Wartatrans.com, BENER MERIAH — Warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, melakukan perbaikan secara swadaya terhadap ruas jalan Enang Enang yang rusak akibat bencana meteorologi sejak enam bulan terakhir. Jalan tersebut merupakan jalur penghubung penting antara Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menuju wilayah pesisir Kabupaten Bireuen.
Kerusakan jalan sempat menyebabkan akses transportasi terganggu. Material longsor dan puing menutup badan jalan serta mengancam struktur Jembatan Enang Enang. Kondisi itu berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Dataran Tinggi Gayo.

Karena belum ada penanganan signifikan, warga kemudian menggalang dana sukarela untuk menyewa alat berat guna membersihkan material longsor dan membuka kembali akses jalan nasional tersebut.
Gerakan itu mendapat dukungan dari masyarakat Gayo di perantauan. Bantuan dana disebut mengalir melalui berbagai jaringan komunikasi keluarga dan komunitas warga Gayo di luar daerah.
“Meski jauh, perhatian mereka tetap untuk kampung halaman. Bantuan itu sangat membantu membuka kembali akses jalan,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Dana hasil swadaya warga dan perantau digunakan untuk menyewa ekskavator yang bekerja membersihkan timbunan tanah serta memperbaiki badan jalan yang rusak.
Seorang mantan mukim di wilayah Pintu Rime Gayo bahkan disebut ikut menyumbang dengan menjual kebun kopi miliknya seluas satu rante untuk membantu pendanaan perbaikan. Tokoh tersebut meminta namanya tidak dipublikasikan.
“Saya melakukan ini bukan untuk mencari pujian. Jalan ini urat nadi ekonomi masyarakat. Sudah terlalu lama terputus,” katanya.
Menurut dia, kerusakan jalan menyebabkan biaya angkut hasil pertanian meningkat dan mempengaruhi harga jual kopi masyarakat.
Hingga Rabu, 27 Mei 2026, badan jalan Enang Enang dilaporkan sudah dapat dilalui kendaraan setelah dilakukan pembersihan secara gotong royong. Namun, struktur utama Jembatan Enang Enang masih dalam kondisi rusak dan belum diperbaiki.
Warga berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera menangani kerusakan jembatan tersebut agar jalur penghubung utama kawasan Gayo kembali berfungsi normal.
Jalan Enang Enang dikenal sebagai salah satu jalur lama peninggalan era kolonial Belanda yang selama ini menjadi akses penting distribusi barang dan mobilitas masyarakat di wilayah tengah Aceh.*** (Basar/BSG)

























