Wartatrans.com, JAKARTA – Rute Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru, bakal diterbangi dari Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Ketiga rute negara tetangga itu menurut Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa, akan dioperasikan empat maskapai yakni TransNusa, Malindo, AirAsia, dan Scoot.

“Bandara Husein siap kembali menjadi bandara internasional. Dari sisi bandara, dipastikan siap. Namun kami masih menunggu dukungan untuk CIQ (karantinan, imigrasi, bea cukai),” tutur Dirjen Likman di sela bincang-bincang wartawan dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan jajaran di Jakarta, Jumat (21/8/2026) malam.
Untuk mengeluarkan sertifikasi bagi Bandara Husein sebagai bandara internasional dibutuhkan Aeronautical Information Publication (AIP).
“Untuk mendapatkan AIP itu perlu waktu sekitar 28 hari. Jadi, kemungkinan penerbangan internasional dari Bandara Husein akan mulai operasional pada Oktober 2026,” ujarnya.
AIP adalah dokumen resmi berisi data teknis, fasilitas, peta, dan prosedur navigasi yang bersifat permanen dan penting untuk navigasi penerbangan, seperti yang tercantum dalam ICAO Annex 15 – Layanan Informasi Penerbangan.
Di Indonesia, data AIP dikelola dan diterbitkan oleh AirNav Indonesia melalui AIS Center Indonesia.
Dirjen Lukman juga menyampaikan bahwa saat ini perusahaan penerbangan yang telah mendapatkan Penetapan Persetujuan Rute Penerbangan (PPRP) domestik sejumlah lima maskapai, yakni Garuda Indonesia (GA), Citilink (QG), Super Air Jet (IU), Wings Air (IW), dan Susi Air (SI).
“Untuk TransNusa (8B), saat ini belum diterbitkan PPRP-nya,” ucap Lukman.
Pengoperasion dengan pesawat jet ini dilayani oleh tiga maskapai penerbangan yaitu Garuda, Citilink, dan Super Air Jet melayani 11 kota.
Sementara penerbangan domestik dengan pesawat propeller dioperasikan maskapai Wings Air dan Susi Air ke empat kota PP. (omy)






























