Wartatrans.com, TAKENGON — Relawan Medis Jabodetabek mengantarkan bantuan kemanusiaan hingga ke pelosok wilayah Tanoh Gayo, Aceh Tengah. Sebanyak tujuh orang perwakilan relawan tiba di Gedung KONI Aceh Tengah pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung bergabung dengan Posko Kemanusiaan Kolaborasi Relawan Gayo (PKKRG).
Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama sejumlah lembaga, yakni ASIL, LAZZABANIAN, dan Majelis Kopi. Setibanya di Takengon, para relawan bersama tim posko melakukan pengemasan, pemilahan, dan pendistribusian bantuan untuk sejumlah desa terdampak.


Relawan melintasi mendan pasca bencana, dengan sling.
Adapun bantuan yang disalurkan antara lain ke Desa Atu Payung sebanyak 35 paket, 81 selimut, serta 81 lembar mukena dan sarung. Desa Jamur Konyel menerima 45 paket ditambah 100 lembar mukena dan sarung. Desa Burlah mendapat 35 paket, Jongok Meluem 20 paket, Terpam 36 paket, Toweren Uken 31 paket, Serule 45 paket ditambah 119 lembar mukena dan sarung serta 105 selimut, Bintang Pepara 50 paket, dan Desa Kuala I sebanyak 30 paket.
Selain paket logistik, bantuan juga mencakup obat-obatan, beras, selimut, perlengkapan sekolah seperti tas, buku, pulpen, dan pensil, minyak goreng, mukena, kain sarung, sarden, terasi Langsa, hingga solar street light.
Perjalanan relawan dimulai sejak 1 Januari 2026 dari Jakarta menuju Medan, kemudian berbelanja logistik di wilayah Tamiang, bermalam di Langsa, dan melanjutkan perjalanan ke Takengon yang memakan waktu sekitar 17 jam.
Meski perjalanan panjang dan melelahkan, tantangan belum berakhir. Para relawan masih harus menyalurkan bantuan ke desa-desa terisolir seperti Kampung Bah, Serempah, Burlah, dan Bintang Pepara di Kecamatan Ketol, dengan jalur ekstrem yang sebagian besar hanya bisa dilalui menggunakan sling atau jembatan tali.
“Rasa lelah kami terbayar ketika melihat masyarakat di pelosok yang kondisinya jauh lebih berat. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar salah seorang relawan medis, dr. Mahendra.*** (Kamaruzzaman)
























