Menu ✖

Mode Gelap
IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan Kemenhub Dorong Integrasi Transportasi dan Tata Ruang pada KBT Hamdi Afkar Hadirkan Keindahan Alam Aceh dalam Kanvas di Pameran Internasional USK Thomas Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia, ini Profilnya KKP Luncurkan Aturan Pengelolaan Alat Tangkap Tertinggal, Hilang, dan Rusak Krishna Sakti Buktikan Talenta Anak Indonesia, Rilis Dua Single dengan Dua Wajah Berbeda

JALUR

Warga dan Perantau Gayo Patungan Perbaiki Jalan Enang Enang yang Rusak

badge-check


 Warga dan Perantau Gayo Patungan Perbaiki Jalan Enang Enang yang Rusak Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH — Warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, melakukan perbaikan secara swadaya terhadap ruas jalan Enang Enang yang rusak akibat bencana meteorologi sejak enam bulan terakhir. Jalan tersebut merupakan jalur penghubung penting antara Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menuju wilayah pesisir Kabupaten Bireuen.

Kerusakan jalan sempat menyebabkan akses transportasi terganggu. Material longsor dan puing menutup badan jalan serta mengancam struktur Jembatan Enang Enang. Kondisi itu berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Dataran Tinggi Gayo.

Karena belum ada penanganan signifikan, warga kemudian menggalang dana sukarela untuk menyewa alat berat guna membersihkan material longsor dan membuka kembali akses jalan nasional tersebut.

Gerakan itu mendapat dukungan dari masyarakat Gayo di perantauan. Bantuan dana disebut mengalir melalui berbagai jaringan komunikasi keluarga dan komunitas warga Gayo di luar daerah.

“Meski jauh, perhatian mereka tetap untuk kampung halaman. Bantuan itu sangat membantu membuka kembali akses jalan,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Dana hasil swadaya warga dan perantau digunakan untuk menyewa ekskavator yang bekerja membersihkan timbunan tanah serta memperbaiki badan jalan yang rusak.

Seorang mantan mukim di wilayah Pintu Rime Gayo bahkan disebut ikut menyumbang dengan menjual kebun kopi miliknya seluas satu rante untuk membantu pendanaan perbaikan. Tokoh tersebut meminta namanya tidak dipublikasikan.

“Saya melakukan ini bukan untuk mencari pujian. Jalan ini urat nadi ekonomi masyarakat. Sudah terlalu lama terputus,” katanya.

Menurut dia, kerusakan jalan menyebabkan biaya angkut hasil pertanian meningkat dan mempengaruhi harga jual kopi masyarakat.

Hingga Rabu, 27 Mei 2026, badan jalan Enang Enang dilaporkan sudah dapat dilalui kendaraan setelah dilakukan pembersihan secara gotong royong. Namun, struktur utama Jembatan Enang Enang masih dalam kondisi rusak dan belum diperbaiki.

Warga berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera menangani kerusakan jembatan tersebut agar jalur penghubung utama kawasan Gayo kembali berfungsi normal.

Jalan Enang Enang dikenal sebagai salah satu jalur lama peninggalan era kolonial Belanda yang selama ini menjadi akses penting distribusi barang dan mobilitas masyarakat di wilayah tengah Aceh.*** (Basar/BSG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Kemenhub Dorong Integrasi Transportasi dan Tata Ruang pada KBT

8 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Politikus PSI Dian Sandi: Putusan MK Bukti Negara Tidak Dikelola Amatiran

8 Oktober 2026 - 15:36 WIB

HUT ke-79 Korpasgat, Donor Darah Serentak Digelar di Lhokseumawe

8 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres No. 27 Tahun 2026 Terkait Ojol

8 Oktober 2026 - 14:46 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pengelolaan Sampah Jawa Barat Tuntas dari Hulu Hingga Hilir

8 Oktober 2026 - 10:59 WIB

WASPADA ! Udara di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama Masuk Kategori BERBAHAYA pada 9 Oktober 2026

8 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Di Tengah Kekeringan Hampir Empat Bulan, PUPR2KP  Alirkan Air Bersih ke Kampung Lusiferi

8 Oktober 2026 - 10:41 WIB

PERADI: Kantor Hukum Tidak Boleh Menjadi Sarana Menampung atau Menyamarkan Dana Hasil Kejahatan

8 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Kendaraan Roda Tiga, Menakar Peluang dan Tantangan jadi Angkutan Umum

8 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Trending di JALUR