Wartatrans.com, CAIRO — Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Cairo menyampaikan pesan inspiratif kepada mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) agar terus menulis dan merekam pengalaman mereka dalam berbagai bentuk karya sastra, termasuk puisi.
“Tulislah ceritamu! Apa pun bentuknya,” pesan Atdikbud saat menghadiri acara peluncuran antologi puisi Keagungan Kota Suci karya sastrawati Indonesia, Halimah Munawir, di Perpustakaan Mahasiswa Indonesia di Kairo (PMIK), Rab’ah al-Adaweya, Nasr City.

Pesan tersebut disampaikan Atdikbud saat mendampingi Halimah Munawir, penulis dan sastrawati yang juga dikenal sebagai Ketua Obor Sastra Indonesia. Menurut Atdikbud, pengalaman intelektual, spiritual, dan kultural mahasiswa Indonesia di Mesir merupakan kekayaan yang sangat berharga jika dituangkan dalam tulisan.
“Mahasiswa Indonesia di Mesir hidup di ruang sejarah dan peradaban dunia Islam. Sayang sekali jika pengalaman ini tidak dicatat dan diwariskan melalui tulisan,” ujarnya.
Acara peluncuran antologi puisi Keagungan Kota Suci berlangsung khidmat dan penuh nuansa sastra. Buku tersebut memuat puisi-puisi reflektif yang merekam pengalaman spiritual, kekaguman sejarah, serta dialog batin penulis dengan Mesir sebagai kota suci peradaban. Karya ini sekaligus menjadi jembatan dialog budaya antara Indonesia dan dunia Arab.
Dalam kesempatan tersebut, Halimah Munawir menyampaikan bahwa menulis bukan hanya aktivitas estetika, melainkan juga bentuk tanggung jawab intelektual dan spiritual. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak ragu menulis, meskipun dimulai dari pengalaman sederhana.
“Puisi dan sastra lahir dari kejujuran rasa. Jangan menunggu hebat untuk menulis, tetapi menulislah agar menjadi hebat,” tutur Halimah di hadapan para mahasiswa.
Peluncuran buku ini mendapat sambutan hangat dari Masisir yang hadir. Selain diskusi sastra, acara juga diisi dengan pembacaan puisi dan dialog kebudayaan yang memperkuat semangat literasi di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir.
PMIK sebagai lokasi acara kembali menegaskan perannya sebagai ruang intelektual dan kebudayaan Masisir, sekaligus wadah pertemuan gagasan, sastra, dan diplomasi budaya Indonesia di Mesir.*** (PG)
























