Menu

Mode Gelap
FIFGROUP Dukung Lintangnusa Kibarkan Merah Putih dan Bawa Semangat Optimisme PWI Jateng Mendukung Gelar Pahlawan Nasional Bagi Udin, AJI Minta Ditunda Warga Jateng Gelar Upacara Rakyat Sebagai Perlawanan Terhadap Penguasa Libur Panjang HUT ke-81 RI, KAI Daop 1 Catat 385 Ribu Pergerakan Penumpang KAI Commuter Luncurkan KMT Edisi Khusus HUT ke-81 RI, Siapkan 15.000 Kartu dengan 3 Desain KCIC Hadirkan Kartu Langganan Whoosh Edisi Khusus dan Semarak Merah Putih

RAGAM

PWI Jateng Mendukung Gelar Pahlawan Nasional Bagi Udin, AJI Minta Ditunda

badge-check


 PWI Jateng Mendukung Gelar Pahlawan Nasional Bagi Udin, AJI Minta Ditunda Perbesar

Wartatrans.com, JAWA TENGAH — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah mendukung usulan PWI Yogyakarta agar Fuad Muhammad Syafrudin (Udin) ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional di bidang jurnalistik. Udin adalah wartawan koran Bernas yang mati dibunuh saat bertugas pada 1996.

Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana juga punya tujuan agar kematian Udin menjadi catatan penting sejarah Pers Indonesia. “Kami mendukung penuh usulan rekan PWI Yogyakarta agar almarhum Udin ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” kata Setiawan, Senin (17/8/2026).

Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menilai pengungkapan kasus pembunuhan Udin lebih penting dari sekadar mengusullkannya memperoleh gelar pahlawan. Sekretaris Jendral AJI, Bayu Wardhana mengatakan saat ini belum waktunya mengajukan Udin. Penyematan gelar pahlawan justru akan mengaburkan kasus yang selama tiga periode belum terungkap.

Bayu memberi contoh kasus Marsinah yang dibunuh pada 1993. Aktivis buruh perempuan ini diberi gelar Pahlawan oleh negara pada 10 November 2025 tanpa diungkit dalang pembunuhannya.

Fuad Muhammad Syafrudin (Udin), wartawan yang meninggal karena menjalankan profesinya sebagai wartawan.

Menurut Bayu, Udin sewajibnya mendapat lebih dari sekadar gelar yaitu keadilan. “Sampai sekarang pelaku dan tokoh intelektualnya belum terungkap. Jadi kalau ada upaya dari pemerintah, sebaiknya kearah pengungkapan kasus kematiannya secara terang benderang,” katanya.

Menurut Bayu, pengungkapan kasus Udin sangatlah penting agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Diwaspadai, kasus kematian Udin kemungkinan bisa pula terjadi di rezim seperti sekarang ini.

Menurut catatan AJI, dari 2006 hingga 2026 sebanyak 1326 jurnalis Indonesia mengalami kekerasan. Sembilan orang mati dibunuh pada 1996 – 2026. Dari sembilan kasus tersebut, hanya satu yang terungkap yaitu pembunuhan Anak Agung Prabangsa jurnalis Radar Bali (2009). Sisanya delapan belum terungkap sampai kini, termasuk kasus Udin.*** (Aditiya Widodo Putra)

Baca Lainnya

FIFGROUP Dukung Lintangnusa Kibarkan Merah Putih dan Bawa Semangat Optimisme

18 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Warga Jateng Gelar Upacara Rakyat Sebagai Perlawanan Terhadap Penguasa

18 Agustus 2026 - 13:37 WIB

InJourney Grup Gelar Doa Bersama dan Solidaritas untuk Masyarakat Terdampak Bencana

18 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Maknai Kemerdekaan RI, InJourney Group Hadirkan Kesenian Rakyat

18 Agustus 2026 - 11:00 WIB

FGD Penguatan Kelembagaan di Simeulue Dorong Pengembangan Potensi Alam, Ekonomi, dan Layanan Sosial

18 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Ketua Umum KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Makna Perjuangan Provinsi ALA dalam Menjaga Perdamaian Aceh

18 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Kementerian Perumahan Bedah 10.300 Rumah di Jakarta

18 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Di Istana Kepresidenan Yogyakarta IPEMAH LUTYO Tampilkan Didong Gayo dan Tari Guel Meriahkan Pesta Rakyat HUT RI ke-81

17 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat

17 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Didong dan Tari Guel Semarakkan Panggung Kemerdekaan di Gedung Agung Yogyakarta

17 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Trending di RAGAM