Wartatrans.com,— Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA Kota Depok tahun 2026 menghadirkan sejumlah praktisi sebagai dewan juri pada cabang lomba jurnalistik. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas penilaian sekaligus memberikan perspektif profesional kepada peserta didik.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA Kota Depok melalui surat tertanggal 17 April 2026 menunjuk Putra Gara sebagai salah satu dewan juri dalam kegiatan yang digelar di SMA Negeri 4 Depok, Sabtu (25/4/2026). Selain Putra Gara, dua nama lain yang turut dipercaya menjadi juri ialah Ireng Halimun dan Wijaya.

Sebanyak 23 peserta dari berbagai sekolah di wilayah Kota Depok ambil bagian dalam cabang lomba jurnalistik tahun ini. Para peserta bersaing menampilkan kemampuan menulis, kepekaan terhadap isu, serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

Salah satu peserta sedang mempresentasikan karya jurnalisnya.
Putra Gara mengatakan, kehadiran juri dari kalangan praktisi diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih kontekstual bagi peserta. “Kami ingin penilaian ini tidak hanya melihat teknis penulisan, tetapi juga kepekaan terhadap isu, kedalaman sudut pandang, serta etika jurnalistik yang harus dimiliki oleh siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Ireng Halimun menekankan pentingnya kejujuran dan orisinalitas dalam karya jurnalistik siswa. “Yang paling utama adalah keaslian karya. Dari situ kita bisa melihat karakter dan keberanian siswa dalam menyampaikan fakta,” katanya.
Sementara Wijaya menambahkan, ajang FLS3N menjadi ruang awal bagi siswa untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih serius. “Ini bukan sekadar lomba, tetapi proses belajar. Kami berharap peserta bisa menjadikan pengalaman ini sebagai pijakan untuk berkembang ke depan,” tuturnya.
Para juri yang ditunjuk juga menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan tugas. Dalam dokumen tersebut, dewan juri menyatakan akan melaksanakan penilaian secara profesional, objektif, jujur, dan adil sesuai ketentuan penyelenggaraan FLS3N.
Selain itu, para juri menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan dengan peserta lomba, menjaga kerahasiaan hasil penilaian, serta tidak melakukan intervensi yang dapat memengaruhi jalannya kompetisi.
Keterlibatan juri dari kalangan profesional diharapkan dapat memberikan pengalaman kompetisi yang lebih bermakna bagi peserta, sekaligus memperkuat pembinaan minat dan bakat siswa di bidang jurnalistik sejak tingkat sekolah menengah.
FLS3N merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas di bidang seni dan sastra, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki apresiasi terhadap dunia literasi dan budaya.*** (Septiadi)
























