Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi wilayah terdampak banjir bandang terparah di kecamatan tersebut. Bencana itu menyapu sebagian permukiman warga serta area persawahan milik masyarakat.
Kawasan Toweren terdiri atas empat desa, yakni Toweren Toa, Toweren Uken, Toweren Antara, dan Toweren Uwaq. Banjir bandang menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan mengganggu aktivitas ekonomi warga setempat.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, ST, M.Sc., Ph.D., yang hadir di Toweren menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam proses pemulihan.
“Mesin dan alat yang disalurkan diharapkan bisa dimanfaatkan bersama oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Kemas dalam pertemuan bersama warga dan Ketua Posko Toweren.
Diskusi berlangsung di teras meunasah Kampung Toweren. Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTUI, warga, dan pengelola posko saling bertukar pikiran mengenai kebutuhan pemulihan pascabanjir serta pemanfaatan alat bantuan untuk kepentingan bersama.
Usai pertemuan, Kemas juga menyempatkan diri meninjau rumah adat di Desa Toweren yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Bangunan tersebut turut menjadi perhatian karena memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat.
Masyarakat berharap Kampung Toweren dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas secara normal pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.*** (Jasa)
























