Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

Uncategorized

War on Drugs for Humanity Libatkan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong

badge-check


 War on Drugs for Humanity Libatkan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong Perbesar

Wartatrans.com, ACEH – Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa gerakan War on Drugs for Humanity di Aceh harus melibatkan kekuatan adat, agama, dan masyarakat gampong sebagai benteng utama dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Menurut Dedy, amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sejalan dengan falsafah Aceh “adat ngon syariat lagee zat ngon sifeut”, yang menempatkan adat dan syariat sebagai satu kesatuan dalam kehidupan masyarakat.

“Tokoh adat, tokoh agama, generasi muda, dan keluarga memiliki peran strategis sebagai pageu gampong untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, kearifan lokal Aceh melalui reusam, suloh, dan pembinaan berbasis meunasah dapat menjadi pendekatan humanis dalam pencegahan, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial korban penyalahgunaan narkoba.

Dedy menegaskan, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi antara pemerintah, BNN, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat.

“War on Drugs for Humanity adalah gerakan bersama untuk menyelamatkan manusia. Karena itu, masyarakat adat harus menjadi mitra utama dalam membangun ketahanan sosial dan melindungi generasi muda Aceh dari bahaya narkoba,” katanya.

Ia berharap penguatan nilai-nilai adat dan syariat Islam dapat membuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di Aceh.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM