Menu ✖

Mode Gelap
ACC Hadir Dengan Promo Menarik di OJK FinExpo 2026 PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan di Tujuh Daerah Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031 Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

PERON

Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Perkuat Transportasi dan Pelestarian Cagar Budaya

badge-check


 Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Perkuat Transportasi dan Pelestarian Cagar Budaya Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan hasil revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7/2026).

Peresmian tersebut menegaskan komitmen Pemerintah dalam meningkatkan kualitas transportasi publik sekaligus menjaga nilai sejarah dan karakter bangunan cagar budaya.

Stasiun Semarang Tawang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij pada 1911 dan mulai dioperasikan pada 1914. Dalam perjalanan sejarahnya, stasiun ini menjadi bagian penting dari perkembangan perkeretaapian, mobilitas masyarakat, dan perjalanan bangsa Indonesia.

Revitalisasi tahap pertama dilaksanakan selama 330 hari. Pekerjaan mencakup penataan fasad, hall utama, sisi barat dan timur bangunan, ruang tunggu, ruang VIP, selasar, serta perbaikan sistem drainase. Sejumlah elemen arsitektur dan ornamen dikembalikan berdasarkan referensi dokumentasi lama untuk mempertahankan karakter asli bangunan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga Stasiun Semarang Tawang sebagai bagian dari identitas dan memori perjalanan bangsa.

“Menjaga dan melestarikan Stasiun Tawang berarti menjaga identitas serta perjalanan sejarah kita. Bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan bahwa kereta api memegang peran penting dalam kehidupan bangsa modern karena mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi.

“Kereta api adalah instrumen ekonomi rakyat. Kereta api harus melayani rakyat. Teknologi dan seluruh sarana transportasi pada akhirnya harus digunakan untuk melayani rakyat,” kata Presiden.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas perintah Presiden Prabowo untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menjaga kelestarian bangunan bersejarah.

“Pekerjaan revitalisasi kami lakukan selama 330 hari dengan mengembalikan fasad, hall utama, sisi barat dan timur, serta berbagai ornamen berdasarkan foto-foto lama. Dengan demikian, bangunan yang telah berusia 112 tahun ini dapat terus dijaga kelestarian dan jejak sejarahnya,” ujar Bobby.

Kebutuhan peningkatan fasilitas sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat. Sepanjang 2025, Stasiun Semarang Tawang melayani 3.862.127 aktivitas pelanggan. Pada Semester I 2026, jumlahnya telah mencapai 2.152.894 aktivitas naik dan turun pelanggan, dengan pelayanan rata-rata 34 perjalanan kereta api per hari.

“Lebih dari 2,15 juta aktivitas pelanggan selama enam bulan pertama 2026 mempertegas posisi Stasiun Semarang Tawang sebagai salah satu pusat mobilitas penting di Jawa Tengah. Revitalisasi ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pelanggan, memperkuat konektivitas wilayah, serta mendukung pariwisata dan ekonomi Kota Semarang,” kata Bobby.

Stasiun Semarang Tawang melayani perjalanan yang menghubungkan Semarang dengan Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan berbagai kota lain di Pulau Jawa. Lokasinya yang berdekatan dengan Kawasan Kota Lama juga memperkuat peran stasiun sebagai gerbang wisata sejarah Kota Semarang.

KAI saat ini mengelola lebih dari 600 bangunan cagar budaya. Sebanyak 120 bangunan masuk dalam program revitalisasi dan beautifikasi, termasuk Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tanjung Priok, dan Stasiun Bogor.

“Besar harapan kami agar revitalisasi Stasiun Semarang Tawang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, memperkuat konektivitas, mendorong kegiatan ekonomi, serta menjadi contoh bahwa pembangunan masa depan dapat dilaksanakan dengan tetap menjaga akar sejarah bangsa,” tutup Bobby.

Usai prosesi peresmian, Presiden Prabowo beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang menggunakan Kereta Luar Biasa Nusantara Explorer dalam rangka agenda kunjungan kerja.(fahmi)

Baca Lainnya

Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

2 November 2026 - 19:28 WIB

Naik Kereta Saat Hamil Ada Aturannya, KAI Wajibkan Surat Kesehatan dan Pendamping

2 November 2026 - 10:46 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA

1 November 2026 - 17:22 WIB

Percaya Diri dan Disiplin Antar Andika Ageng Pamungkas Terpilih Jadi Spark KAI Services Oktober 2026

1 November 2026 - 06:55 WIB

Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru

31 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Bukan Sekadar Transportasi Murah, Ini Alasan Commuter Line Jadi Pilihan Warga

31 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KAI Commuter Luncurkan KMT Edisi Khusus Comifuro 23, Dibanderol Rp60 Ribu

31 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Jelang Libur Nataru, Menhub Dudy Instruksikan Rampcheck Seluruh Moda Transportasi

31 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Lima KA Bersejarah KAI Layani 1,25 Juta Pelanggan Sepanjang Januari–September 2026

30 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Trending di PERON