Menu

Mode Gelap
Dirut KAI Dampingi Menteri PKP dan COO Danantara Tinjau Kawasan Bantaran Rel, Percepatan Inventarisasi dan Penataan Dijalankan Lebih 32 Juta Pelanggan, Rekor Tertinggi KAI Group dalam 5 Tahun Terakhir Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Motor Hasil Pencurian Pada Pemilik ASDP Jaga Layanan Lintas Sumatera-Jawa-Bali di Libur Long Weekend Paskah Kemenhub Apresiasi Operator Kendaraan Angkutan Barang yang Tertib Aturan Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS

PERON

Whoosh Sempat Berhenti di Kopo Gegera ada Seng, KCIC Pastikan Perjalanan Tetap Aman

badge-check


 Whoosh Sempat Berhenti di Kopo Gegera ada Seng, KCIC Pastikan Perjalanan Tetap Aman Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Kereta cepat Whoosh sempat berhenti di wilayah Kopo, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (3/4) pukul 16.45 WIB akibat adanya benda asing yang masuk ke jalur di tengah cuaca ekstrem.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjelaskan, penghentian sementara dilakukan pada KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim di KM 126+383 untuk memastikan keselamatan perjalanan. Benda asing berupa seng terbawa angin kencang dan masuk ke jalur.

“KA G1046 sempat dihentikan untuk memastikan keselamatan perjalanan akibat adanya penanganan benda asing berupa seng yang masuk ke jalur karena cuaca ekstrem,” ujar GM Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam keterangan resminya, Ahad (5/4/2026.

Ia menambahkan, sistem sensor telah lebih dulu mendeteksi keberadaan benda tersebut sehingga dapat segera diantisipasi tanpa membahayakan perjalanan kereta.

Penanganan dilakukan dengan cepat, selesai pada pukul 16.48 WIB, dan satu menit kemudian kereta kembali melanjutkan perjalanan. “Operasional Whoosh tetap aman dan berjalan normal tanpa keterlambatan signifikan,” kata Eva.

Pada hari yang sama, wilayah Kota Bandung dan sekitarnya dilanda hujan deras disertai angin kencang dan petir yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang serta kerusakan fasilitas di beberapa ruas jalan utama. Kondisi ini memungkinkan benda ringan seperti seng terbawa angin hingga masuk ke jalur kereta.

KCIC memastikan tidak ada gangguan pada prasarana perkeretaapian lainnya. Seluruh jalur Whoosh tetap dalam kondisi aman karena dipantau melalui sistem keselamatan berlapis.
“Sistem tersebut meliputi sensor deteksi benda asing, sensor hujan dan angin kencang, serta sistem deteksi gempa yang terintegrasi dengan Operation Control Center (OCC),” jelas Eva.

Pascakejadian, KCIC juga telah melakukan pemeriksaan jalur dan memastikan seluruh prasarana dalam kondisi andal sehingga operasional Whoosh tetap berjalan normal.

Sementara itu, pada Sabtu (4/4), arus penumpang masih terpantau padat pascalibur panjang akhir pekan, khususnya dari arah Bandung menuju Jakarta. Mayoritas penumpang tercatat berangkat dari Stasiun Padalarang.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirut KAI Dampingi Menteri PKP dan COO Danantara Tinjau Kawasan Bantaran Rel, Percepatan Inventarisasi dan Penataan Dijalankan

5 April 2026 - 20:58 WIB

Lebih 32 Juta Pelanggan, Rekor Tertinggi KAI Group dalam 5 Tahun Terakhir

5 April 2026 - 20:26 WIB

Puncak Arus Balik Paskah, Lebih 44 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta

5 April 2026 - 17:44 WIB

Angkutan Lebaran 2026 KAI Cetak Rekor Tertinggi, Okupansi Harian Tembus Lebih 140%

4 April 2026 - 18:23 WIB

Penjualan Tiket KA Libur Panjang Awal April Tembus Lebih 710 Ribu, Mobilitas Penumpang Tinggi

4 April 2026 - 14:41 WIB

Libur Panjang April 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Capai 617 Ribu

3 April 2026 - 17:53 WIB

Terima Kasih Pelanggan! KAI Sukses Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran dengan Aman

3 April 2026 - 16:00 WIB

KAI Layani 5,08 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 8,07 Persen

3 April 2026 - 15:37 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus

3 April 2026 - 09:32 WIB

KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

2 April 2026 - 21:31 WIB

Trending di PERON