Wartatrans.com, MAKASAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya peran aktif orang tua dan tokoh agama dalam membina anak sejak dini agar tidak terpengaruh perilaku yang menurutnya menyimpang, seperti Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, Munafri mengatakan fenomena LGBT dinilai dapat memengaruhi moral generasi muda sehingga diperlukan perhatian bersama dari keluarga, tokoh agama, dan masyarakat.

“Coba kita lihat hari ini bagaimana terjadi LGBT tampak di depan mata, sehingga mengganggu moral anak-anak kita. Maka diperlukan peran aktif orang tua dan tokoh agama dalam penanganan fenomena ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sebelumnya juga disampaikan saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Ikhlas di Kompleks Nusa Indah Hertasning.
Menurut Munafri, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pembinaan karakter dan akhlak generasi muda.
“Saya berharap tanah yang diwakafkan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, digunakan sebagai fasilitas menjaga akhlak anak kita, dan keimanan anak kita,” katanya.
Meski demikian, Munafri juga menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan menghormati kebebasan setiap warga negara dalam memeluk agama sesuai keyakinannya.
Menanggapi pernyataan Wali Kota Makassar tersebut, aktivis cinta keluarga Neno Warisman menyatakan dukungannya terhadap penguatan pendidikan moral dan keagamaan sebagai benteng keluarga.
Menurut Neno, pemerintah daerah perlu memperkuat regulasi yang mengatur perlindungan anak dan ketahanan keluarga sesuai kewenangan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami mengapresiasi langkah Wali Kota Makassar yang mengajak orang tua dan tokoh agama mengambil peran dalam menjaga moral generasi muda. Kami berharap pemerintah daerah di seluruh Indonesia dapat memperkuat kebijakan daerah yang berorientasi pada perlindungan keluarga, pembinaan moral, dan pencegahan perilaku yang dinilai bertentangan dengan nilai agama dan budaya,” kata Neno.
Neno juga mendorong pemerintah daerah untuk mengkaji penyusunan peraturan daerah (Perda) mengenai ketahanan keluarga atau regulasi lain yang sesuai dengan kewenangan daerah.
“Kalau kita sayang dan cinta keluarga, kita harus mendorong seluruh pemerintahan daerah untuk buat Perda dan kampanye anti LGBT,” tegas Neno.*** (Rintoh)


























