Menu ✖

Mode Gelap
Chairil Gibran Ramadhan Perjuangkan Film Biografi Ismail Marzuki Menteri Agama hingga Pimpinan Pesantren Bakal Tampil di Festival Sarung dan Peci Santri 2026 Indonesia–India Luncurkan Koridor Kreatif Berbasis AI, Bidik Pasar Global IPCC Catat Laba Bersih Rp177,18 Miliar hingga Kuartal III 2026, Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Penumpang dan Awak Pesawat Selamat KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil

SENI BUDAYA

Terjerat Pinjol hingga Perjanjian Iblis: Film Horor “Aku Harus Mati” Siap Menghantui Bioskop 2 April 2026

badge-check


 Terjerat Pinjol hingga Perjanjian Iblis: Film Horor “Aku Harus Mati” Siap Menghantui Bioskop 2 April 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Rumah produksi Rollink Action resmi mengumumkan penayangan film horor terbaru mereka bertajuk Aku Harus Mati. Film yang mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat urban ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026.

Diproduseri oleh Irsan Yapto dan Nadya Yapto sebagai Eksekutif Produser, serta disutradarai oleh Hestu Saputra, film ini menawarkan horor yang tidak hanya menghadirkan teror visual, tetapi juga menggali sisi gelap ambisi manusia dalam mengejar validasi sosial.

“Aku Harus Mati adalah film horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan manusia modern. Fenomena ‘jual jiwa demi harta’ kini semakin nyata, di mana banyak orang rela mengorbankan diri hingga terlilit utang pinjol dan paylater,” ujar Irsan Yapto.

Sinopsis: Harga Sebuah Validasi

Naskah yang ditulis oleh Aroe Ama ini mengisahkan Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik. Demi mengejar kemewahan semu, ia terperosok dalam lingkaran utang pinjaman online dan paylater.

Dalam upaya menemukan kembali jati dirinya, Mala kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron) yang sudah ia anggap sebagai ayah.

Namun, ketenangan yang diharapkan berubah menjadi mimpi buruk. Setelah mata batinnya terbuka secara misterius, Mala mulai mengalami serangkaian kejadian mistis yang mengerikan. Ia dihadapkan pada rahasia kelam keluarganya—sebuah perjanjian dengan iblis yang menuntut tumbal nyawa orang-orang terdekat demi kesuksesan.

Film ini membawa penonton pada konflik batin yang intens, di mana Mala harus menghadapi pilihan mustahil: membayar harga yang mengerikan atau kehilangan segalanya.

“Film ini adalah refleksi dari fenomena ‘jual jiwa demi harta’ yang marak di sekitar kita. Teror sesungguhnya dimulai ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri demi gaya hidup dan validasi sosial,” ungkap Hestu Saputra.

Daftar Pemeran & Produksi

Produksi: Rollink Action

Eksekutif Produser: Irsan Yapto & Nadya Yapto

Sutradara: Hestu Saputra

Penulis Naskah: Aroe Ama

Pemeran Utama:

Hana Saraswati sebagai Mala

Amara Sophie sebagai Tiwi

Prasetya Agni sebagai Nugra

Mila Rosinta sebagai Nilam

Bambang Paningron sebagai Ki Jago

Dengan premis yang kuat dan relevan dengan kondisi sosial saat ini, Aku Harus Mati diharapkan tidak hanya memberikan ketegangan, tetapi juga menjadi refleksi bagi penonton.

Siapakah yang akan menjadi tumbal? Dan siapa sebenarnya pemegang perjanjian iblis tersebut? Temukan jawabannya di bioskop mulai 2 April 2026.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menteri Agama hingga Pimpinan Pesantren Bakal Tampil di Festival Sarung dan Peci Santri 2026

24 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Dirantai Digelang Rindu Dipopulerkan Exists Band Legendaris Malaysia, Kini Diremake Indra Adhari

24 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Cut Tari Bikin Konflik Makin Panas, Rahasia Masa Lalu Terkuak di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain

24 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027

24 Oktober 2026 - 00:19 WIB

Belum Tayang di Bioskop, Fadli Fuad Siapkan Sekuel Film Sumur Jiwo 1977

23 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Bincang Buku Hasrat Kekuasaan dan Erosi Demokrasi, Soroti Tantangan Demokrasi di Indonesia

23 Oktober 2026 - 22:05 WIB

NAY NBC Tetap Konsisten di Dunia Breakdance, Cetak Generasi Muda Berprestasi

23 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Penulis Lima Wilayah Gayo Ekspresikan Optimisme Hadapi Bencana Lewat Buku Puisi Dua Bahasa Indonesia-Gayo

23 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali

21 Oktober 2026 - 19:41 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Apresiasi Semarak Kebudayaan Kabupaten Bogor, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

21 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Trending di SENI BUDAYA