Menu ✖

Mode Gelap
Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah

Uncategorized

War on Drugs for Humanity Libatkan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong

badge-check


 War on Drugs for Humanity Libatkan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong Perbesar

Wartatrans.com, ACEH – Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa gerakan War on Drugs for Humanity di Aceh harus melibatkan kekuatan adat, agama, dan masyarakat gampong sebagai benteng utama dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Menurut Dedy, amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sejalan dengan falsafah Aceh “adat ngon syariat lagee zat ngon sifeut”, yang menempatkan adat dan syariat sebagai satu kesatuan dalam kehidupan masyarakat.

“Tokoh adat, tokoh agama, generasi muda, dan keluarga memiliki peran strategis sebagai pageu gampong untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, kearifan lokal Aceh melalui reusam, suloh, dan pembinaan berbasis meunasah dapat menjadi pendekatan humanis dalam pencegahan, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial korban penyalahgunaan narkoba.

Dedy menegaskan, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi antara pemerintah, BNN, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat.

“War on Drugs for Humanity adalah gerakan bersama untuk menyelamatkan manusia. Karena itu, masyarakat adat harus menjadi mitra utama dalam membangun ketahanan sosial dan melindungi generasi muda Aceh dari bahaya narkoba,” katanya.

Ia berharap penguatan nilai-nilai adat dan syariat Islam dapat membuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di Aceh.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Trending di RAGAM