Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Kompetensi Petugas Keamanan untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster KAI Raih Dua Penghargaan CX100 2026, Peringkat ke-7 BUMN Terbaik dalam Pengalaman Pelanggan Diprotes Para Seniman, Seno Gumira Ajidarma Jelaskan Alasan Akademi Jakarta Tetapkan 25 Anggota DKJ, Bukan 30 Dialog FKSTIM, Akademi Jakarta dan Biro Hukum Buntu, Polemik Pemilihan Anggota DKJ Memanas

PERISTIWA

Buruh Asal Garut dan Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Penipuan Perekrut Kerja di Perkebunan Sawit Kalbar

badge-check


 Buruh Asal Garut dan Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Penipuan Perekrut Kerja di Perkebunan Sawit Kalbar Perbesar

Wartatrans.com, KALBAR — Sebanyak 13 pekerja asal Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga menjadi korban penipuan dan penelantaran oleh oknum perekrut tenaga kerja di wilayah Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Mereka sebelumnya dijanjikan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit dengan upah layak, namun kenyataan yang diterima justru sebaliknya.

Para pekerja ini mendarat di Kalimantan Barat pada 19 November 2025, setelah sebelumnya bekerja selama empat bulan di Kalimantan Utara tanpa menerima upah sebagaimana dijanjikan. Alih-alih mendapat pekerjaan baru yang lebih baik, mereka justru tidak diberikan pekerjaan, tempat tinggal, maupun kepastian upah.

“Mereka seperti dilepaskan begitu saja di lokasi yang tidak jelas kepemilikannya,” ungkap salah satu relawan yang membantu proses pelaporan.

Kasus ini mendapat perhatian Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah. Ia memfasilitasi proses evakuasi dan memastikan korban dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

“Kita tidak boleh membiarkan mereka hanya menjadi angka. Mereka harus diperlakukan sebagai manusia yang berhak mendapat perlindungan,” tegas Imas dalam keterangan pers.

Pemulangan dilakukan melalui bandara, disertai pendampingan aparat berwenang. Para pekerja tiba di Jawa Barat dalam kondisi selamat, meskipun masih menyimpan trauma terkait pengalaman tersebut.

Imas meminta polisi dan instansi terkait mengusut tuntas jaringan perekrut yang diduga melakukan penipuan dan penelantaran tenaga kerja tersebut. Ia menegaskan, kasus ini tidak boleh berhenti hanya sebagai informasi sesaat.

“Kita mendorong aparat untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab, termasuk dugaan pelanggaran pidana dalam proses perekrutannya,” ujarnya.

Dari Garut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Muksin, mengonfirmasi telah menjalin koordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan di Jawa Barat dan Kalimantan Barat untuk menindaklanjuti laporan para korban.

“Ini langkah awal untuk menggali kebenaran dan memastikan pemenuhan hak pekerja,” jelasnya.

Pengamat ketenagakerjaan menilai kasus ini kembali menegaskan rapuhnya perlindungan terhadap pekerja di sektor perkebunan sawit. Janji pekerjaan sering disertai informasi yang tidak jelas, sementara proses migrasi tenaga kerja dalam negeri masih minim pengawasan.

Para korban berharap pemerintah benar-benar hadir memberikan perlindungan agar tragedi serupa tidak terulang lagi kepada warga yang mencari nafkah di luar kampung halamannya.*** (Lonyenk)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara

13 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster

13 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air

13 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

13 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta

13 Oktober 2026 - 18:21 WIB

INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat

13 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Trending di RAGAM