Wartatrans.com, JAKARTA — Sejak anak-anak saya masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak hingga kini telah dewasa, saya selalu berusaha hadir mendampingi mereka dalam setiap fase kehidupan. Bagi saya, kehadiran orang tua bukan hanya saat mereka membutuhkan, tetapi juga ketika mereka ingin berbagi kebahagiaan dan pencapaian.
Tanggal 28 sebenarnya saya telah merencanakan hadir di Pameran Lumbung. Agenda itu sudah lama masuk dalam jadwal. Namun, sebagai seorang ibu, ada panggilan yang jauh lebih penting. Saya memutuskan membatalkan kehadiran di pameran demi menjadi suporter bagi putra sulung saya yang mengikuti ajang HYROX di kawasan PIK 2.

HYROX merupakan kompetisi kebugaran internasional yang menggabungkan lari sejauh 8 kilometer yang diselingi delapan tantangan kebugaran (functional fitness). Ajang ini kini berkembang pesat dan digelar di berbagai negara, termasuk Singapura dan Indonesia, serta diikuti atlet profesional maupun masyarakat umum yang gemar berolahraga.
Sebagai ibu, saya ikut berlari dari satu etape ke etape berikutnya, berpindah-pindah titik untuk memberi semangat hingga garis finis. Rasanya benar-benar lupa umur. Yang ada hanya kebanggaan melihat anak berjuang, dan keinginan untuk terus menjadi penyemangat terbaiknya.
Saya percaya, dukungan orang tua adalah energi yang tak tergantikan. Prestasi anak bukan hanya tentang medali atau catatan waktu, tetapi tentang keberanian mereka menantang diri sendiri. Kehadiran keluarga di sisi mereka sering kali menjadi kekuatan yang tidak terlihat, tetapi sangat berarti.
Karena pada akhirnya, menjadi orang tua bukan sekadar membesarkan anak. Menjadi orang tua adalah tentang membersamai, mendoakan, dan hadir di setiap langkah kehidupan anak, dari langkah kecil mereka di Taman Kanak-Kanak hingga langkah-langkah besar yang mengantarkan mereka meraih impian.Bila akan dimuat di media atau blog pribadi, artikel ini sudah mengalir seperti sebuah esai reflektif dengan sentuhan personal khas Catatan Halimah Munawir.***


























