Wartatrans.com, JAKARTA — Komunitas Dapur Sastra Jakarta bersama Yayasan Teras Budaya Jakarta kembali menggelar Forum Diskusi Meja Panjang Tahun IV/2026 sebagai ruang silaturahmi budaya, pertukaran gagasan, serta refleksi kebangsaan melalui sastra Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026 pukul 14.00 WIB ini diselenggarakan di Balai Sastra PDS HB Jassin Lantai 4, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Mengangkat tema “Semangat Kebangkitan Bangsa Dalam Sastra Indonesia Kini”, forum ini menjadi momentum penting untuk membicarakan kembali posisi sastra sebagai kekuatan moral, budaya, dan kebangsaan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Sastra tidak hanya dipahami sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai ruang kesadaran sosial yang merekam perjalanan bangsa, pergulatan masyarakat, hingga harapan masa depan Indonesia.

Acara dibuka oleh MC dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai simbol penghormatan terhadap semangat persatuan dan kebangsaan. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Komunitas Dapur Sastra Jakarta, kemudian dilanjutkan sambutan dari Diki Lukman mewakili PDS HB Jassin. Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Yayasan Teras Budaya Jakarta, Dr. Mustari Irawan atau Irawan Sandya Wiraatmaja.
Dalam kesempatan tersebut, para pendiri Yayasan Teras Budaya Jakarta turut diminta tampil ke depan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjaga ruang kebudayaan dan literasi. Mereka adalah Dr. Sunu Wasono, Nestor Rico Tambunan, Ewith Bahar, dan Remmy Novaris DM, sementara Dr. Mustari Irawan tetap berada di tempat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian copy sertifikat akta kepada para pendiri yayasan sebagai simbol penghargaan dan penguatan legalitas lembaga budaya tersebut. Suasana semakin khidmat ketika doa dipimpin oleh Yahya Andi Saputra, sebelum dilakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada para pendiri yayasan sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan.
Tidak hanya menghadirkan forum diskusi, kegiatan ini juga diramaikan dengan hiburan pembacaan puisi oleh Sharen, Jack Al Gozali, Nanang R Supriyatin, dan Ujang Kasarung. Penampilan para pembaca puisi menjadi penanda bahwa sastra tetap hidup melalui suara-suara kreatif yang merawat kepekaan sosial dan kemanusiaan.
Memasuki sesi utama, MC kemudian mempersilakan moderator mengambil alih forum diskusi. Moderator memberikan pengantar mengenai tema serta biodata singkat para pembicara sebelum diskusi berlangsung secara terbuka dan dinamis. Dalam forum ini, para pembicara membahas bagaimana sastra Indonesia masa kini masih menyimpan semangat kebangkitan bangsa, baik melalui puisi, cerpen, novel, maupun berbagai bentuk ekspresi sastra lainnya.
Diskusi ini juga menyoroti tantangan sastra di era digital, ketika arus informasi bergerak sangat cepat dan budaya populer sering kali menggeser ruang refleksi yang mendalam. Namun demikian, sastra diyakini tetap memiliki kekuatan untuk menjaga identitas bangsa, memperkuat daya kritis masyarakat, dan menumbuhkan kesadaran budaya pada generasi muda.
Setelah sesi diskusi selesai, moderator kembali menyerahkan forum kepada MC untuk menutup acara. Seluruh peserta kemudian diajak melakukan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolektif dalam merawat kebudayaan Indonesia melalui sastra.
Forum Diskusi Meja Panjang ini diharapkan menjadi ruang berkelanjutan bagi lahirnya pemikiran-pemikiran baru, dialog kebudayaan, serta penguatan jejaring antar pegiat sastra dan budaya di Indonesia. Di tengah perubahan zaman, sastra tetap hadir sebagai suara nurani bangsa yang menjaga ingatan, identitas, dan harapan Indonesia.*** (Daus)


























