Menu

Mode Gelap
Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu  390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN

PERON

DJKA Siapkan Rehabilitasi Jalur Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

badge-check


 Jalur rel terkena musibah longsor Perbesar

Jalur rel terkena musibah longsor

Watratrans.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono menyampaikan turut berduka cita atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.

“Saya mewakili Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyampaikan duka mendalam atas bencana menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semoga warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Allan di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Dia mengungkapkan, saat ini tim DJKA terus memantau kondisi di titik-titik rawan bencana yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Terkait hal ini, dia menyebut bahwa upaya rehabilitasi ruas-ruas jalur terdampak dilakukan dengan memerhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar demi memastikan keselamatan para pekerja.

Adapun ruas-ruas jalur kereta api yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencakup petak jalur Stasiun Muara Satu – Stasiun Krueng Geukueh – Stasiun Bungkaih – Stasiun Krueng Mane, Stasiun Krueng Mane – Stasiun Gerugok – Stasiun Kutablang, Bandar Tinggi – Kuala Tanjung, Medan – Binjai, serta beberapa ruas jalur di Kota Pariaman.

“Sebagian jalur terdampak longsor cukup parah, dan beberapa ruas seperti di Pariaman sempat terendam air banjir. Kami terus mengupayakan komunikasi dengan teman-teman di lokasi untuk memastikan keamanan mereka sebelum memutuskan untuk melanjutkan proses rehabilitasi,” ujar Allan.

Sebagai upaya tindak lanjut sementara, DJKA bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor.

Hingga saat ini, beberapa ruas terdampak masih perlu dilakukan rehabilitasi lebih lanjut sembari menunggu cuaca yang lebih kondusif.

“Kami sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan kereta api di wilayah-wilayah yang saat ini masih dilanda banjir dan longsor, semoga segera dapat kami lakukan rehabilitasi sehingga kereta api dapat kembali dioperasikan,” tutup Allan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN

11 Juli 2026 - 17:15 WIB

Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

11 Juli 2026 - 15:27 WIB

Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026

11 Juli 2026 - 12:51 WIB

Semester I 2026 Layani 1,39 Juta Pelanggan, KAI Siapkan Dukungan untuk Kajian KA Sumut-Aceh

11 Juli 2026 - 09:02 WIB

Dari Manggarai ke Kiaracondong: 5.484 Rusun TOD PT KAI Jadi Ramah Kantong atau Jerat Lahan HPL ?

11 Juli 2026 - 01:30 WIB

KAI Rampungkan Perawatan 246 Kereta di Balai Yasa Manggarai pada Semester I 2026

10 Juli 2026 - 17:44 WIB

KAI Tangani 12.656 Barang Tertinggal Sepanjang Semester I 2026, Nilainya Capai Rp8,86 Miliar

10 Juli 2026 - 16:56 WIB

KAI Commuter Uji Coba Teknologi Penghilang Bau di KRL, Penumpang Jadi Lebih Nyaman

10 Juli 2026 - 15:51 WIB

KAI Siapkan Travelator Ber-AC untuk Integrasi Stasiun Karet dan BNI City

10 Juli 2026 - 14:35 WIB

Integrasi Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Beroperasi 28 September 2026, Penumpang KRL Akan Dialihkan

10 Juli 2026 - 14:26 WIB

Trending di PERON