Menu ✖

Mode Gelap
KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026 Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

Uncategorized

Relawan Medis Jabodetabek Antar Bantuan hingga Pelosok Tanoh Gayo

badge-check


 Relawan Medis Jabodetabek Antar Bantuan hingga Pelosok Tanoh Gayo Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Relawan Medis Jabodetabek mengantarkan bantuan kemanusiaan hingga ke pelosok wilayah Tanoh Gayo, Aceh Tengah. Sebanyak tujuh orang perwakilan relawan tiba di Gedung KONI Aceh Tengah pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung bergabung dengan Posko Kemanusiaan Kolaborasi Relawan Gayo (PKKRG).

Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama sejumlah lembaga, yakni ASIL, LAZZABANIAN, dan Majelis Kopi. Setibanya di Takengon, para relawan bersama tim posko melakukan pengemasan, pemilahan, dan pendistribusian bantuan untuk sejumlah desa terdampak.

Relawan melintasi mendan pasca bencana, dengan sling.

Adapun bantuan yang disalurkan antara lain ke Desa Atu Payung sebanyak 35 paket, 81 selimut, serta 81 lembar mukena dan sarung. Desa Jamur Konyel menerima 45 paket ditambah 100 lembar mukena dan sarung. Desa Burlah mendapat 35 paket, Jongok Meluem 20 paket, Terpam 36 paket, Toweren Uken 31 paket, Serule 45 paket ditambah 119 lembar mukena dan sarung serta 105 selimut, Bintang Pepara 50 paket, dan Desa Kuala I sebanyak 30 paket.

Selain paket logistik, bantuan juga mencakup obat-obatan, beras, selimut, perlengkapan sekolah seperti tas, buku, pulpen, dan pensil, minyak goreng, mukena, kain sarung, sarden, terasi Langsa, hingga solar street light.

Perjalanan relawan dimulai sejak 1 Januari 2026 dari Jakarta menuju Medan, kemudian berbelanja logistik di wilayah Tamiang, bermalam di Langsa, dan melanjutkan perjalanan ke Takengon yang memakan waktu sekitar 17 jam.

Meski perjalanan panjang dan melelahkan, tantangan belum berakhir. Para relawan masih harus menyalurkan bantuan ke desa-desa terisolir seperti Kampung Bah, Serempah, Burlah, dan Bintang Pepara di Kecamatan Ketol, dengan jalur ekstrem yang sebagian besar hanya bisa dilalui menggunakan sling atau jembatan tali.

“Rasa lelah kami terbayar ketika melihat masyarakat di pelosok yang kondisinya jauh lebih berat. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar salah seorang relawan medis, dr. Mahendra.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Trending di EKOBIS