Menu ✖

Mode Gelap
Satresnarkoba Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Narkotika, Sita Sabu Seberat 10,18 Gram di Darul Makmur Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat

RAGAM

Teknologi AI Pelengkap, Bukan Pengganti Reporter atau Editor

badge-check


 Hendry Ch Bangun Perbesar

Hendry Ch Bangun

Wartatrans.com, JAKARTA – Teknologi AI berperan besar dalam menangani pekerjaan yang bersifat pengulangan dan teknis. Mulai dari peringkasan informasi, pengolahan data, hingga penyusunan berita berbasis data yang sudah tersedia.

Meski demikian, survei juga menemukan adanya kekhawatiran penggunaan AI oleh reporter.

Menurut Ketua Dewan Pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat Hendry Ch Bangun, sejumlah media menilai penggunaan AI secara berlebihan dapat menurunkan ketajaman berpikir, mengganggu akurasi, dan berpotensi melanggar etika jurnalistik.

“AI masih diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti reporter atau editor,” tuturnya dalam Seminar Green Journalism 4.0 6 Tahun JMSI -FISIP Uhamla bertema Kolaborasi Teknologi AI dan Reporter di Kampus FISIP Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA, Jakarta Selatan, Selasa,(23/12/2025).

Pembicara lainnya, Irsyan Hasyim, Ketua AJI (Asosiasi Jurnalistik Indonesia) Jakarta juga hadir dalam seminar tersebut.

Acara seminar dibuka Wakil Dekan FISIP Uhamka Farida Hayati, yang mengharapkan hasil event ini dapat memperkaya mahasiswa seiring perkembangan teknologi AI yang makin canggih dan kompleks.

Sementara itu, mewakili Ketua Umum JMSI Pusat, Syarif Hidayatullah,Ketua Bidang Usaha JMSI Pusat mengatakan, event ini merupakan wujud kerjasama yang akan terus berlanjut.

Materi yang disampaikan Hendry, merupakan hasil survey yang dibuat khusus, di mana sejumlah respondennya merupakan media anggota JMSI.

Dalam paparannya, dia yang juga merupakan salah satu tokoh pers nasional tersebut mengatakan, kerja jurnalistik di lapangan tetap membutuhkan manusia untuk memastikan fakta, konteks, dan nilai berita.

Ke depan, lanjut Ketua PWI Pusat 2023-2025, peran AI dalam manajemen media diprediksi akan semakin besar.

“Namun, kualitas jurnalistik tetap ditentukan oleh kemampuan wartawan dalam berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan menjaga etika profesi,” ungkap dia.

Mengutip dari dive tech, peran AI dalam segala hal telah meningkat. AI telah merevolusi industri media khususnya penggunaan tugas bersifat pengulangan dan mengoptimalkan proses yang kompleks.

Al dapat menghasilkan teks,mengedit gambar sehingga wartawan bisa lebih fokus pada tugas yang bersifat kreatif dan analisis.

Di pihak lain nara sumber kedua, Irsyan menambahkan, peran jurnalisme lingkungan dinilai semakin my Z di tengah memburuknya krisis ekologis di Indonesia.

“Di saat yang sama, perkembangan teknologi kecerdasan buatan/AI menjadi kebutuhan baru bagi media. Meski demikian, reporter lapangan tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi,” tegasnya.

Jurnalisme lingkungan memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal kerusakan alam yang terjadi lebih cepat dibandingkan upaya pemulihannya.

Menurutnya, media harus melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap kebijakan publik yang berdampak pada lingkungan hidup.

“Jurnalisme lingkungan tidak hanya membahas isu alam semata, tetapi juga berkaitan dengan dimensi politik, ekonomi, dan sosial,” ujar Irsyan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satresnarkoba Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Narkotika, Sita Sabu Seberat 10,18 Gram di Darul Makmur

17 Oktober 2026 - 04:50 WIB

Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali

16 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

APPSI Kalbar Didorong Turun ke Pasar, Lindungi Pedagang dari Premanisme dan Beban Usaha

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Konsolidasi ke Jawa Tengah, BRSN DPP PKS Perkuat Koordinasi Program Join PKS

16 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Trending di RAGAM