Menu

Mode Gelap
KAI Daop 1 Jakarta Bersih Lintas, Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api dan Kelestarian Lingkungan War on Drugs for Humanity Libatkan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong Terminal Kijing Mulai Operasikan Layanan Peti Kemas, Siap Jadi Motor Penggerak Logistik Kalimantan Barat BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Agustus 2026 KAI Luncurkan Space by KAI, Bidik Optimalisasi Aset dan Pendapatan Non-Farebox Rp320 Miliar AirNav Hadirkan ASO, Akses Kesehatan Karyawan hingga ke Daerah 3T Makin Mudah

Uncategorized

War on Drugs for Humanity Libatkan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong

badge-check


 War on Drugs for Humanity Libatkan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong Perbesar

Wartatrans.com, ACEH – Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa gerakan War on Drugs for Humanity di Aceh harus melibatkan kekuatan adat, agama, dan masyarakat gampong sebagai benteng utama dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Menurut Dedy, amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sejalan dengan falsafah Aceh “adat ngon syariat lagee zat ngon sifeut”, yang menempatkan adat dan syariat sebagai satu kesatuan dalam kehidupan masyarakat.

“Tokoh adat, tokoh agama, generasi muda, dan keluarga memiliki peran strategis sebagai pageu gampong untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, kearifan lokal Aceh melalui reusam, suloh, dan pembinaan berbasis meunasah dapat menjadi pendekatan humanis dalam pencegahan, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial korban penyalahgunaan narkoba.

Dedy menegaskan, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi antara pemerintah, BNN, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat.

“War on Drugs for Humanity adalah gerakan bersama untuk menyelamatkan manusia. Karena itu, masyarakat adat harus menjadi mitra utama dalam membangun ketahanan sosial dan melindungi generasi muda Aceh dari bahaya narkoba,” katanya.

Ia berharap penguatan nilai-nilai adat dan syariat Islam dapat membuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di Aceh.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terminal Kijing Mulai Operasikan Layanan Peti Kemas, Siap Jadi Motor Penggerak Logistik Kalimantan Barat

10 Juni 2026 - 15:52 WIB

Teror Dosa dan Pencarian Pengampunan dalam Film Horor Terbaru Karya Sondang Pratama

10 Juni 2026 - 11:28 WIB

Tradisi Mengaji Subuh Tetap Hidup di Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee

10 Juni 2026 - 10:50 WIB

Percikan Mutia: Menjadi Perempuan yang Tenang

10 Juni 2026 - 10:45 WIB

Enam Manuskrip Bersejarah Aceh Diduga Dikuasai Bangsawan Malaysia Selama 20 Tahun

10 Juni 2026 - 01:12 WIB

Vedra dan Felicia Banjir Pujian Saat Bawakan Tembang Milik Lesti Kejora dan King Nasar

9 Juni 2026 - 19:51 WIB

Pemkot Langsa Gelar Pasar Murah Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

Diskusi Sastra di TIM: Membaca Proses Kreatif di Balik “Mengapa Saya Berubah”

9 Juni 2026 - 18:23 WIB

Pelindo dan PT Pelabuhan Samudera Palaran Perkuat Tata Kelola Operasional Terminal Petikemas

9 Juni 2026 - 16:35 WIB

Public Expose Live 2026, IPCM Tegaskan Ketahanan Kinerja dan Percepat Akselerasi Pertumbuhan

9 Juni 2026 - 16:28 WIB

Trending di ANJUNGAN