Menu

Mode Gelap
Semarakkan HUT Ke-81 RI, DAMRI Hadirkan Diskon 45% bagi Pelanggan Kelahiran Agustus KAI Perkuat Ekonomi Sirkular, Kelola 2.997 Ton Limbah Melalui Daur Ulang dan Guna Ulang KAI Services Tingkatkan Kesiapsiagaan Frontliner Lewat Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan Kecelakaan Kereta Api Kopi Gayo Aceh Masuk 5 Besar Biji Kopi Terbaik Dunia Versi TasteAtlas 2026 Legislator Jawa Barat Soroti Kesenjangan Antarwilayah di Kabupaten Bogor, Dorong Pemerataan Pembangunan Berbasis Kesejahteraan 6 Pelabuhan ASDP Sah Terapkan Standar Baru Keselamatan Nasional

ANJUNGAN

PTP Nonpetikemas Palembang Dukung Rantai Pasok Industri Pupuk Nasional

badge-check


 PTP Nonpetikemas Branch Palembang Perbesar

PTP Nonpetikemas Branch Palembang

Wartatrans.com, PALEMBANG – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Palembang dukung kelancaran rantai pasok industri pupuk nasional melalui layanan bongkar muat yang andal dan terintegrasi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Bongkar muat pupuk kemasan (bag cargo) jenis Muriate of Potash (MOP) sebanyak 4.509 ton di Dermaga PTP Non Petikemas Cabang Palembang baru saja selesai dilakukan.

“Komoditas ini diangkut menggunakan kapal MV Gold Spring yang berasal dari Pelabuhan Cuo Lo, Vietnam,” tutur Branch Manager PTP Non Petikemas Cabang Palembang Ade Affandi, Rabu (15/4/2026).

Kapal MV Gold Spring mulai sandar 14 April 2026 dan direncanakan kegiatan bongkar akan berlangsung hingga 19 April 2026.

Proses bongkar dilakukan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT Kharisma Bahari dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan yang tersedia, antara lain Jib Crane, Hopper, dan Grab guna menunjang kelancaran operasional.

Adapun pupuk MOP yang dibongkar merupakan bahan baku impor milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), yang akan digunakan dalam proses produksi pupuk majemuk NPK (Nitrogen, Fosfat, dan Kalium).

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku industri pupuk nasional serta mendukung sektor pertanian di Indonesia,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung kelancaran distribusi logistik, khususnya komoditas strategis seperti pupuk.

Transformasi digital juga dilakukan PTP Nonpetikemas dalam wujud PTOS-M, yaitu Pelindo Terminal Operating System Multipurpose.

PTOS-M merupakan sistem operasi terminal terintegrasi milik Pelindo yang digunakan untuk mengelola berbagai jenis kargo, termasuk nonpetikemas secara digital, mencakup seluruh proses mulai dari perencanaan, operasi, pemantauan, hingga pelaporan untuk meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan pelabuhan di Indonesia.

“Kami berkomitmen penuh mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujar Ade.

Dalam kesempatan terpisah, General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Palembang Nunu Husnul Khitam mengatakan, pihaknya terus mendukung operasional PTP Nonpetikemas beserta seluruh Pelindo Grup yang ada di Pelabuhan Palembang melalui penguatan kolaborasi dan engagement bersama stakeholder Pelindo dan regulator.

“Guna memastikan kelancaran serta optimalisasi layanan kepelabuhanan,” ucapnya.

PTP Nonpetikemas Cabang Palembang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam kegiatan operasional bongkar muat, dengan mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, dan keandalan fasilitas pelabuhan.

Produktivitas bongkar muat PTP Nonpetikemas Cabang Palembang Ton Ship Day (TSD) pada triwulan pertama ini mencapai angka yang cukup baik.

Terlihat melalui pertumbuhan 3% pada kemasan general cargo dari 1.500 TSD menjadi 1.544 TSD dan pertumbuhan 1% pada kemasan curah cair dari 2.815 TSD menjadi 2.842 TSD, disusul oleh bag cargo sebesar 876 TSD dan 1.297 TSD untuk kemasan curah kering.

Melalui kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan.

SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami menambahkan, PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi.

“Kami berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo, yang didukung jaringan operasional di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia bagian barat,” Fiona menyampaikan.

Pada triwulan I 2026 secara konsolidasi, kinerja throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton, meningkat 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 11,9 juta ton.

“Komposisi throughput tersebut didominasi curah kering sebesar 5,7 juta ton atau 46%, diikuti general cargo 2,9 juta ton atau 24%, curah cair 3 juta ton atau 25%, serta bag cargo sebesar 656 ribu ton atau 5%,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

6 Pelabuhan ASDP Sah Terapkan Standar Baru Keselamatan Nasional

5 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

5 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Perkuat Arah Strategis Perusahaan, Pelindo Sinergi Lokaseva Gelar Town Hall Meeting 2026

5 Agustus 2026 - 10:24 WIB

238 Penumpang dan ABK KMP Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Jatim Berhasil Dievakuasi

5 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Dorong Operasional Hijau, Terminal Teluk Lamong Tambah E-RTG untuk Perkuat Kapasitas TPK Nilam

4 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Perkuat Transparansi Logistik, IPC TPK Siapkan Operasional Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor

4 Agustus 2026 - 21:16 WIB

238 Korban KM Mutiara Sentosa 2 Dievakuasi, Operasi SAR Nasional Dinyatakan Selesai

4 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik, Pelindo Regional 2 Banten dan APBMI Banten Sepakati Kerja Sama Bongkar Muat di Pelabuhan Ciwandan

4 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Dirjen Intram: RUU Sistranas Perkuat Integrasi Transportasi Penumpang dan Lognas

4 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Perdana, Pelabuhan Patimban Layani Kapal Peti Kemas Jumbo

4 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di ANJUNGAN