan harapan melalui seni.

“Enam tahun perjalanan PERUJA menjadi bukti bahwa warisan pemikiran melalui Kesenian dan kebudayaan akan menghidupkan kota dengan segala macam dinamikanya,” tutu Rindu mengakhiri.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Trending di RAGAM