Menu

Mode Gelap
Mualeem Buka Suara: Rotasi Sekda Disebut sebagai Langkah Penyegaran Pemerintahan Aceh Dipimpin Wahyoe Winarto, DPC Partai Demokrat Semarang Sukses Adakan Lomba Kerakyatan FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT Semarak Kemerdekaan di Duta Mekar Asri, Warga RW 18 Cileungsi Tunjukkan Kekompakan Lewat Senam dan Karnaval Dalam Rangka Memperingati Perayaan 17 Agustus, KEMALA Jabodetabek Ziarah ke Makam Tjut Nyak Dien M. Nasir Berakhir di Kursi Sekda Aceh, Keppres Prabowo Membuka Babak Baru Pemerintahan Aceh

BANDARA

Soekarno-Hatta Dibidik Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Dunia pada 2029

badge-check


 Soekarno-Hatta Dibidik Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Dunia pada 2029 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029. Target tersebut dinilai memungkinkan seiring tren peningkatan peringkat Soetta dalam pemeringkatan bandara dunia versi Skytrax.

Pernyataan itu disampaikan AHY saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut AHY, Soetta menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari peringkat 51 dunia pada 2022, bandara terbesar di Indonesia itu naik ke posisi 25 pada 2025 dan kembali meningkat ke peringkat 22 pada 2026.

“Proyeksi kita di 2027, 2028, 2029, kenapa tidak kita punya ambisi untuk masuk ke 10 besar. Saya pikir ini feasible, bukan sesuatu yang terlalu jauh dari jangkauan kita,” ujar AHY.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta sejumlah pejabat terkait. Pemerintah membahas tiga agenda utama, yakni penyusunan landasan hukum, penyusunan rencana aksi khusus untuk Soetta, serta mekanisme monitoring dan evaluasi bandara internasional.

 

Tantangan Bukan Lagi Infrastruktur

Meski optimistis, berbagai tantangan masih membayangi ambisi tersebut. Data operasional menunjukkan Soetta sempat melayani 63 juta penumpang pada 2019 sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, pendapatan non-aeronautika seperti retail, parkir, dan penyewaan ruang menyumbang sekitar 58 persen dari total pendapatan Angkasa Pura II.

Namun pandemi membuat jumlah penumpang turun drastis hingga sekitar 21 juta pada 2020–2021. Memasuki masa pemulihan, Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat jumlah penumpang pada 2024 mencapai 53 juta orang atau sekitar 84 persen dari level sebelum pandemi.

Meski demikian, struktur pasar berubah. Penerbangan domestik kini mendominasi hingga 78 persen, sementara trafik internasional yang memiliki margin lebih tinggi belum sepenuhnya pulih dan masih berada sekitar 65 persen dibandingkan capaian 2019.

Kondisi tersebut membuat pendapatan per penumpang (revenue per passenger) belum kembali ke level pra-pandemi. Di sisi lain, pertumbuhan pasar domestik juga mulai melambat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan penumpang domestik hanya 4,1 persen secara tahunan, turun dibandingkan 11,3 persen pada 2023.

 

Koordinasi Lintas Instansi Jadi Sorotan

Persoalan utama yang dihadapi Soetta saat ini dinilai bukan lagi kapasitas terminal, melainkan tingginya biaya transaksi dan waktu proses layanan. Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 2025 menemukan sejumlah inefisiensi yang berasal dari tumpang tindih layanan lintas instansi.

AHY mengakui bahwa kelemahan utama terletak pada aspek tata kelola dan koordinasi antarpemangku kepentingan.

“Permasalahan utama adalah belum optimalnya tata kelola kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” katanya.

Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Taufik Mulyono, menilai peningkatan peringkat dari posisi 22 ke 10 dunia membutuhkan perbaikan yang lebih mendasar pada kualitas layanan.

“Naik dari peringkat 22 ke 10 bukan soal menambah terminal. Itu soal waktu proses, keterintegrasian data, dan keandalan Kereta Bandara. Saat ini penumpang masih terjebak di tiga titik, yakni antrean imigrasi, inkonsistensi ground handling, dan konektivitas Damri maupun Kereta Bandara yang belum real time,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa pembenahan pada aspek tersebut, posisi Soetta berpotensi stagnan di kisaran 15 hingga 20 besar dunia.

 

Fokus pada Integrasi dan Digitalisasi

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah berencana memperkuat konektivitas antarmoda transportasi menuju bandara, meningkatkan integrasi layanan, serta mempercepat transformasi digital, termasuk sistem pelaporan dan deklarasi penumpang.

Target pemerintah cukup ambisius, yakni meningkatkan posisi Soetta sebanyak 12 peringkat dalam tiga tahun ke depan agar mampu bersaing dengan bandara-bandara papan atas dunia seperti bandara di Doha, Hong Kong, dan Seoul.

Meski target telah ditetapkan, keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah membangun koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta menghadirkan layanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan efisien bagi pengguna jasa bandara.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

23 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Rute Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bakal Diterbangi dari Bandara Husein

22 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Bantu Korban Gempa NTT, Kemenhub Lepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan

21 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla di Kalimantan terhadap Operasional Penerbangan

21 Agustus 2026 - 15:40 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

20 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Bandara Ngurah Rai Bali Mulai Operasikan Jembatan Transfer Penumpang Antarterminal

19 Agustus 2026 - 15:29 WIB

GMF Rampungkan Modernisasi Hercules TNI AU Usia Operasional Bertambah hingga 20 Tahun

19 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Peringatan Hari Kemerdekaan RI, Kemenhub Jamin Akses Transportasi di Daerah Terdampak Bencana

17 Agustus 2026 - 22:08 WIB

GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun

17 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Besok, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Berkumandang Serentak di 37 Bandara InJourney Airports

16 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Trending di BANDARA