Menu

Mode Gelap
Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026 Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

WISATA

Catatan Halimah Munawir: Cairo International Book Fair – Berbagi Kisah dan Berpuisi

badge-check


 Catatan Halimah Munawir:  Cairo International Book Fair – Berbagi Kisah dan Berpuisi Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Hari ini menjadi salah satu hari yang akan kusimpan lama dalam ingatan.
Di tengah riuh Pameran Buku Internasional Cairo, aku berdiri di Stand Indonesia—sebuah ruang kecil yang terasa hangat oleh bahasa, sastra, dan persaudaraan lintas bangsa. Di sinilah kami berbagi pengalaman, saling menyapa dengan cerita, dan menjahit perasaan lewat bait-bait puisi.

Aku menyaksikan wajah-wajah penuh rasa ingin tahu. Ada yang datang karena buku, ada yang tinggal karena percakapan, dan ada pula yang terdiam karena puisi. Saat puisiku dilantunkan, aku merasa tidak hanya membawa suara pribadi, tetapi juga gema dari tanah air yang jauh: Indonesia.

 

Berbagi pengalaman di ruang ini terasa istimewa. Aku bercerita tentang perjalanan kepenulisan, tentang bagaimana kata-kata bisa menjadi jembatan antara iman, budaya, dan kemanusiaan. Di Cairo—kota tua yang sarat sejarah—aku belajar kembali bahwa sastra adalah bahasa universal yang mampu menembus batas negara dan latar belakang.

Puisi-puisi yang kubacakan hari ini bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah doa, kenangan, dan rasa syukur. Aku bersyukur bisa menjadi bagian kecil dari perjumpaan besar ini—perjumpaan antarbangsa, antarsastra, dan antarkemanusiaan.

Menutup hari, aku menarik napas panjang. Alhamdulillah, langkah kecil di Stand Indonesia hari ini terasa bermakna. Semoga kata-kata yang terucap tidak berhenti di ruang pameran, tetapi terus berjalan, menemukan hati-hati baru, dan menghidupkan harapan.***

Mesir 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran

2 Juli 2026 - 11:20 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

IKAC Salurkan Bantuan Pangan untuk Ratusan Warga, Kolaborasi dengan Kecamatan Arjawinangun Perkuat Kepedulian Sosial

2 Juli 2026 - 10:08 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal

1 Juli 2026 - 17:50 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Catatan Halimah Munawir: Kebahagiaan Seorang Ibu adalah Hadir di Setiap Langkah Anak

1 Juli 2026 - 14:25 WIB

Trending di RAGAM