Menu

Mode Gelap
Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital 35 Negara dan Indonesia Adopsi Registrasi Biometrik, Pengamat: Tak Kebal Penipuan Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026 Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah

SENI BUDAYA

PMK Soroti Korupsi sebagai Akar Bencana, Gelar Doa dan Pembacaan Puisi di Magelang

badge-check


 PMK Soroti Korupsi sebagai Akar Bencana, Gelar Doa dan Pembacaan Puisi di Magelang Perbesar

Wartatrans.com, MAGELANG — Gerakan Puisi Menolak Korupsi (PMK) kembali menyuarakan kritik moral terhadap praktik korupsi yang dinilai menjadi salah satu akar kerusakan lingkungan dan bencana kemanusiaan. Suara itu menguat menyusul duka mendalam atas rangkaian bencana yang melanda Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November lalu.

Menurut para penggiat PMK, skala dan dampak bencana yang menelan korban jiwa serta kerugian harta benda seharusnya ditetapkan sebagai bencana nasional. Namun, hingga kini, respons negara dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kedaruratan yang dihadapi masyarakat di wilayah terdampak.

“Kerusakan alam yang semakin parah tidak bisa dilepaskan dari praktik korupsi yang berlangsung lama dan sistemik. Ketika kebijakan dan pengawasan dikorupsi, maka bencana geologi dan ekologis menjadi keniscayaan,” ujar Sudarmono, Penggiat PMK Muntilan, Magelang, Sabtu (13/12/2025).

PMK menilai, korupsi yang terjadi di ranah legislatif, eksekutif, hingga yudikatif tidak menunjukkan tren penurunan signifikan. Sebaliknya, praktik tersebut kian berdampak luas, termasuk pada tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana, sehingga masyarakat kecil menjadi korban pertama dan paling rentan.

Sebagai bentuk ekspresi perlawanan moral, PMK terus menjadikan puisi sebagai medium kritik sosial. Gerakan ini telah berkembang menjadi jaringan nasional sejak pertama kali diluncurkan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2014. Evaluasi nasional Gerakan PMK juga pernah digelar melalui Konferensi Nasional di Semarang pada 6–7 Agustus 2016 dengan tema Refleksi dan Evaluasi Tiga Tahun Gerakan PMK.

Dalam rangkaian kegiatan terbaru, PMK menggelar malam diskusi dan pembacaan puisi bertema “Ruang Silaturahmi: Mengenang yang Telah Kembali” pada 6 Desember 2025 di Rumah Melur Seruni, Dusun Madyogondo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri para penyair dari berbagai daerah di Jawa Tengah, antara lain Tegal, Pekalongan, Pemalang, Batang, Ungaran, Semarang, Temanggung, Purbalingga, Purwokerto, Purworejo, Jepara, Kudus, Wonogiri, Muntilan, dan Magelang.

Selain pembacaan puisi, kegiatan ini juga menjadi ruang doa bersama untuk mengenang sejumlah penyair PMK yang telah wafat hampir bersamaan, yakni Abi Widjanarko, Dharmadi, dan Suyitno Ethex. Doa dan pembacaan Al-Fatihah dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan dan ikatan batin sesama penggiat gerakan.

“Puisi bagi kami bukan sekadar kata-kata, tetapi sikap dan perlawanan nurani. Melalui puisi, kami menolak korupsi dan mendoakan mereka yang telah lebih dulu berpulang,” ujar Sudarmono.

Gerakan PMK menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan penolakan terhadap korupsi melalui jalur kebudayaan, sastra, dan solidaritas kemanusiaan.*** (SDR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota

4 Juli 2026 - 21:00 WIB

Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung

4 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Trending di ANJUNGAN