Wartatrans.com, JAKARTA – Transportasi kereta api menjadi penggerak utama mobilitas dan pergerakan ekonomi di kawasan penyangga Jakarta, khususnya melalui peran strategis Stasiun Bekasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, layanan kereta api di stasiun ini menunjukkan pertumbuhan yang mencerminkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas harian, perjalanan antarkota, serta keterhubungan antara kawasan hunian dan pusat kegiatan ekonomi.

Data internal PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa pelanggan Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Bekasi mengalami pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2020, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 184.514 orang dan menurun pada 2021 menjadi 139.416 orang seiring pembatasan mobilitas masyarakat. Seiring pemulihan aktivitas, jumlah tersebut meningkat tajam menjadi 460.805 pelanggan pada 2022, naik menjadi 854.811 pelanggan pada 2023, bertambah menjadi 1.155.817 pelanggan pada 2024, dan mencapai 1.329.456 pelanggan pada 2025. Tren ini mencerminkan meningkatnya permintaan perjalanan antarkota dari dan menuju kawasan Bekasi.
Sejalan dengan itu, volume pelanggan Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Bekasi juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pada 2020, jumlah pelanggan tercatat 5.829.874 orang dan menurun pada 2021 menjadi 4.530.653 orang. Memasuki masa pemulihan, jumlah pelanggan meningkat menjadi 7.410.506 orang pada 2022, bertambah menjadi 9.837.985 orang pada 2023, naik menjadi 10.890.061 orang pada 2024, dan mencapai 11.413.926 orang pada 2025. Data ini menegaskan peran Stasiun Bekasi sebagai simpul utama mobilitas harian masyarakat kawasan penyangga Jakarta.
Dari sisi operasional, intensitas lalu lintas kereta api di Stasiun Bekasi mencerminkan tingginya tingkat integrasi layanan. Dalam satu hari, Stasiun Bekasi melayani total 323 perjalanan Commuter Line, 24 perjalanan kereta api barang, serta 138 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh penumpang. Dari jumlah Kereta Api Jarak Jauh tersebut, sebanyak 21 perjalanan merupakan kereta api langsung dan 117 perjalanan berhenti di Stasiun Bekasi, menunjukkan tingginya fungsi stasiun ini dalam melayani kebutuhan perjalanan masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa integrasi layanan antara Commuter Line, Kereta Api Jarak Jauh, dan kereta api barang di Stasiun Bekasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Integrasi tersebut menghadirkan kemudahan akses perjalanan harian dan antarkota, mendukung efisiensi waktu dan biaya, serta memperkuat keterhubungan antara kawasan hunian penyangga dan pusat aktivitas ekonomi nasional.
Konteks demografi dan ekonomi turut memperkuat peran transportasi ini. Berdasarkan publikasi Kota Bekasi Dalam Angka 2024 dan Kota Bekasi Dalam Angka 2025 dari Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, jumlah penduduk Kota Bekasi tercatat lebih dari 2,5 juta jiwa dengan dominasi penduduk usia produktif. Kondisi ini membentuk tingkat mobilitas yang tinggi dan berkelanjutan, serta memperlihatkan keterkaitan langsung antara layanan transportasi rel dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat perkotaan.
Peran kawasan penyangga juga tercermin dari Kabupaten Bekasi. Publikasi Bekasi Regency in Figures 2025 yang diterbitkan BPS Kabupaten Bekasi menunjukkan bahwa hingga 2024 jumlah penduduk Kabupaten Bekasi telah melampaui 3,2 juta jiwa dan terus mengalami pertumbuhan. Perkembangan ini menempatkan Kabupaten Bekasi sebagai salah satu basis utama tenaga kerja dan konsumen aktif yang memanfaatkan jaringan transportasi rel untuk mendukung mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Kepadatan layanan tersebut menunjukkan bahwa Stasiun Bekasi telah berkembang sebagai simpul integrasi perjalanan yang mendukung mobilitas tenaga kerja, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi regional. Transportasi rel yang terintegrasi mendorong masyarakat memilih hunian yang lebih terjangkau di kawasan penyangga, sambil tetap terhubung dengan pusat kegiatan ekonomi di Jakarta dan kota-kota lainnya.
Ke depan, KAI terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat integrasi moda transportasi di berbagai titik strategis, termasuk Stasiun Bekasi.
“Upaya ini dilakukan agar transportasi kereta api semakin berperan sebagai solusi mobilitas yang produktif, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat kawasan penyangga Jakarta dan sekitarnya,” tutup Anne.(****)









