Menu

Mode Gelap
Kuliner Kereta Hadirkan Menu Baru untuk Temani Libur Panjang Penumpang KA KAI Layani 3,2 Juta Penumpang Kereta Bandara hingga April 2026, Mobilitas Masyarakat Kian Bergantung pada Transportasi Terintegrasi Long Weekend Naik Whoosh? Ada Diskon Hotel, Wisata Gratis, hingga Shuttle ke Destinasi Favorit KAI Layani 393 Ribu Pelanggan di Awal Long Weekend, Rute Yogyakarta dan Bandung Jadi Favorit Penjualan Tiket Whoosh Meningkat saat Long Weekend, KCIC Catat 49 Ribu Tiket Terjual AHY dan Jajaran Kemenko Infrastruktur Hadiri Ratas Bersama Presiden Prabowo

SENI BUDAYA

PMK Soroti Korupsi sebagai Akar Bencana, Gelar Doa dan Pembacaan Puisi di Magelang

badge-check


 PMK Soroti Korupsi sebagai Akar Bencana, Gelar Doa dan Pembacaan Puisi di Magelang Perbesar

Wartatrans.com, MAGELANG — Gerakan Puisi Menolak Korupsi (PMK) kembali menyuarakan kritik moral terhadap praktik korupsi yang dinilai menjadi salah satu akar kerusakan lingkungan dan bencana kemanusiaan. Suara itu menguat menyusul duka mendalam atas rangkaian bencana yang melanda Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November lalu.

Menurut para penggiat PMK, skala dan dampak bencana yang menelan korban jiwa serta kerugian harta benda seharusnya ditetapkan sebagai bencana nasional. Namun, hingga kini, respons negara dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kedaruratan yang dihadapi masyarakat di wilayah terdampak.

“Kerusakan alam yang semakin parah tidak bisa dilepaskan dari praktik korupsi yang berlangsung lama dan sistemik. Ketika kebijakan dan pengawasan dikorupsi, maka bencana geologi dan ekologis menjadi keniscayaan,” ujar Sudarmono, Penggiat PMK Muntilan, Magelang, Sabtu (13/12/2025).

PMK menilai, korupsi yang terjadi di ranah legislatif, eksekutif, hingga yudikatif tidak menunjukkan tren penurunan signifikan. Sebaliknya, praktik tersebut kian berdampak luas, termasuk pada tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana, sehingga masyarakat kecil menjadi korban pertama dan paling rentan.

Sebagai bentuk ekspresi perlawanan moral, PMK terus menjadikan puisi sebagai medium kritik sosial. Gerakan ini telah berkembang menjadi jaringan nasional sejak pertama kali diluncurkan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2014. Evaluasi nasional Gerakan PMK juga pernah digelar melalui Konferensi Nasional di Semarang pada 6–7 Agustus 2016 dengan tema Refleksi dan Evaluasi Tiga Tahun Gerakan PMK.

Dalam rangkaian kegiatan terbaru, PMK menggelar malam diskusi dan pembacaan puisi bertema “Ruang Silaturahmi: Mengenang yang Telah Kembali” pada 6 Desember 2025 di Rumah Melur Seruni, Dusun Madyogondo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri para penyair dari berbagai daerah di Jawa Tengah, antara lain Tegal, Pekalongan, Pemalang, Batang, Ungaran, Semarang, Temanggung, Purbalingga, Purwokerto, Purworejo, Jepara, Kudus, Wonogiri, Muntilan, dan Magelang.

Selain pembacaan puisi, kegiatan ini juga menjadi ruang doa bersama untuk mengenang sejumlah penyair PMK yang telah wafat hampir bersamaan, yakni Abi Widjanarko, Dharmadi, dan Suyitno Ethex. Doa dan pembacaan Al-Fatihah dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan dan ikatan batin sesama penggiat gerakan.

“Puisi bagi kami bukan sekadar kata-kata, tetapi sikap dan perlawanan nurani. Melalui puisi, kami menolak korupsi dan mendoakan mereka yang telah lebih dulu berpulang,” ujar Sudarmono.

Gerakan PMK menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan penolakan terhadap korupsi melalui jalur kebudayaan, sastra, dan solidaritas kemanusiaan.*** (SDR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AHY dan Jajaran Kemenko Infrastruktur Hadiri Ratas Bersama Presiden Prabowo

15 Mei 2026 - 16:02 WIB

Astra Credit Companies Tanam Mangrove di Pontianak

15 Mei 2026 - 15:50 WIB

JKA dan Bencana – Kelalaian DPRA dan Gubernur?

15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Menuai Polemik

14 Mei 2026 - 17:52 WIB

MAA Jakarta Surati Menag soal Penggunaan Atribut Adat Aceh dalam Ucapan Keagamaan

14 Mei 2026 - 11:11 WIB

Catatan H. Erick Teguh M: Sarapan Pagi di Capitol Kopitiam, Kuala Lumpur

14 Mei 2026 - 10:39 WIB

BKI Pertahankan Kategori “High Performance” Pada Tokyo MoU 2025

13 Mei 2026 - 21:01 WIB

Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

13 Mei 2026 - 20:35 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

MD Pictures kembali Ramaikan Industri Perfilman, Hadirkan Film Drama keluarga Children Of Heaven

13 Mei 2026 - 19:31 WIB

Trending di SENI BUDAYA