Menu

Mode Gelap
Terjerat Pinjol hingga Perjanjian Iblis: Film Horor “Aku Harus Mati” Siap Menghantui Bioskop 2 April 2026 ASDP: Puncak Arus Balik Kedua dari Sumatera Diprediksi Akhir Pekan ini Terjadi Safety Hazard, Penerbangan GA-829 Singapura-Jakarta Ganti Armada Update Angleb 2026: Lebih 13 Juta Orang Gunakan Commuter Line di Wilayah Jabodetabek, Merak dan Sekitarnya Ekonomi Kerakyatan Laris Manis Saat Lebaran 2026, Okupansi KA Tambahan Tembus 124 Persen Rakor Sinergi Lintas Instansi, Antisipasi Lonjakan Arus Pasca Idul Fitri di Pelabuhan Tanjung Priok

Uncategorized

Tiket KA Reguler Lebaran Masih Tersedia, KAI Ajak Masyarakat Rencanakan Libur Lebaran Sejak Dini

badge-check


 Tiket KA Reguler Lebaran Masih Tersedia, KAI Ajak Masyarakat Rencanakan Libur Lebaran Sejak Dini Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa penjualan tiket kereta api reguler untuk masa Angkutan Lebaran 2026 terus bergerak positif seiring penerapan skema penjualan bertahap H-45. Skema ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan pilihan tanggal dan relasi yang lebih beragam.

Melalui pengaturan Angkutan Lebaran 2026, KAI membuka penjualan tiket secara bertahap mulai H-3, H-2, H-1, H1, hingga H2 Lebaran. Pola tersebut dirancang untuk memberi fleksibilitas waktu perjalanan sekaligus mendukung pengelolaan arus penumpang yang lebih seimbang di berbagai tanggal keberangkatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa hingga 5 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, total pemesanan tiket untuk periode 11 Maret hingga 22 Maret 2026 telah mencapai 496.967 tiket. Saat ini, pemesanan tiket baru dapat dilakukan hingga 22 Maret 2026 sesuai skema H-45, dan angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya penjualan.

Secara rinci, pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 tercatat 58.430 tiket telah terjual. Penjualan tiket H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026 mencapai 60.577 tiket. Untuk H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026, tiket yang telah dipesan mencapai 47.490 tiket. Sementara itu, pada H1 Lebaran atau 21 Maret 2026 tercatat 41.228 tiket telah terjual, dan pada H2 Lebaran atau 22 Maret 2026 sebanyak 39.802 tiket telah dipesan.

Berdasarkan data tersebut, H-3 dan H-2 Lebaran masih menjadi tanggal keberangkatan dengan tingkat pemesanan tertinggi. Meski demikian, KAI mencatat bahwa tiket pada tanggal lain di sekitar periode Lebaran masih tersedia dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif perjalanan bagi masyarakat.

Penerapan skema penjualan H-45 juga memungkinkan KAI mengelola pergerakan penumpang secara lebih proporsional. Dengan perencanaan sejak dini, pelanggan memiliki kesempatan lebih besar untuk memilih jadwal dan layanan kereta api reguler sesuai kebutuhan perjalanan masing-masing.

Anne menambahkan bahwa KAI terus menyiapkan langkah operasional untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran, termasuk rencana pengoperasian KA tambahan yang akan diumumkan setelah proses finalisasi. Di sisi lain, KAI melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana perkeretaapian, mencakup lokomotif dan rangkaian kereta, guna memastikan seluruh layanan berada dalam kondisi optimal saat melayani pelanggan pada periode puncak mudik dan balik.

Dalam rangka menjaga ketertiban layanan, sistem ticketing KAI menerapkan mekanisme pemesanan yang transparan dan terkontrol. Setiap tiket wajib menggunakan identitas asli penumpang dengan ketentuan satu identitas untuk satu nama. Proses boarding juga didukung pemanfaatan teknologi face recognition serta pembatasan transaksi per kode booking guna memastikan tiket digunakan oleh pelanggan yang berhak.

KAI mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, serta mitra resmi Online Travel Agent (OTA) yang bekerja sama dengan KAI, guna menghindari potensi penipuan dan memastikan keabsahan tiket perjalanan.

Selain itu, KAI menerapkan ketentuan khusus dalam pemesanan tiket rombongan untuk menjaga pemerataan akses bagi masyarakat. Alokasi tiket rombongan dibatasi maksimal 10 persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia, dengan prioritas utama diberikan kepada program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan berbagai instansi.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan transparansi. Dengan dukungan seluruh Insan KAI Group, kami ingin memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan kereta api berlangsung tertib, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat,” tutup Anne.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Update Angleb 2026: Lebih 13 Juta Orang Gunakan Commuter Line di Wilayah Jabodetabek, Merak dan Sekitarnya

26 Maret 2026 - 18:26 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Adakan Halalbihalal Sekaligus Konsolidasi Birokrasi

26 Maret 2026 - 14:55 WIB

Catatan Halimah Munawir: Mangga Persahabatan di Kairo

26 Maret 2026 - 10:09 WIB

Lebaran 2026 Mencapai Klimaks, Semua Moda Transportasi Alami Peningkatan Penumpang

25 Maret 2026 - 18:28 WIB

Puncak Sementara Angkutan Lebaran 2026, Penumpang Whoosh Tembus 24 Ribu dalam Sehari

25 Maret 2026 - 16:20 WIB

Lebih Dekat dengan Halimah Munawir

25 Maret 2026 - 02:06 WIB

Hari Terakhir Cuti Bersama, Volume Pengguna Commuter Line Menuju Jakarta Meningkat

24 Maret 2026 - 22:45 WIB

Ada Rekayasa Lalin Arus Balik Lebaran 2026 Disertai Diskon Tarif Tol, Simak Jadwalnya di Sini

22 Maret 2026 - 23:03 WIB

Arus Balik Mulai Terlihat, KAI Ajak Pelanggan Manfaatkan KALOG Express untuk Kirim Oleh-Oleh

22 Maret 2026 - 18:15 WIB

Semarang Marak Ledakan Petasan pada Lebaran 2026, Seorang Bocah Meninggal dan 5 Terluka

21 Maret 2026 - 15:59 WIB

Trending di RAGAM