Menu

Mode Gelap
Industri Olahraga Global US$521 Miliar, Seberapa Besar RI Menangkapnya? Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Titik Rawan, Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Program IPCC GEMBIRA Beri Dampak Nyata, IPCC Raih InvestorTrust CSR Awards 2026 Meriahkan HUT RI, Pelindo Jasa Maritim Beri Penghargaan kepada Kelurahan Tabaringan PNJ Bekali Pelaku Usaha Kota Depok dengan Pelatihan Basic Warehouse Operation Hadapi Manila Digger, Persib Pangkas Waktu Perjalanan dari Bandara Husein

SENI BUDAYA

Sajak-Sajak Tutup Tahun Herman Syahara

badge-check


 Sajak-Sajak Tutup Tahun Herman Syahara Perbesar

Wartatrans.com, SASTRA — Pergantian tahun merupakan momen tersendiri bagi banyak orang. Tak terkecuali seorang penyair. Berikut sajak-sajak tutup tahun 2025  oleh Herman Syahara;

_____

AGAR KATA TAK SIA SIA

Bagaimana akan kutulis sajak seriang gerimis 

bila yang tumpah menderas kayu bah 

 

Bagamana akan kutulis sajak hijau hutan

bila maut sawit yang kau tanam 

 

Bagaimana akan kutulis sajak kenangan

bila yang hilang kampung halaman

 

Atau kutulis saja sajak air mata

agar kata tak sia-sia

 

Desember 2025

_________

SEBUAH NAMA

 

Telah kita lepas sebuah nama,

selembar bulan penghabisan,

yang tiba-tiba terasa usang

pada almanak di dinding putIh rumah kita

 

Mungkin nama selembar bulan itu telah gosong 

dalam pesta barbequi

sampai hampir fajar,

sampai terasa aroma awal hari yang kita duga baru

 

Tapi namanya tak akan pernah benar-benar berganti 

menjadi nama lain seperti yang kita inginkan

 

: nama itu telah menjadi cuaca yang tak terekam mesin prediksi

menjadi pidato kemenangan siasat

di panggung-panggung politik

menjadi keluh kesah di lorong pasar-pasar becek 

menjadi gumam di pabrik pabrik

menjadi dengung di kamar-kamar petak kontrakan 

menjadi gelombang penolakan di jalan-jalan

 

Menjadi banjir bandang air mata kehilangan dalam peperangan

menjadi dentang rantang di tenda pengungsian

menjadi barisan nisan bayi-bayi dan kaum perempuan 

menjadi kota yang sedang dihapus

dari peta dengan genosida

 

Namanya tak akan pernah benar-benar berganti 

menjadi nama lain seperti yang kita siapkan

walau kita nyalakan sumbu semua hutan

menjadi kembang api di malam pergantian

 

Januari 2025

*dipetik dari halaman 141 Antologi Puisi PPN XIII “Layang Layang Tak. Memilih Tangan”, September 2025

______________

DI BANDAR ITU

/y

 

Di bandar itu

kapal-kapal telah angkat jangkar

meninggalkan riak ombak

dan bekas jari kita di besi tambat

 

aroma muara yang asing

dan angin bergaram 

mengekalkannya dengan karat

 

Di bandar itu 

kapal datang, kapal pergi

seperti Desember ini

 

Ada sesuatu harus kita catat 

mungkin sebuah puisi 

 

Desember 2024

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ada Apa Gerangan? Pemikir Revolusioner Tentang Aceh Berdiskusi dan Berekspresi di Halaman Jeda

31 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Indra Adhari Rilis ‘Lima Tahun’ Dimomen HUT RI: September Rilis Single di Label Internasional Malaysia!

31 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Sempat Memanas Gegara Lagu, Valdy Nyonk dan Ecko Show Akhirnya Berdamai

30 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Gubernur Jateng Mengingatkan DCF 2026 Agar Menjaga Identitas Daerah

30 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Aset Master Lagu Diduga Dialihkan Tanpa Izin, Valdy Nyong Somasi Label Ide Timur 

30 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Sastra Semesta #16 Rayakan 7 Tahun, Komunitas Seni Didorong Jadi Penggerak Pemajuan Kebudayaan

29 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

“Jakarta Kulminasi”, Lima Bola Besar Tandai Momentum 500 Tahun Jakarta

28 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Film Black Coffee Angkat Perjuangan Tunanetra dan Budaya Gayo ke Layar Lebar

28 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Tanta Ginting Tertantang Perankan Tan Malaka, Belajar Sejarah hingga Bangun Chemistry dengan Arswendy Bening Swara

27 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Trending di SENI BUDAYA