Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

WISATA

Catatan Halimah Munawir: Cairo International Book Fair – Berbagi Kisah dan Berpuisi

badge-check


 Catatan Halimah Munawir:  Cairo International Book Fair – Berbagi Kisah dan Berpuisi Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Hari ini menjadi salah satu hari yang akan kusimpan lama dalam ingatan.
Di tengah riuh Pameran Buku Internasional Cairo, aku berdiri di Stand Indonesia—sebuah ruang kecil yang terasa hangat oleh bahasa, sastra, dan persaudaraan lintas bangsa. Di sinilah kami berbagi pengalaman, saling menyapa dengan cerita, dan menjahit perasaan lewat bait-bait puisi.

Aku menyaksikan wajah-wajah penuh rasa ingin tahu. Ada yang datang karena buku, ada yang tinggal karena percakapan, dan ada pula yang terdiam karena puisi. Saat puisiku dilantunkan, aku merasa tidak hanya membawa suara pribadi, tetapi juga gema dari tanah air yang jauh: Indonesia.

 

Berbagi pengalaman di ruang ini terasa istimewa. Aku bercerita tentang perjalanan kepenulisan, tentang bagaimana kata-kata bisa menjadi jembatan antara iman, budaya, dan kemanusiaan. Di Cairo—kota tua yang sarat sejarah—aku belajar kembali bahwa sastra adalah bahasa universal yang mampu menembus batas negara dan latar belakang.

Puisi-puisi yang kubacakan hari ini bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah doa, kenangan, dan rasa syukur. Aku bersyukur bisa menjadi bagian kecil dari perjumpaan besar ini—perjumpaan antarbangsa, antarsastra, dan antarkemanusiaan.

Menutup hari, aku menarik napas panjang. Alhamdulillah, langkah kecil di Stand Indonesia hari ini terasa bermakna. Semoga kata-kata yang terucap tidak berhenti di ruang pameran, tetapi terus berjalan, menemukan hati-hati baru, dan menghidupkan harapan.***

Mesir 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

Trending di JALUR