Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

Uncategorized

Relawan Medis Jabodetabek Antar Bantuan hingga Pelosok Tanoh Gayo

badge-check


 Relawan Medis Jabodetabek Antar Bantuan hingga Pelosok Tanoh Gayo Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Relawan Medis Jabodetabek mengantarkan bantuan kemanusiaan hingga ke pelosok wilayah Tanoh Gayo, Aceh Tengah. Sebanyak tujuh orang perwakilan relawan tiba di Gedung KONI Aceh Tengah pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung bergabung dengan Posko Kemanusiaan Kolaborasi Relawan Gayo (PKKRG).

Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama sejumlah lembaga, yakni ASIL, LAZZABANIAN, dan Majelis Kopi. Setibanya di Takengon, para relawan bersama tim posko melakukan pengemasan, pemilahan, dan pendistribusian bantuan untuk sejumlah desa terdampak.

Relawan melintasi mendan pasca bencana, dengan sling.

Adapun bantuan yang disalurkan antara lain ke Desa Atu Payung sebanyak 35 paket, 81 selimut, serta 81 lembar mukena dan sarung. Desa Jamur Konyel menerima 45 paket ditambah 100 lembar mukena dan sarung. Desa Burlah mendapat 35 paket, Jongok Meluem 20 paket, Terpam 36 paket, Toweren Uken 31 paket, Serule 45 paket ditambah 119 lembar mukena dan sarung serta 105 selimut, Bintang Pepara 50 paket, dan Desa Kuala I sebanyak 30 paket.

Selain paket logistik, bantuan juga mencakup obat-obatan, beras, selimut, perlengkapan sekolah seperti tas, buku, pulpen, dan pensil, minyak goreng, mukena, kain sarung, sarden, terasi Langsa, hingga solar street light.

Perjalanan relawan dimulai sejak 1 Januari 2026 dari Jakarta menuju Medan, kemudian berbelanja logistik di wilayah Tamiang, bermalam di Langsa, dan melanjutkan perjalanan ke Takengon yang memakan waktu sekitar 17 jam.

Meski perjalanan panjang dan melelahkan, tantangan belum berakhir. Para relawan masih harus menyalurkan bantuan ke desa-desa terisolir seperti Kampung Bah, Serempah, Burlah, dan Bintang Pepara di Kecamatan Ketol, dengan jalur ekstrem yang sebagian besar hanya bisa dilalui menggunakan sling atau jembatan tali.

“Rasa lelah kami terbayar ketika melihat masyarakat di pelosok yang kondisinya jauh lebih berat. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar salah seorang relawan medis, dr. Mahendra.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA