Menu ✖

Mode Gelap
KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

SENI BUDAYA

Show Art Delapan Bulan Pascabencana Aceh: Meraih Mimpi, Menumbuhkan Harapan Lewat Lukisan di Atas Kaos

badge-check


 Show Art Delapan Bulan Pascabencana Aceh: Meraih Mimpi, Menumbuhkan Harapan Lewat Lukisan di Atas Kaos Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Delapan bulan setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh, semangat untuk bangkit terus tumbuh di tengah masyarakat. Upaya pemulihan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik dan penguatan ekonomi, tetapi juga melalui seni dan kreativitas.

Semangat tersebut akan diwujudkan melalui kegiatan “Show Art: Meraih Mimpi, Menumbuhkan Harapan”, yang digelar pada Sabtu malam Minggu, 25 Juli 2026, di pelataran Toko Olexs Kaos Aceh, kawasan Penayong, Kutaraja, Banda Aceh, tepatnya di samping Bakso Kojex.

Kegiatan ini menghadirkan konsep pertunjukan seni rupa yang unik. Sejumlah seniman akan melukis secara langsung di atas kaos, sehingga masyarakat dapat menyaksikan proses lahirnya sebuah karya seni dari dekat.

Show Art tidak sekadar menjadi pertunjukan melukis, tetapi juga membawa pesan bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang bagi para seniman untuk terus berkarya.

Dalam konsep ini, kaos dipilih sebagai media ekspresi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Jika lukisan biasanya dinikmati di ruang galeri atau museum, karya yang dituangkan di atas kaos dapat menjadi sebuah “pameran berjalan” yang dibawa oleh pemakainya ke berbagai tempat.

Seni pun diharapkan tidak lagi terbatas pada ruang-ruang pamer, tetapi dapat hadir di jalanan, pusat keramaian, hingga dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Tiga pelukis akan membuka rangkaian Show Art perdana tersebut, yakni Iswadi Basri, Olexs, dan Kamar Agam. Ketiganya akan memperlihatkan secara langsung proses kreatif melukis di atas kaos, mulai dari goresan awal hingga menjadi karya yang siap dikenakan.

Pengunjung juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para seniman. Mereka dapat berdiskusi mengenai proses kreatif, makna karya, maupun perkembangan seni rupa di Aceh.

Menariknya, pengunjung yang hadir juga dapat memesan secara langsung kaos dengan desain atau lukisan sesuai keinginan. Pesanan tersebut nantinya dapat dituangkan oleh para seniman ke atas kaos sebagai karya personal yang memiliki nilai seni dan cerita tersendiri.

Dengan konsep tersebut, Show Art diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang edukasi, apresiasi, interaksi, dan transaksi kreatif antara seniman dengan masyarakat.

Kegiatan ini dirancang untuk berlangsung secara berkelanjutan. Setelah pelaksanaan perdana pada 25 Juli 2026, kegiatan melukis di atas kaos akan digelar secara rutin setiap Sabtu malam Minggu dengan menghadirkan pelukis-pelukis Aceh lainnya.

Ke depan, Show Art diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, pelaku usaha kreatif, komunitas, dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan inspiratif.

Selain memperkenalkan karya seni kepada masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi kreatif bagi para pelukis. Karya seni tidak hanya dipajang untuk dinikmati, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus memperluas apresiasi dan pasar seni rupa Aceh.

Penyelenggaraan Show Art mendapat dukungan dari Komunitas Apotek Wareuna, Sanggar Lukis Atelier, Olexs Kaos Aceh, serta sejumlah sponsor yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan seni dan ekonomi kreatif di Aceh.

Melalui tema “Meraih Mimpi, Menumbuhkan Harapan”, para seniman ingin menunjukkan bahwa bencana tidak akan mampu memadamkan kreativitas. Justru dari keterbatasan dapat lahir inovasi dan semangat baru.

Setiap sapuan warna di atas kaos diharapkan menjadi simbol optimisme. Dari seni, tumbuh harapan. Dari kreativitas, lahir peluang. Dan dari karya para seniman, muncul semangat bahwa seni rupa Aceh akan terus bergerak, terus berkarya, dan terus hadir di tengah masyarakat dalam perjalanan menuju kebangkitan bersama.*** (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM