Menu ✖

Mode Gelap
Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

SENI BUDAYA

Sastra Masuk Sekolah Hadir di SMA Negeri 71 Jakarta, Siswa Dilatih Menulis Puisi dan Cerpen

badge-check


 Sastra Masuk Sekolah Hadir di SMA Negeri 71 Jakarta, Siswa Dilatih Menulis Puisi dan Cerpen Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Dunia sastra diperkenalkan lebih dekat kepada siswa SMA Negeri 71 Jakarta melalui program Sastra Masuk Sekolah yang digelar Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Senin (20/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, penyair Fikar W. Eda memberikan pelatihan menulis puisi kepada para siswa. Sementara itu, sastrawan Kurnia Effendi atau yang akrab disapa Mas Kef, membimbing siswa dalam mengembangkan kemampuan menulis cerita pendek.

Imam Maarif dari Komite Sastra DKJ mengatakan, program Sastra Masuk Sekolah dilaksanakan di 10 sekolah menengah atas di Jakarta. Masing-masing sekolah mendapatkan pendampingan dari penyair dan cerpenis yang memberikan pembelajaran sekaligus berbagi pengalaman kreatif kepada para siswa.

“Ada 10 sekolah menengah atas di Jakarta yang ambil bagian dalam program ini, melibatkan 10 penyair dan 10 cerpenis,” kata Imam.

Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan minat sekaligus kemampuan siswa dalam menulis dan mengapresiasi karya sastra.

“Kita harapkan melalui program ini pengetahuan siswa dalam menulis puisi dan cerita pendek semakin berkembang,” ujarnya.

Dalam kelas menulis puisi, Fikar W. Eda memperkenalkan berbagai teknik dasar penulisan puisi serta hal-hal yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya sebuah karya.

Menurut Fikar, puisi tidak selalu lahir dari ruang imajinasi semata. Sebuah puisi dapat tumbuh dari pengalaman personal, lingkungan sosial, sejarah, tradisi, maupun berbagai peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.

Ia kemudian mengajak para siswa melihat pengalaman masyarakat Simeulue, Aceh, dalam menghadapi bencana tsunami pada 2004. Fikar menjelaskan bagaimana tradisi lisan Nandong-Smong menjadi bagian dari pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat Simeulue dalam mengenali tanda-tanda tsunami.

Pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun tersebut membantu masyarakat Simeulue memahami gejala alam dan menyelamatkan diri ketika tsunami melanda Aceh pada 2004.

“Puisi tidak lahir dari ruang kosong. Ia dapat tumbuh dari pengalaman, ingatan, lingkungan, tradisi, dan berbagai peristiwa yang dialami manusia,” ujar Fikar.

Dalam praktik menulis, para siswa diajak mengamati lingkungan sekitar, menggali pengalaman pribadi, kemudian mengolah berbagai temuan tersebut menjadi gagasan dan bahasa puitik.

Sementara itu, Kurnia Effendi memberikan pembekalan mengenai teknik menulis cerita pendek. Para siswa diperkenalkan pada tahapan menemukan ide cerita, membangun karakter tokoh, mengembangkan konflik, hingga menyusun alur yang mampu membuat cerita menjadi menarik.

Program Sastra Masuk Sekolah menjadi ruang perjumpaan antara siswa dan para sastrawan. Kehadiran penyair dan cerpenis secara langsung di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membuka wawasan siswa mengenai proses kreatif di balik lahirnya sebuah karya sastra.

Melalui program ini, sastra diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran di ruang kelas, melainkan tumbuh sebagai pengalaman kreatif yang dekat dengan kehidupan dan keseharian para siswa.*** (Dulloh)

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM