Menu ✖

Mode Gelap
Tanzil Murda Hadirkan Ingatan Budaya Aceh Lewat Rampagoe: Peeling Time Terminal Kijing Perkuat Peran sebagai Simpul Logistik dan Perdagangan Strategis di Kalbar H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pengelolaan Sampah Jawa Barat Tuntas dari Hulu Hingga Hilir WASPADA ! Udara di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama Masuk Kategori BERBAHAYA pada 9 Oktober 2026 Di Tengah Kekeringan Hampir Empat Bulan, PUPR2KP  Alirkan Air Bersih ke Kampung Lusiferi PERADI: Kantor Hukum Tidak Boleh Menjadi Sarana Menampung atau Menyamarkan Dana Hasil Kejahatan

Uncategorized

Tradisi Mengaji Subuh Tetap Hidup di Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee

badge-check


 Tradisi Mengaji Subuh Tetap Hidup di Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee Perbesar

Wartatrans.com, REUBEE — Seusai azan dan shalat Subuh berjamaah berakhir, suasana di Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee belum benar-benar sepi. Jamaah yang baru menunaikan ibadah tidak segera pulang. Mereka tetap bertahan di dalam masjid untuk mengikuti pengajian rutin yang telah menjadi tradisi turun-temurun di kawasan Reubee.

Kegiatan yang berlangsung setiap pagi itu menjadi salah satu denyut kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Para jamaah duduk melingkar mendengarkan penjelasan kitab yang disampaikan secara bergantian oleh para tengku dan tokoh agama dari sejumlah gampong di sekitar Reubee.

Pengajian rutin tersebut kini diisi tujuh pemateri yang telah dijadwalkan berdasarkan hari. Tgk Baihaki, S.H.I. mengisi kajian setiap Jumat, Tgk Almahdi, S.H.I. pada Sabtu, Tgk Asymuni pada Minggu, Tgk Ibrahim pada Senin, Tgk Mukhtar pada Selasa, Tgk Syafi’e Hamzah pada Rabu, dan Tgk Al-Misri pada Kamis.

Tradisi ini bukan kegiatan baru. Menurut pengurus masjid, pengajian Subuh telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Reubee. Perintisnya adalah almarhum Tgk H. Muhammad Yusuf H. Ibrahim yang ketika itu menjabat sebagai khatib masjid. Ia dikenal aktif mengajak masyarakat memanfaatkan waktu pagi untuk memperdalam ilmu agama.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan oleh Tgk H. Mahyiddin Ahmad, pimpinan Dayah Darul Muta’allimin. Ketika kondisi kesehatannya mulai menurun, tongkat estafet pengajian berpindah kepada Tgk Almahdi, S.H.I., yang sejak 2017 juga menjabat sebagai Imam Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee.

 

Pada masa awal kepemimpinannya, Tgk Almahdi menjadi satu-satunya pemateri dalam pengajian Subuh. Sejumlah kitab klasik menjadi bahan kajian, mulai dari Adabul Insan fil Islamiyah, Jam’ul Jawami’, Tanbihul Ghafilin, hingga Siyarus Salikin Jilid I. Setelah itu, kajian berlanjut ke kitab Mathla’ul Badrain yang masih dipelajari hingga sekarang.

 

Perubahan mulai terlihat pada 2023 ketika Tgk Baihaki bergabung sebagai pengajar tetap. Ia mengisi kajian setiap Jumat dan Minggu dengan materi Siyarus Salikin Jilid II. Dua tahun kemudian, bersamaan dengan pergantian kepengurusan masjid, jumlah pengajar bertambah menjadi tujuh orang.

 

Tak hanya pengajian yang mengalami penguatan. Kepengurusan baru juga menambah jumlah imam rawatib dari dua menjadi enam orang untuk mendukung berbagai kegiatan kemakmuran masjid.

 

Menurut Tgk Almahdi, keberlangsungan pengajian rutin Subuh tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan para tokoh agama di Kemukiman Reubee. Ia berharap tradisi tersebut terus terjaga dan semakin diminati generasi muda.

 

“Pengajian ini merupakan sarana menuntut ilmu sekaligus menjaga masjid tetap hidup dengan kegiatan keagamaan. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang hadir dan memanfaatkan waktu pagi untuk belajar agama,” ujarnya.

Pengurus masjid berencana terus melakukan evaluasi dan pengembangan program agar pengajian tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bagi warga Reubee, pengajian Subuh bukan sekadar agenda rutin, melainkan warisan keilmuan yang menghubungkan generasi hari ini dengan tradisi para ulama yang telah lama tumbuh di daerah itu.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pengelolaan Sampah Jawa Barat Tuntas dari Hulu Hingga Hilir

8 Oktober 2026 - 10:59 WIB

WASPADA ! Udara di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama Masuk Kategori BERBAHAYA pada 9 Oktober 2026

8 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Di Tengah Kekeringan Hampir Empat Bulan, PUPR2KP  Alirkan Air Bersih ke Kampung Lusiferi

8 Oktober 2026 - 10:41 WIB

PERADI: Kantor Hukum Tidak Boleh Menjadi Sarana Menampung atau Menyamarkan Dana Hasil Kejahatan

8 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Trending di ANJUNGAN