Menu

Mode Gelap
Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

WISATA

Catatan Halimah Munawir: Cairo International Book Fair – Berbagi Kisah dan Berpuisi

badge-check


 Catatan Halimah Munawir:  Cairo International Book Fair – Berbagi Kisah dan Berpuisi Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Hari ini menjadi salah satu hari yang akan kusimpan lama dalam ingatan.
Di tengah riuh Pameran Buku Internasional Cairo, aku berdiri di Stand Indonesia—sebuah ruang kecil yang terasa hangat oleh bahasa, sastra, dan persaudaraan lintas bangsa. Di sinilah kami berbagi pengalaman, saling menyapa dengan cerita, dan menjahit perasaan lewat bait-bait puisi.

Aku menyaksikan wajah-wajah penuh rasa ingin tahu. Ada yang datang karena buku, ada yang tinggal karena percakapan, dan ada pula yang terdiam karena puisi. Saat puisiku dilantunkan, aku merasa tidak hanya membawa suara pribadi, tetapi juga gema dari tanah air yang jauh: Indonesia.

 

Berbagi pengalaman di ruang ini terasa istimewa. Aku bercerita tentang perjalanan kepenulisan, tentang bagaimana kata-kata bisa menjadi jembatan antara iman, budaya, dan kemanusiaan. Di Cairo—kota tua yang sarat sejarah—aku belajar kembali bahwa sastra adalah bahasa universal yang mampu menembus batas negara dan latar belakang.

Puisi-puisi yang kubacakan hari ini bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah doa, kenangan, dan rasa syukur. Aku bersyukur bisa menjadi bagian kecil dari perjumpaan besar ini—perjumpaan antarbangsa, antarsastra, dan antarkemanusiaan.

Menutup hari, aku menarik napas panjang. Alhamdulillah, langkah kecil di Stand Indonesia hari ini terasa bermakna. Semoga kata-kata yang terucap tidak berhenti di ruang pameran, tetapi terus berjalan, menemukan hati-hati baru, dan menghidupkan harapan.***

Mesir 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM