Wartatrans.com, BANYUWANGI – Libur sekolah telah tiba. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat penanganan kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang melalui optimalisasi operasional pelabuhan dan armada penyeberangan.
Hingga Rabu (24/6/2026), antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang terpantau mencapai sekitar lima kilometer.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa akibat kepadatan yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
“Kami memahami tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah sekaligus ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kepadatan di Pelabuhan Ketapang. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas kondisi yang terjadi. ASDP bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan terus bekerja keras mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mempercepat normalisasi layanan dan memastikan arus penyeberangan tetap berjalan optimal,” urai Heru, Kamis (25/6/2026).
Sebagai langkah percepatan layanan, ASDP mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna memperlancar arus penyeberangan serta memastikan layanan tetap berjalan aman, lancar, dan andal bagi pengguna jasa.
Kepadatan kendaraan mulai terjadi sejak Ahad (21/6) yang dipengaruhi kombinasi sejumlah faktor.
Selain meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah, operasional penyeberangan juga menghadapi tantangan kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang memerlukan peningkatan kewaspadaan.
Terjadinya peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang, terutama pada malam hari, mengharuskan dilakukan penyesuaian proses bongkar muat kapal untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran tetap terjaga.
Di sisi lain, volume kendaraan yang menyeberang mengalami peningkatan signifikan. Pada Minggu (21/6), jumlah kendaraan yang dilayani mencapai 9.571 unit atau meningkat 23 persen dibandingkan realisasi hari sebelumnya sebanyak 7.769 unit.
Lonjakan tertinggi berasal dari kendaraan pribadi roda empat yang meningkat 30 persen, dari 1.681 unit menjadi 2.188 unit. Kondisi tersebut turut dipengaruhi adanya gangguan operasional pada dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP yang menyebabkan sebagian layanan kendaraan angkutan barang dialihkan ke kapal ferry reguler.
“Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan, ASDP mengoptimalkan operasional seluruh fasilitas pelabuhan dan armada yang tersedia. Operasional di Dermaga Moveable Bridge (MB) berjalan normal dengan dukungan 30 kapal,” ucap Heru.
Sementara itu, layanan di Dermaga Bulusan tetap berjalan normal dengan dukungan tambahan KMP Portlink VII guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan.
ASDP juga mengoperasikan satu unit kapal pada dermaga Landing Craft Machine (LCM) dengan skema full TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat) guna mempercepat pergerakan kendaraan angkutan barang.
Selain itu, KMP Prathita dioperasikan pada dermaga ponton untuk membantu mengurai antrean kendaraan roda dua yang mengalami peningkatan selama masa libur sekolah.
Prioritas Kelancaran Liburan
Penyesuaian pola layanan turut dilakukan sebagai respons atas gangguan operasional dua kapal LDF milik PT ALP.
Dalam kondisi tersebut, sebagian kendaraan angkutan barang dialihkan ke layanan ferry reguler.
Meski demikian, ASDP tetap memprioritaskan kelancaran layanan bagi kendaraan pribadi dan bus guna menjaga mobilitas masyarakat yang tengah memanfaatkan momentum liburan.
Hingga saat ini, ASDP bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan terus mengoptimalkan layanan penyeberangan melalui pengoperasian hingga 29 armada kapal guna mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang.
Berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan menunjukkan hasil positif, ditandai dengan berangsur terurainya kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang.
Hingga Kamis (25/6) siang, panjang antrean tercatat menurun menjadi sekitar 2,5 kilometer, jauh lebih terkendali dibandingkan kondisi sebelumnya.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan, selain melakukan optimalisasi operasional, ASDP juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program stimulus tarif yang diberikan pemerintah selama periode libur sekolah.
Program tersebut berlaku di 14 pelabuhan pada tujuh lintasan strategis nasional, termasuk lintasan Ketapang–Gilimanuk.
“Melalui program ini, pengguna jasa memeroleh diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan yang secara rata-rata setara dengan pengurangan sekitar 21,9 persen dari total tarif tiket penyeberangan,” ungkapnya.
Program berlaku untuk perjalanan dengan jadwal keberangkatan mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, melakukan pembelian tiket lebih awal melalui Ferizy, serta memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan. Pengguna jasa juga diharapkan datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket agar dapat meminimalisasi kepadatan di area pelabuhan,” jelas Windy.
Dengan dukungan armada, pelabuhan, kesiapsiagaan personel, serta sinergi yang kuat dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen terus melakukan pemantauan dan evaluasi operasional secara berkala guna memastikan kelancaran layanan penyeberangan dan menjaga konektivitas masyarakat selama periode libur sekolah tetap terlayani secara aman, andal, dan optimal. (omy)





























