Wartatrans.com, BOGOR — Keluarga besar Koperasi Nahma Gayo Raya Cabang Bogor menggelar agenda silaturahmi dan buka puasa bersama pada Senin, 25 Mei 2026, bertempat di kediaman H. Sulaiman, Kampung Sawah, belakang Masjid Jami, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai tersebut dihadiri oleh para anggota koperasi, tokoh masyarakat Gayo, serta sejumlah perwakilan komunitas perantau asal Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Ketua Koperasi Nahma Gayo Raya Cabang Bogor, Miko Salman Gayo, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan masyarakat Gayo di tanah rantau sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah asal.
Acara dikemas dalam suasana kekeluargaan dengan agenda silaturahmi, diskusi santai sambil ngopi bersama, serta buka puasa Arafah bagi para anggota yang menjalankan ibadah puasa sunnah menjelang Hari Raya Iduladha.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga membahas rencana pelaksanaan seminar budaya dan pertemuan konsolidasi yang akan mempertemukan para tokoh, ahli sejarah Tanoh Gayo dan Aceh, serta empat bupati dari wilayah dataran tinggi Aceh.
Pertemuan tersebut direncanakan menjadi forum pembahasan mengenai asal-usul dan silsilah suku Gayo dan Aceh, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman sejarah, budaya, serta hubungan kekerabatan masyarakat Aceh dan Gayo.
Agenda itu disebut sejalan dengan pidato Gubernur Aceh saat awal menjabat sebagai Gubernur Aceh, yang mendorong pentingnya penguatan kajian sejarah dan identitas masyarakat Aceh secara menyeluruh.
Tokoh pemuda Gayo di Bogor, Putra Gara, turut menyampaikan dukungannya terhadap agenda budaya tersebut. Menurutnya, generasi muda Gayo di perantauan memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan ikut berkontribusi dalam memperkuat nilai sejarah serta identitas masyarakat Gayo dan Aceh.
Menurut sejumlah tokoh yang hadir, kegiatan itu diharapkan menjadi wadah konsolidasi masyarakat sekaligus ruang dialog budaya dan sejarah agar hubungan persaudaraan masyarakat Aceh dan Gayo semakin erat dan harmonis.
Silaturahmi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan hingga malam hari, ditutup dengan doa bersama demi keberkahan masyarakat Gayo dan Aceh di masa mendatang.*** (Adi Jantar)

























