Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Kabupaten Aceh Tengah kembali menerima perhatian dari kalangan akademisi nasional. Pascabencana longsor dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) hadir langsung ke lapangan untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat serta potensi pemulihan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Sejak Senin, 19 Januari 2026, tim peneliti FTUI bersama relawan Posko Rakyat mulai menyusuri kawasan terdampak di sekitar Danau Lut Tawar. Mereka berdialog langsung dengan warga di Kampung Toweren dan Kampung Kala Segi—dua wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana.

Dalam dialog tersebut, warga Kampung Kala Segi menyampaikan kebutuhan mendesak yang mereka hadapi, terutama perlengkapan sekolah bagi anak-anak serta alat kebersihan untuk mendukung kehidupan sehari-hari pascabencana. Sementara itu, warga Kampung Toweren berharap adanya bantuan mesin chainsaw dan peralatan pertukangan agar kayu-kayu sisa banjir bandang dapat dibersihkan dan dimanfaatkan kembali.

Dekan FTUI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, ST, M.Sc, Ph.D. (memakai Kaca mata) bersama Tim Di Lokasi Pasca Banjir Kala Segi Bintang.
Aspirasi warga tersebut mendapat respons cepat. Pada Selasa, 20 Januari 2026, Dekan FTUI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, ST, M.Sc, Ph.D bersama dosen dan peneliti kembali ke lokasi untuk menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang telah disampaikan masyarakat.
Selain bantuan langsung, kehadiran FTUI juga membawa harapan jangka panjang. Melalui observasi dan assessment yang dilakukan, FTUI berencana mengembangkan teknologi tepat guna di bidang infrastruktur yang sesuai dengan karakter wilayah berhawa sejuk seperti Aceh Tengah, dengan tujuan meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Agenda kunjungan akademisi FTUI di Aceh Tengah memang singkat, hanya berlangsung dari 19 hingga 22 Januari 2026. Namun dalam waktu terbatas tersebut, komunikasi intensif dengan berbagai pihak terus dilakukan, termasuk rencana pertemuan dengan Bupati Aceh Tengah pada Rabu, 21 Januari 2026, untuk mendiskusikan hasil assessment awal dan kemungkinan kolaborasi ke depan.

Memberikan bantuan alat untuk kebersihan di Desa Kelitu.
Usai pertemuan dengan pemerintah daerah, sebagian tim dijadwalkan melanjutkan perjalanan darat menuju Banda Aceh untuk memenuhi undangan Dekan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK). Sementara itu, beberapa peneliti lainnya akan tetap berada di Aceh Tengah, melanjutkan observasi di wilayah Kemukiman Jamat dengan pendampingan Posko Rakyat dan Posko Relawan Peduli Negeri (RPN).
Bagi masyarakat Aceh Tengah, kehadiran para akademisi ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk kepedulian dan awal dari harapan akan pemulihan yang lebih terarah dan berkelanjutan pascabencana.*** (Jasa)
























