Menu ✖

Mode Gelap
Catatan M. Mujiburrohman: Mengapa Pemerintahan Prabowo Terus Digoyang?  Greenpeace Indonesia Gelar Aksi Damai, 11 Aktivis Sempat Ditangkap Aparat BPW Oi DKI Jakarta Gelar JAKARTA Oi NGUMPUL (JOiN 2) 2026 di Kota Tua Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan ASDP Pastikan Pendampingan Penumpang Berlanjut Pascainsiden KMP Batumandi Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional

EKOBIS

Bulog Tolitoli Tegaskan Serap Beras Petani, Bantah Isu Impor dari Luar Daerah

badge-check


 Bulog Tolitoli Tegaskan Serap Beras Petani, Bantah Isu Impor dari Luar Daerah Perbesar

Wartatrans.com, TOLITOLI — Perum Bulog Tolitoli menegaskan tetap membuka ruang seluas-luasnya untuk menyerap hasil panen petani lokal. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama DPRD Tolitoli pada Senin, 20 April 2026, di tengah beredarnya informasi yang menyebut Bulog membeli beras dari luar daerah.

Kepala Bulog Tolitoli, Zahnaz Abdeli, mengatakan pihaknya tidak pernah menutup pintu bagi petani, kelompok tani, maupun mitra penggilingan padi untuk menjual hasil produksinya. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin menyerap hasil panen petani agar harga tetap stabil di tingkat produsen,” ujarnya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.

Ia menjelaskan, masuknya pasokan beras dari Makassar bukanlah pembelian baru, melainkan pemindahan stok antardaerah atau mutasi barang regional (mubreg). Menurut Zahnaz, langkah itu dilakukan karena Bulog Tolitoli berada dalam kategori defisit stok, sehingga mendapat distribusi dari wilayah yang surplus.

“Beras dari Makassar merupakan pengadaan tahun 2025 yang dimutasi ke Tolitoli sebagai bagian dari program pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan,” kata dia. Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengabaikan petani lokal, sekaligus meluruskan informasi yang ia sebut sebagai hoaks.

Meski ada tambahan pasokan dari luar daerah, Bulog Tolitoli mengklaim tetap aktif menyerap produksi lokal. Dengan kapasitas gudang mencapai 8.500 ton dan stok saat ini sekitar 3.500 ton, masih tersedia ruang cukup besar untuk penyerapan.

Pada 2026, Bulog Tolitoli ditargetkan menyerap 750 ton beras. Hingga April, realisasi penyerapan telah mencapai 327 ton atau sekitar 43 persen dari target.

Zahnaz memastikan, keberadaan stok dari luar daerah tidak akan mengganggu pembelian beras petani setempat. Penyerapan tetap dilakukan selama memenuhi standar kualitas dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku.

Dalam rapat tersebut, pimpinan DPRD Tolitoli, Risman, menyimpulkan bahwa pasokan beras dari Makassar merupakan bagian dari mekanisme distribusi internal Bulog, bukan pembelian dari luar daerah. DPRD juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat merugikan institusi dan menimbulkan keresahan.

Rapat kerja itu turut dihadiri sejumlah instansi teknis, antara lain Asisten II pemerintah daerah, perwakilan Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan.*** (AGS)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional

21 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026

20 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

20 Oktober 2026 - 15:15 WIB

AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

20 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian

20 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Luncurkan PINP, Pelindo Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Lognas

20 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Arus Petikemas Terus Menguat, Terminal Teluk Lamong Catat 2,29 Juta TEUs

19 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026

19 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Teuku Ismuhadi “Arsitek” Kedai Aceh Lampoh, Dikonsep untuk Memuliakan Kuliner Khas Tanah Rencong

19 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Trending di EKOBIS