Menu

Mode Gelap
KAI Wisata Gandeng Jakarta Infrastruktur Propertindo, Hadirkan Integrasi Transportasi Wisata dan Media Iklan Digital Meningkat, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 86,8 Juta pada Triwulan I 2026 Dica Melo Sukses Sebagai Brand Ambassador, Kembali Dikontrak Meinl. Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat KAI Kirim 780 Gerbong Datar Produk Dalam Negeri ke Palembang, Perkuat Angkutan Batu Bara dan Logistik Nasional

Uncategorized

Relawan Medis Jabodetabek Antar Bantuan hingga Pelosok Tanoh Gayo

badge-check


 Relawan Medis Jabodetabek Antar Bantuan hingga Pelosok Tanoh Gayo Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Relawan Medis Jabodetabek mengantarkan bantuan kemanusiaan hingga ke pelosok wilayah Tanoh Gayo, Aceh Tengah. Sebanyak tujuh orang perwakilan relawan tiba di Gedung KONI Aceh Tengah pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung bergabung dengan Posko Kemanusiaan Kolaborasi Relawan Gayo (PKKRG).

Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama sejumlah lembaga, yakni ASIL, LAZZABANIAN, dan Majelis Kopi. Setibanya di Takengon, para relawan bersama tim posko melakukan pengemasan, pemilahan, dan pendistribusian bantuan untuk sejumlah desa terdampak.

Relawan melintasi mendan pasca bencana, dengan sling.

Adapun bantuan yang disalurkan antara lain ke Desa Atu Payung sebanyak 35 paket, 81 selimut, serta 81 lembar mukena dan sarung. Desa Jamur Konyel menerima 45 paket ditambah 100 lembar mukena dan sarung. Desa Burlah mendapat 35 paket, Jongok Meluem 20 paket, Terpam 36 paket, Toweren Uken 31 paket, Serule 45 paket ditambah 119 lembar mukena dan sarung serta 105 selimut, Bintang Pepara 50 paket, dan Desa Kuala I sebanyak 30 paket.

Selain paket logistik, bantuan juga mencakup obat-obatan, beras, selimut, perlengkapan sekolah seperti tas, buku, pulpen, dan pensil, minyak goreng, mukena, kain sarung, sarden, terasi Langsa, hingga solar street light.

Perjalanan relawan dimulai sejak 1 Januari 2026 dari Jakarta menuju Medan, kemudian berbelanja logistik di wilayah Tamiang, bermalam di Langsa, dan melanjutkan perjalanan ke Takengon yang memakan waktu sekitar 17 jam.

Meski perjalanan panjang dan melelahkan, tantangan belum berakhir. Para relawan masih harus menyalurkan bantuan ke desa-desa terisolir seperti Kampung Bah, Serempah, Burlah, dan Bintang Pepara di Kecamatan Ketol, dengan jalur ekstrem yang sebagian besar hanya bisa dilalui menggunakan sling atau jembatan tali.

“Rasa lelah kami terbayar ketika melihat masyarakat di pelosok yang kondisinya jauh lebih berat. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar salah seorang relawan medis, dr. Mahendra.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Helikopter Jatuh di Sekadau, Seluruh Penumpang Dilaporkan Tewas

17 April 2026 - 10:42 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Sinergi TNI–Pemkab Bogor Diperkuat, Pembangunan dan Kamtibmas Jadi Fokus TMMD

16 April 2026 - 18:52 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Jalan Rel Bukan Jalan Pintas: KAI Tegaskan Bahaya Fatal dan Ancaman Sanksi Hukum

16 April 2026 - 17:59 WIB

Trending di PERON