Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

SENI BUDAYA

PMK Soroti Korupsi sebagai Akar Bencana, Gelar Doa dan Pembacaan Puisi di Magelang

badge-check


 PMK Soroti Korupsi sebagai Akar Bencana, Gelar Doa dan Pembacaan Puisi di Magelang Perbesar

Wartatrans.com, MAGELANG — Gerakan Puisi Menolak Korupsi (PMK) kembali menyuarakan kritik moral terhadap praktik korupsi yang dinilai menjadi salah satu akar kerusakan lingkungan dan bencana kemanusiaan. Suara itu menguat menyusul duka mendalam atas rangkaian bencana yang melanda Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November lalu.

Menurut para penggiat PMK, skala dan dampak bencana yang menelan korban jiwa serta kerugian harta benda seharusnya ditetapkan sebagai bencana nasional. Namun, hingga kini, respons negara dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kedaruratan yang dihadapi masyarakat di wilayah terdampak.

“Kerusakan alam yang semakin parah tidak bisa dilepaskan dari praktik korupsi yang berlangsung lama dan sistemik. Ketika kebijakan dan pengawasan dikorupsi, maka bencana geologi dan ekologis menjadi keniscayaan,” ujar Sudarmono, Penggiat PMK Muntilan, Magelang, Sabtu (13/12/2025).

PMK menilai, korupsi yang terjadi di ranah legislatif, eksekutif, hingga yudikatif tidak menunjukkan tren penurunan signifikan. Sebaliknya, praktik tersebut kian berdampak luas, termasuk pada tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana, sehingga masyarakat kecil menjadi korban pertama dan paling rentan.

Sebagai bentuk ekspresi perlawanan moral, PMK terus menjadikan puisi sebagai medium kritik sosial. Gerakan ini telah berkembang menjadi jaringan nasional sejak pertama kali diluncurkan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2014. Evaluasi nasional Gerakan PMK juga pernah digelar melalui Konferensi Nasional di Semarang pada 6–7 Agustus 2016 dengan tema Refleksi dan Evaluasi Tiga Tahun Gerakan PMK.

Dalam rangkaian kegiatan terbaru, PMK menggelar malam diskusi dan pembacaan puisi bertema “Ruang Silaturahmi: Mengenang yang Telah Kembali” pada 6 Desember 2025 di Rumah Melur Seruni, Dusun Madyogondo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri para penyair dari berbagai daerah di Jawa Tengah, antara lain Tegal, Pekalongan, Pemalang, Batang, Ungaran, Semarang, Temanggung, Purbalingga, Purwokerto, Purworejo, Jepara, Kudus, Wonogiri, Muntilan, dan Magelang.

Selain pembacaan puisi, kegiatan ini juga menjadi ruang doa bersama untuk mengenang sejumlah penyair PMK yang telah wafat hampir bersamaan, yakni Abi Widjanarko, Dharmadi, dan Suyitno Ethex. Doa dan pembacaan Al-Fatihah dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan dan ikatan batin sesama penggiat gerakan.

“Puisi bagi kami bukan sekadar kata-kata, tetapi sikap dan perlawanan nurani. Melalui puisi, kami menolak korupsi dan mendoakan mereka yang telah lebih dulu berpulang,” ujar Sudarmono.

Gerakan PMK menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan penolakan terhadap korupsi melalui jalur kebudayaan, sastra, dan solidaritas kemanusiaan.*** (SDR)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sambut Lima Abad Jakarta, Buku Kumpulan Cerpen Lebaran di Jakarta Hadirkan Jejak Budaya Betawi

12 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Trending di RAGAM