Menu ✖

Mode Gelap
Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi. Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

ANJUNGAN

ASDP Optimalkan 15 Lintasan Pantauan Nasional di Mudik Lebaran

badge-check


 BOD dan Corsec ASDP Perbesar

BOD dan Corsec ASDP

Wartatrans.com, JAKARTA – Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi perjalanan penuh makna bagi masyarakat Indonesia untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode tersebut, layanan transportasi penyeberangan menjadi salah satu moda penting yang menghubungkan berbagai wilayah kepulauan di Indonesia.

Pada Angkutan Lebaran 2026, pergerakan masyarakat melalui layanan penyeberangan diproyeksikan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang atau meningkat 9,4 persen, serta 1,4 juta kendaraan atau naik 9,3 persen pada 15 lintasan penyeberangan yang menjadi pantauan nasional.

Lintasan tersebut merupakan jalur dengan tingkat mobilitas tinggi selama periode mudik, meliputi Merak – Bakauheni, Ciwandan – Wika Beton, Bojonegara – Muara Pilu, Ketapang – Gilimanuk, Padangbai – Lembar, Jangkar – Lembar, Kayangan – Pototano, Kariangau – Penajam, Bajoe – Kolaka, Hunimua – Waipirit, Bira – Pamatata, Bolok – Rote, Bitung – Ternate, Ajibata – Ambarita, Telaga Punggur – Tanjung Uban, Tanjung Api-Api – Tanjung Kalian, serta Nias – Sibolga.

Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Lasse mengungkapkan, peningkatan mobilitas masyarakat tersebut telah diantisipasi melalui kesiapan operasional yang matang.

“Hal itu agar layanan penyeberangan tetap berjalan optimal,” ungkap Rio di sela Media Gathering Kesiapan Angkutan Lebaran di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum penting bagi layanan penyeberangan karena meningkatnya mobilisasi masyarakat.

“Oleh karena itu, kami memastikan seluruh elemen operasional telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan armada hingga kualitas fasilitas dan layanan di pelabuhan,” ujarnya.

Secara nasional, menurutnya, ASDP melayani 320 lintasan penyeberangan, terdiri dari 91 lintasan komersial dan 229 lintasan perintis, dengan dukungan 222 kapal yang beroperasi melalui 37 pelabuhan yang dikelola oleh 27 cabang.

Lintasan Jawa – Sumatera – Bali menjadi jalur dengan mobilitas tertinggi selama periode Lebaran. Pada rute Jawa–Sumatera, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 1,56 juta orang (naik 10,3 persen) dengan 371.653 kendaraan (naik 9,9 persen).

Sementara arus Sumatera–Jawa diperkirakan mencapai 1,51 juta penumpang (naik 11,2 persen) dengan 353.901 kendaraan (naik 10,5 persen).

Adapun lintasan Jawa–Bali diprediksi melayani 805.851 penumpang (naik 10 persen) dengan 217.117 kendaraan (naik 9,3 persen), sementara arus Bali–Jawa diperkirakan mencapai 869.604 penumpang (naik 9,5 persen) dengan 248.161 kendaraan (naik 8,7 persen).

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP memperkuat kesiapan operasional melalui penambahan dermaga express II di Merak – Bakauheni, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, serta peningkatan penerangan di area pelabuhan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa.

“Koordinasi dengan pemangku kepentingan juga diperkuat melalui delaying system di buffer zone, implementasi geofencing, serta pengalihan arus kendaraan melalui pelabuhan alternatif,” kata dia.

Stimulus Dukung Kelancaran

Sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah, ASDP juga menerapkan stimulus diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan, yang setara dengan sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan, pada tujuh lintasan dan 14 pelabuhan bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.

Selain itu, kebijakan single tarif diberlakukan di Merak pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret pukul 15.00 WIB, serta di Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB bagi kendaraan golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan penyeberangan lebih tertata.

Direktur Keuangan ASDP, Bunga H. Oktaviyanti menjelaskan, kebijakan stimulus tarif tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan transportasi publik selama periode mudik Lebaran.

“Stimulus ini ditujukan untuk membantu masyarakat agar perjalanan mudik menjadi lebih terjangkau sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode Lebaran. Bagi ASDP, yang terpenting adalah memastikan kesiapan operasional, keselamatan pelayaran, serta kualitas layanan tetap terjaga,” ucap Bunga. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

15 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Hingga September 2026, Jasa Raharja Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Rp2,19 Triliun

15 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Peduli Pendidikan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Beasiswa untuk 50 Peserta Didik

15 Oktober 2026 - 19:55 WIB

1.300 Penari Siap Terangi Malam Banyuwangi, Tampil Glow in the Dark!

15 Oktober 2026 - 15:08 WIB

myJasfren Jasa Raharja Hadirkan Fitur Jaminanku, Akses Layanan jadi Makin Mudah

15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Trending di EKOBIS