Menu

Mode Gelap
Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2 Pasar Mobil 2026 Melonjak 15,9%: Toyota Bertahan, BYD Tekuk Honda TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan TMI Aceh dan PT Bio Energy Rimba Tinjau Pembibitan Kopi CV A Tiga Nursery, Perkuat Program Penghijauan dan Pemberdayaan Petani Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

Uncategorized

Relawan Medis Jabodetabek Antar Bantuan hingga Pelosok Tanoh Gayo

badge-check


 Relawan Medis Jabodetabek Antar Bantuan hingga Pelosok Tanoh Gayo Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Relawan Medis Jabodetabek mengantarkan bantuan kemanusiaan hingga ke pelosok wilayah Tanoh Gayo, Aceh Tengah. Sebanyak tujuh orang perwakilan relawan tiba di Gedung KONI Aceh Tengah pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung bergabung dengan Posko Kemanusiaan Kolaborasi Relawan Gayo (PKKRG).

Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama sejumlah lembaga, yakni ASIL, LAZZABANIAN, dan Majelis Kopi. Setibanya di Takengon, para relawan bersama tim posko melakukan pengemasan, pemilahan, dan pendistribusian bantuan untuk sejumlah desa terdampak.

Relawan melintasi mendan pasca bencana, dengan sling.

Adapun bantuan yang disalurkan antara lain ke Desa Atu Payung sebanyak 35 paket, 81 selimut, serta 81 lembar mukena dan sarung. Desa Jamur Konyel menerima 45 paket ditambah 100 lembar mukena dan sarung. Desa Burlah mendapat 35 paket, Jongok Meluem 20 paket, Terpam 36 paket, Toweren Uken 31 paket, Serule 45 paket ditambah 119 lembar mukena dan sarung serta 105 selimut, Bintang Pepara 50 paket, dan Desa Kuala I sebanyak 30 paket.

Selain paket logistik, bantuan juga mencakup obat-obatan, beras, selimut, perlengkapan sekolah seperti tas, buku, pulpen, dan pensil, minyak goreng, mukena, kain sarung, sarden, terasi Langsa, hingga solar street light.

Perjalanan relawan dimulai sejak 1 Januari 2026 dari Jakarta menuju Medan, kemudian berbelanja logistik di wilayah Tamiang, bermalam di Langsa, dan melanjutkan perjalanan ke Takengon yang memakan waktu sekitar 17 jam.

Meski perjalanan panjang dan melelahkan, tantangan belum berakhir. Para relawan masih harus menyalurkan bantuan ke desa-desa terisolir seperti Kampung Bah, Serempah, Burlah, dan Bintang Pepara di Kecamatan Ketol, dengan jalur ekstrem yang sebagian besar hanya bisa dilalui menggunakan sling atau jembatan tali.

“Rasa lelah kami terbayar ketika melihat masyarakat di pelosok yang kondisinya jauh lebih berat. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar salah seorang relawan medis, dr. Mahendra.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

TMI Aceh dan PT Bio Energy Rimba Tinjau Pembibitan Kopi CV A Tiga Nursery, Perkuat Program Penghijauan dan Pemberdayaan Petani

10 Juli 2026 - 03:49 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Serap Aspirasi Peserta DPM, Poltekpel Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Trending di RAGAM