Menu ✖

Mode Gelap
TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat 21 Kapal Terlibat dalam Regional Marpolex 2026 ​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026 Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO Aturan Transportasi Berbasis Aplikasi Masuk dalam Revisi UU LLAJ

Uncategorized

PERUJA Rayakan Enam Tahun dengan Aksi Melukis “Bela Rasa” di Balai Budaya Jakarta

badge-check


 PERUJA Rayakan Enam Tahun dengan Aksi Melukis “Bela Rasa” di Balai Budaya Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Komunitas Perupa Jakarta Raya (PERUJA) memperingati enam tahun kiprahnya dengan menggelar kegiatan melukis bersama bertajuk “Bela Rasa: Refleksi 6 Tahun PERUJA, Kepedulian dan Empati atas Berdukanya Nusantara” di Balai Budaya Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi penanda ulang tahun, melainkan juga wujud kepedulian moral para seniman terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang tengah melanda Nusantara, mulai dari bencana alam, kegelisahan sosial-politik, hingga derasnya arus hoaks dan disinformasi di ruang publik.

Puluhan perupa yang tergabung dalam PERUJA melukis secara kolektif di atas kanvas berukuran 150×170 sentimeter dan 30×40 sentimeter. Setiap karya menjadi medium ekspresi empati dan refleksi atas duka yang dirasakan bersama, sekaligus doa visual yang diharapkan mampu menghadirkan energi positif bagi masyarakat.

Kegiatan melukis bersama di HUT enam tahun PERUJA

Ketua PERUJA Rindy menegaskan bahwa seni memiliki peran strategis sebagai ruang batin dan ventilasi sosial di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Dalam suasana kota yang kerap mengeras oleh ritme ekonomi dan pembangunan, seni hadir sebagai penyeimbang yang menjaga nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup.

“PERUJA juga menghidupkan semangat kebebasan berekspresi melalui motto Betawi “Merdeka S’maunya Guwe”, yang dimaknai sebagai keberanian untuk jujur dalam berkarya, lepas dari sekat formalitas, dan berpihak pada suara nurani,” ungkap Rindy.

Acara yang berlangsung sejak pagi hari hingga malam ini juga mengadakan diskusi dengan pembicara Chrynanda Dwilaksana dan Aidil Usman.

Dalam paparannya Aidil menjelaskan  pada sejarah Jakarta sebagai kota yang pernah menempatkan kebudayaan sebagai fondasi penting pembangunan. Sejak era Gubernur Ali Sadikin, Jakarta dikenal memiliki infrastruktur seni yang kuat, seperti Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) yang diresmikan pada 1968, serta Pasar Seni Ancol yang dibangun pada akhir 1970-an sebagai ruang temu seniman dan publik.

“Dalam konteks tersebut, PERUJA memandang dirinya sebagai bagian dari estafet sejarah kebudayaan Jakarta. Melalui karya-karya kolektif, komunitas ini berupaya menerjemahkan semangat “Jadi Karya untuk Nusantara” dalam bahasa visual yang humanis dan membumi,” ungkap Aidil, perupa yang juga ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta.

Sementara Chrysnanda lebih menekankan, bahwa Seni sebagai instrumen hidup yang yang bisa dijadikan bentuk apresiasi.

PERUJA kompak terus untuk berkarya.

“Tidak hanya bagi para seniman, tetapi juga sebagai pesan moral kepada para pemangku kebijakan agar kembali menempatkan kesenian sebagai indikator penting kualitas hidup kota,” kata Crysnanda.

Menurut Chrysnanda,  kemajuan Jakarta tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga dari kesehatan ruang batin warganya.

“Senilah yang melengkapi segalanya. Semuanya memerlukan Seni, Seni hidup, Seni berpolitik, dan Seni memajukan organisasi seperti PERUJA,” tegas Chrysnanda, Jenderal Polisi yang juga pelukis.

Dengan kegiatan ini, PERUJA menegaskan komitmennya untuk terus merawat empati, menyulam solidaritas, dan menghadirkan harapan melalui seni.

“Enam tahun perjalanan PERUJA menjadi bukti bahwa warisan pemikiran melalui Kesenian dan kebudayaan akan menghidupkan kota dengan segala macam dinamikanya,” tutu Rindu mengakhiri.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Ode Untuk Namamu, Ketika Puisi dan Lukisan Merayakan Cinta serta Perjuangan

11 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA