Menu

Mode Gelap
KAI Wisata Gandeng Museum Cagar Budaya, Hadirkan Paket Perjalanan Edukatif Terintegrasi Berikan Pelayanan Terbaik, KAI Services Jaga Kualitas Layanan seluruh Unit Bisnis JKA Dibatasi, Akademisi: Bertentangan dengan Semangat MoU Helsinki Mulai Hari Ini, Perjalanan KA Bangunkarta dan Singasari Lebih Nyaman PakaibRangkaian Stainless Steel New Generation Pengembangan Stasiun Bogor Dimulai, KAI Utamakan Standar Keselamatan Tinggi dan Mohon Maaf atas Penyesuaian Layanan KA Bangunkarta & Singasari ‘Naik Level’, KAI Daop 7 Luncurkan Kereta Generasi Baru yang Lebih Nyaman

ANJUNGAN

PTP Nonpetikemas Palembang Dukung Rantai Pasok Industri Pupuk Nasional

badge-check


 PTP Nonpetikemas Branch Palembang Perbesar

PTP Nonpetikemas Branch Palembang

Wartatrans.com, PALEMBANG – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Palembang dukung kelancaran rantai pasok industri pupuk nasional melalui layanan bongkar muat yang andal dan terintegrasi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Bongkar muat pupuk kemasan (bag cargo) jenis Muriate of Potash (MOP) sebanyak 4.509 ton di Dermaga PTP Non Petikemas Cabang Palembang baru saja selesai dilakukan.

“Komoditas ini diangkut menggunakan kapal MV Gold Spring yang berasal dari Pelabuhan Cuo Lo, Vietnam,” tutur Branch Manager PTP Non Petikemas Cabang Palembang Ade Affandi, Rabu (15/4/2026).

Kapal MV Gold Spring mulai sandar 14 April 2026 dan direncanakan kegiatan bongkar akan berlangsung hingga 19 April 2026.

Proses bongkar dilakukan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT Kharisma Bahari dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan yang tersedia, antara lain Jib Crane, Hopper, dan Grab guna menunjang kelancaran operasional.

Adapun pupuk MOP yang dibongkar merupakan bahan baku impor milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), yang akan digunakan dalam proses produksi pupuk majemuk NPK (Nitrogen, Fosfat, dan Kalium).

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku industri pupuk nasional serta mendukung sektor pertanian di Indonesia,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung kelancaran distribusi logistik, khususnya komoditas strategis seperti pupuk.

Transformasi digital juga dilakukan PTP Nonpetikemas dalam wujud PTOS-M, yaitu Pelindo Terminal Operating System Multipurpose.

PTOS-M merupakan sistem operasi terminal terintegrasi milik Pelindo yang digunakan untuk mengelola berbagai jenis kargo, termasuk nonpetikemas secara digital, mencakup seluruh proses mulai dari perencanaan, operasi, pemantauan, hingga pelaporan untuk meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan pelabuhan di Indonesia.

“Kami berkomitmen penuh mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujar Ade.

Dalam kesempatan terpisah, General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Palembang Nunu Husnul Khitam mengatakan, pihaknya terus mendukung operasional PTP Nonpetikemas beserta seluruh Pelindo Grup yang ada di Pelabuhan Palembang melalui penguatan kolaborasi dan engagement bersama stakeholder Pelindo dan regulator.

“Guna memastikan kelancaran serta optimalisasi layanan kepelabuhanan,” ucapnya.

PTP Nonpetikemas Cabang Palembang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam kegiatan operasional bongkar muat, dengan mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, dan keandalan fasilitas pelabuhan.

Produktivitas bongkar muat PTP Nonpetikemas Cabang Palembang Ton Ship Day (TSD) pada triwulan pertama ini mencapai angka yang cukup baik.

Terlihat melalui pertumbuhan 3% pada kemasan general cargo dari 1.500 TSD menjadi 1.544 TSD dan pertumbuhan 1% pada kemasan curah cair dari 2.815 TSD menjadi 2.842 TSD, disusul oleh bag cargo sebesar 876 TSD dan 1.297 TSD untuk kemasan curah kering.

Melalui kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan.

SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami menambahkan, PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi.

“Kami berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo, yang didukung jaringan operasional di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia bagian barat,” Fiona menyampaikan.

Pada triwulan I 2026 secara konsolidasi, kinerja throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton, meningkat 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 11,9 juta ton.

“Komposisi throughput tersebut didominasi curah kering sebesar 5,7 juta ton atau 46%, diikuti general cargo 2,9 juta ton atau 24%, curah cair 3 juta ton atau 25%, serta bag cargo sebesar 656 ribu ton atau 5%,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PELNI-Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut

15 April 2026 - 10:22 WIB

Genjot Pendapatan, Pelabuhan Sunda Kelapa Optimalkan Pemanfaatan Aset Idle

14 April 2026 - 22:06 WIB

Kinerja Positif Kuartal Pertama 2026, PT Terminal Teluk Lamong Catat Pertumbuhan 4,5 Persen

14 April 2026 - 16:12 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Kompetensi Pekerja Lewat Program Budaya TWG

14 April 2026 - 15:55 WIB

Pelindo Regional 2 Catatkan Pertumbuhan Kinerja, Arus Kapal dan Logistik Menguat

14 April 2026 - 11:02 WIB

IPC TPK Optimalkan Layanan, Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan Pertama 2026

14 April 2026 - 10:44 WIB

Gandeng Kejari Jakut, BKKP Perkuat Kepastian Hukum Layanan Kesehatan Maritim

14 April 2026 - 10:34 WIB

Kemenhub Siapkan Bahan Sidang IMO MEPC ke-84

14 April 2026 - 09:55 WIB

Keselamatan Angleb Meningkat, DPR Apresiasi Kemenhub

14 April 2026 - 08:00 WIB

Optimalisasi Layanan Pelabuhan, Kemenhub Hibahkan Aset BMN ke Pemkab Mamuju

13 April 2026 - 19:36 WIB

Trending di ANJUNGAN