Menu

Mode Gelap
Sedekah Sumur Bor ke-8 Dimulai, Warga Bidari Aceh Utara Sambut Harapan Baru Pengamanan Akses Wisata Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke Berjalan Aman Angkutan Lebaran 2026 KAI Cetak Rekor Tertinggi, Okupansi Harian Tembus Lebih 140% Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air

SENI BUDAYA

Sajak-Sajak Tutup Tahun Herman Syahara

badge-check


 Sajak-Sajak Tutup Tahun Herman Syahara Perbesar

Wartatrans.com, SASTRA — Pergantian tahun merupakan momen tersendiri bagi banyak orang. Tak terkecuali seorang penyair. Berikut sajak-sajak tutup tahun 2025  oleh Herman Syahara;

_____

AGAR KATA TAK SIA SIA

Bagaimana akan kutulis sajak seriang gerimis 

bila yang tumpah menderas kayu bah 

 

Bagamana akan kutulis sajak hijau hutan

bila maut sawit yang kau tanam 

 

Bagaimana akan kutulis sajak kenangan

bila yang hilang kampung halaman

 

Atau kutulis saja sajak air mata

agar kata tak sia-sia

 

Desember 2025

_________

SEBUAH NAMA

 

Telah kita lepas sebuah nama,

selembar bulan penghabisan,

yang tiba-tiba terasa usang

pada almanak di dinding putIh rumah kita

 

Mungkin nama selembar bulan itu telah gosong 

dalam pesta barbequi

sampai hampir fajar,

sampai terasa aroma awal hari yang kita duga baru

 

Tapi namanya tak akan pernah benar-benar berganti 

menjadi nama lain seperti yang kita inginkan

 

: nama itu telah menjadi cuaca yang tak terekam mesin prediksi

menjadi pidato kemenangan siasat

di panggung-panggung politik

menjadi keluh kesah di lorong pasar-pasar becek 

menjadi gumam di pabrik pabrik

menjadi dengung di kamar-kamar petak kontrakan 

menjadi gelombang penolakan di jalan-jalan

 

Menjadi banjir bandang air mata kehilangan dalam peperangan

menjadi dentang rantang di tenda pengungsian

menjadi barisan nisan bayi-bayi dan kaum perempuan 

menjadi kota yang sedang dihapus

dari peta dengan genosida

 

Namanya tak akan pernah benar-benar berganti 

menjadi nama lain seperti yang kita siapkan

walau kita nyalakan sumbu semua hutan

menjadi kembang api di malam pergantian

 

Januari 2025

*dipetik dari halaman 141 Antologi Puisi PPN XIII “Layang Layang Tak. Memilih Tangan”, September 2025

______________

DI BANDAR ITU

/y

 

Di bandar itu

kapal-kapal telah angkat jangkar

meninggalkan riak ombak

dan bekas jari kita di besi tambat

 

aroma muara yang asing

dan angin bergaram 

mengekalkannya dengan karat

 

Di bandar itu 

kapal datang, kapal pergi

seperti Desember ini

 

Ada sesuatu harus kita catat 

mungkin sebuah puisi 

 

Desember 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Badai Siap Poles Peserta Band Academy Jadi Musisi Profesional

3 April 2026 - 12:27 WIB

Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas

3 April 2026 - 05:36 WIB

INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia

3 April 2026 - 05:26 WIB

Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye”

2 April 2026 - 09:20 WIB

Dukun Visual di Grup Komik

1 April 2026 - 15:24 WIB

Penyair Taufiq Ismail Terima Buku “Sultanah Safiatudin” dari L K Ara

31 Maret 2026 - 10:44 WIB

Jalin Keakraban, Obor Sastra Gelar Halal Bihalal Penyair dan Sastrawan

30 Maret 2026 - 19:38 WIB

Ahmadun: Buku Mesir Love Story di Bawah Langit Para Nabi Karya Halimah Munawir Menginspirasi

30 Maret 2026 - 18:58 WIB

Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Jepang, Dukung Strategi Penguatan Pasar Asia Timur

30 Maret 2026 - 08:49 WIB

Peluncuran Buku Karya L K Ara di PDS HB Jassin Berlangsung Khidmat dan Penuh Energi Sastra

28 Maret 2026 - 21:53 WIB

Trending di SENI BUDAYA