Menu ✖

Mode Gelap
Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini Kemenhub Pastikan Fuel Surcharge Penerbangan Domestik November 2026 Tetap 40% Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media Formas dan BNPB Bahas Uji Coba Kembali Cairan Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan

RAGAM

SBY Dorong Diplomasi Global, Peringatkan Dunia di Ambang Krisis Besar

badge-check


 SBY Dorong Diplomasi Global, Peringatkan Dunia di Ambang Krisis Besar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menilai dunia sedang bergerak ke arah yang berbahaya. Ketegangan geopolitik yang meningkat, menurut dia, memperlihatkan pola klasik yang pernah mendahului dua perang besar abad ke-20. Bedanya, kali ini ancamannya jauh lebih destruktif karena melibatkan senjata nuklir.

Melalui akun media sosial X, Senin, 19 Januari 2026, SBY menyampaikan kegelisahannya atas arah politik global yang dinilainya semakin keras dan konfrontatif. Ia menyebut tanda-tanda menuju Perang Dunia III kian nyata, meski masih bisa dicegah jika negara-negara besar memilih jalur rasional.

SBY mengamati kemunculan pemimpin-pemimpin dunia dengan kecenderungan agresif, pembentukan blok-blok kekuatan yang saling berhadapan, serta perlombaan senjata yang masif. Situasi ini, kata dia, mengingatkan pada atmosfer menjelang Perang Dunia I dan II.

“Perang Dunia Ketiga sangat mungkin terjadi. Tapi kehancuran itu bukan takdir yang tak bisa dihindari,” tulisnya.

Mantan ketua umum Partai Demokrat itu juga mengingatkan konsekuensi ekstrem jika konflik global bereskalasi menjadi perang nuklir. Berdasarkan berbagai kajian strategis, ia menyebut lebih dari lima miliar manusia berpotensi menjadi korban—sebuah angka yang berarti runtuhnya peradaban modern.

Namun SBY menolak sikap pasrah. Ia menegaskan bahwa doa, tanpa kerja politik dan diplomasi nyata, tidak akan cukup menyelamatkan dunia. Menurutnya, tanggung jawab utama berada di tangan para pemimpin negara dan institusi global.

Dalam konteks itu, SBY mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk tidak bersikap pasif. Ia mengusulkan digelarnya Sidang Umum Darurat PBB guna mempertemukan para pemimpin dunia dan merumuskan langkah konkret pencegahan konflik berskala global.

“PBB mungkin tidak maha kuasa, tapi pembiaran hanya akan membuat sejarah kembali berulang,” ujarnya.

SBY menyadari seruan tersebut bisa saja diabaikan oleh kekuatan besar dunia. Namun, menurut dia, sejarah sering berawal dari suara yang dianggap sepi. “Jika ada kemauan, selalu ada jalan,” katanya.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan

2 November 2026 - 20:10 WIB

Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

2 November 2026 - 20:03 WIB

Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media

2 November 2026 - 15:53 WIB

Formas dan BNPB Bahas Uji Coba Kembali Cairan Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan

2 November 2026 - 14:19 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pendidikan Politik Kewarganegaraan, Diikuti 300 Peserta dari Berbagai Kecamatan di Kabupaten Bogor

2 November 2026 - 13:22 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Trending di NASIONAL