Wartatrans.com, JAKARTA — Produsen smartphone TECNO memperluas kerja sama dengan Google untuk mendorong adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Melalui program terbaru, pengguna sejumlah perangkat TECNO akan memperoleh akses Google AI Plus paket penyimpanan 2 terabyte secara gratis selama tiga bulan.
Program tersebut berlaku mulai 14 Mei 2026 hingga 6 Juni 2027 dan ditujukan bagi pengguna perangkat TECNO tertentu, termasuk seri CAMON 50, SPARK 50, dan SPARK Go 3. Model-model baru yang diluncurkan TECNO sepanjang 2026 juga akan masuk dalam program yang sama.

Google AI Plus menawarkan sejumlah layanan berbasis AI dan komputasi awan. Selain penyimpanan cloud 2 TB yang terintegrasi dengan Google Drive, Gmail, dan Google Foto, pengguna juga dapat memanfaatkan Gemini di Gmail untuk membantu menyusun surat elektronik, merangkum percakapan, hingga membuat jadwal secara otomatis.
Paket tersebut juga mencakup Nano Banana 2, perangkat AI generatif untuk membuat dan mengedit gambar langsung melalui ponsel, serta akses ke Gemini dan NotebookLM yang dirancang untuk mendukung aktivitas belajar dan riset.
Distribusi layanan dilakukan secara bertahap melalui pembaruan over-the-air (OTA) sejak 25 Mei 2026. Pengguna dapat mengaktifkan layanan melalui aplikasi Gemini atau Google One dengan menambahkan metode pembayaran yang valid. Langganan dapat dibatalkan kapan saja selama masa uji coba berlangsung.
Setelah periode gratis berakhir, biaya berlangganan akan mengikuti tarif standar Google AI Plus 2 TB yang berlaku di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi TECNO untuk memperluas penggunaan fitur AI pada segmen smartphone entry-level hingga menengah. Segmen ini selama beberapa tahun terakhir menjadi pasar utama perusahaan di Indonesia.
Berdasarkan data industri hingga kuartal ketiga 2026, TECNO masih berada di kelompok lima besar merek smartphone di Indonesia. Seri Spark dan Pova yang berada pada rentang harga Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta disebut menjadi kontributor utama penjualan perusahaan. Sementara itu, seri Camon mulai memperkuat posisinya di segmen Rp 3 juta hingga Rp 5 juta dengan mengandalkan kemampuan kamera dan fitur AI.
Perusahaan juga terus memperluas layanan purna jual melalui jaringan pusat servis di berbagai provinsi. Di sisi manufaktur, TECNO mengoperasikan fasilitas produksi di Cikarang untuk memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekaligus menjaga daya saing harga.
Manajemen TECNO Indonesia menyatakan kolaborasi dengan Google merupakan bagian dari pengembangan ekosistem TECNO AI yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna lokal. Perusahaan menargetkan teknologi AI generatif dapat diakses lebih luas, termasuk oleh pengguna smartphone di kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta.
Melalui kerja sama tersebut, TECNO dan Google berharap pemanfaatan teknologi AI tidak lagi terbatas pada perangkat kelas premium, melainkan dapat digunakan oleh lebih banyak konsumen untuk mendukung pekerjaan, pembelajaran, dan aktivitas kreatif sehari-hari.*** (Artha Tidar)


























