Wartatrans.com, SEMARANG — Pada hari Senin (22/09/2026) pagi, peristiwa langka terjadi di Semarang. Di saat semua sungai mengering karena kemarau panjang, daerah Kaligawe Km 5 Semarang malah tergenang air. Banjir setinggi 20 Cm hanya terjadi di depan pintu timur RSI Sultan Agung dan sekitar terminal Terboyo.
Peristiwa ini viral di dunia maya dan berbagai tanggapan muncul. Kebanyakan warganet menduga peristiwa tidak biasa ini terjadi karena tanggul penahan air laut bocor sehingga air meluap keluar. Dari penelusuran Wartatrans.com, tidak ada tanggul yang bocor.
Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Eddy Hermawan mengatakan ada dua faktor utama terjadinya banjir di Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah terutama Semarang.
Yang pertama karena kenaikan air muka laut dan yang kedua karena pemakaian air tanah yang berlebihan. Pembangunan gedung – gedung yang intensif dilakukan di kawasan Pantura Jateng membutuhkan pemakaian volume air tanah yang sangat tinggi. Tanpa disadari ini memicu terjadinya penurunan muka tanah.

“Kawasan Semarang begitu intensif, gedung-gedung besar sudah mulai dibangun. Di Jakarta ada giant sea wall tapi di Semarang belum ada. Alhasil Semarang adalah pemakai land subsidence terbesar setelah Pekalongan, Jakarta saja rangking ketiga, Semarang kedua. Ini hasil pantauan satelit selama 20 tahun,” kata Eddy.
Selanjutnya Eddy menjelaskan bahwa pergerakan semu bumi terhadap matahari juga menentukan terjadinya rob. Posisinya menentukan sekali. Kawasan yang dipanasi akan menjadikan permukaan di bawahnya menjadi pusat tekanan rendah.
Eddy juga heran dengan terjadinya rob lokal di Semarang tersebut. Ini karena posisi matahari saat ini sudah meninggalkan equator Indonesia. Menurutnya, ada mekanisme lain yang menghambat di atas Semarang sehingga air ditumpahkan di sini. Fenomena ini menarik untuk diteliti lebih mendalam.***
(Aditiya Widodo Putra)





















