Menu ✖

Mode Gelap
Mubes IKA SMA Negeri 1 Takengon Tahun 2026, Momentum Menyatukan Alumni dan Memajukan Almamater Eks Kapolri Sekaligus KSP Listyo Sigit Prabowo Dkk Resmi Ditahan di Rutan Mabes Polri Terkait Kasus Penyadapan Ilegal DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pengawasan Pemerintahan Bersama FORKABI di Cibinong, Soroti Kualitas Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah KAI Group Layani 442,5 Juta Pelanggan hingga Oktober 2026, Naik 6,86 Persen GAPEKA 2026: KAI Tambah Pemberhentian Kereta Jarak Jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara

SENI BUDAYA

Sajak-Sajak Tutup Tahun Herman Syahara

badge-check


 Sajak-Sajak Tutup Tahun Herman Syahara Perbesar

Wartatrans.com, SASTRA — Pergantian tahun merupakan momen tersendiri bagi banyak orang. Tak terkecuali seorang penyair. Berikut sajak-sajak tutup tahun 2025  oleh Herman Syahara;

_____

AGAR KATA TAK SIA SIA

Bagaimana akan kutulis sajak seriang gerimis 

bila yang tumpah menderas kayu bah 

 

Bagamana akan kutulis sajak hijau hutan

bila maut sawit yang kau tanam 

 

Bagaimana akan kutulis sajak kenangan

bila yang hilang kampung halaman

 

Atau kutulis saja sajak air mata

agar kata tak sia-sia

 

Desember 2025

_________

SEBUAH NAMA

 

Telah kita lepas sebuah nama,

selembar bulan penghabisan,

yang tiba-tiba terasa usang

pada almanak di dinding putIh rumah kita

 

Mungkin nama selembar bulan itu telah gosong 

dalam pesta barbequi

sampai hampir fajar,

sampai terasa aroma awal hari yang kita duga baru

 

Tapi namanya tak akan pernah benar-benar berganti 

menjadi nama lain seperti yang kita inginkan

 

: nama itu telah menjadi cuaca yang tak terekam mesin prediksi

menjadi pidato kemenangan siasat

di panggung-panggung politik

menjadi keluh kesah di lorong pasar-pasar becek 

menjadi gumam di pabrik pabrik

menjadi dengung di kamar-kamar petak kontrakan 

menjadi gelombang penolakan di jalan-jalan

 

Menjadi banjir bandang air mata kehilangan dalam peperangan

menjadi dentang rantang di tenda pengungsian

menjadi barisan nisan bayi-bayi dan kaum perempuan 

menjadi kota yang sedang dihapus

dari peta dengan genosida

 

Namanya tak akan pernah benar-benar berganti 

menjadi nama lain seperti yang kita siapkan

walau kita nyalakan sumbu semua hutan

menjadi kembang api di malam pergantian

 

Januari 2025

*dipetik dari halaman 141 Antologi Puisi PPN XIII “Layang Layang Tak. Memilih Tangan”, September 2025

______________

DI BANDAR ITU

/y

 

Di bandar itu

kapal-kapal telah angkat jangkar

meninggalkan riak ombak

dan bekas jari kita di besi tambat

 

aroma muara yang asing

dan angin bergaram 

mengekalkannya dengan karat

 

Di bandar itu 

kapal datang, kapal pergi

seperti Desember ini

 

Ada sesuatu harus kita catat 

mungkin sebuah puisi 

 

Desember 2024

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tiga Academia Bikin Heboh Panggung D’Academy 8, Ari Sampang Sementara Teratas Virtual Gift

3 November 2026 - 15:48 WIB

Raffi Ahmad Batal Tampil di GSI Youth Fest Hero Summit 

3 November 2026 - 15:43 WIB

Festival Sastra Jakarta 2026, Perkuat Komunitas dan Regenerasi Sastrawan

2 November 2026 - 13:18 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Luncurkan Gala Indonesia Bercerita 2026–2027, Perkuat Pelestarian Cerita Rakyat Nusantara

2 November 2026 - 05:27 WIB

Bedah Puisi “Ay Lien dalam Empat Babak”, Menguak Jejak Kemanusiaan dan Sejarah dalam Diskusi Sastra di Magelang

2 November 2026 - 03:41 WIB

Pengamanan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Libatkan Ribuan Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah?

1 November 2026 - 10:58 WIB

Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni

31 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

‘Diana Memang Manja’, Novel SBY yang Lahir dari Riset dan Kenangan

30 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Setnegpedia Ungkap Kisah di Balik Lukisan “Kawan-Kawan Revolusi” Karya S. Sudjojono

30 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Trending di SENI BUDAYA