Menu ✖

Mode Gelap
KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi. Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi? Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

PERON

DJKA Siapkan Rehabilitasi Jalur Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

badge-check


 Jalur rel terkena musibah longsor Perbesar

Jalur rel terkena musibah longsor

Watratrans.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono menyampaikan turut berduka cita atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.

“Saya mewakili Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyampaikan duka mendalam atas bencana menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semoga warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Allan di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Dia mengungkapkan, saat ini tim DJKA terus memantau kondisi di titik-titik rawan bencana yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Terkait hal ini, dia menyebut bahwa upaya rehabilitasi ruas-ruas jalur terdampak dilakukan dengan memerhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar demi memastikan keselamatan para pekerja.

Adapun ruas-ruas jalur kereta api yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencakup petak jalur Stasiun Muara Satu – Stasiun Krueng Geukueh – Stasiun Bungkaih – Stasiun Krueng Mane, Stasiun Krueng Mane – Stasiun Gerugok – Stasiun Kutablang, Bandar Tinggi – Kuala Tanjung, Medan – Binjai, serta beberapa ruas jalur di Kota Pariaman.

“Sebagian jalur terdampak longsor cukup parah, dan beberapa ruas seperti di Pariaman sempat terendam air banjir. Kami terus mengupayakan komunikasi dengan teman-teman di lokasi untuk memastikan keamanan mereka sebelum memutuskan untuk melanjutkan proses rehabilitasi,” ujar Allan.

Sebagai upaya tindak lanjut sementara, DJKA bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor.

Hingga saat ini, beberapa ruas terdampak masih perlu dilakukan rehabilitasi lebih lanjut sembari menunggu cuaca yang lebih kondusif.

“Kami sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan kereta api di wilayah-wilayah yang saat ini masih dilanda banjir dan longsor, semoga segera dapat kami lakukan rehabilitasi sehingga kereta api dapat kembali dioperasikan,” tutup Allan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat

16 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Jakpro Benahi Fasilitas LRT Jakarta, dari Jalur Pemandu hingga Akses Kursi Roda

16 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Dua KA Babaranjang Bertabrakan di OKU Sumsel, Sejumlah Lokomotif dan Gerbong Anjlok

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

KAI Benahi Stasiun Gambir Jelang Nataru, Toilet Utara Ditargetkan Rampung November

15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Platform Time Out Sebut Penumpang LRT Jakarta Juli 2026 Turun 6,81%

15 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Angkutan Semen dan Klinker KAI Tembus 1,82 Juta Ton dalam Sembilan Bulan

15 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Stasiun di Jawa dan Sumatra Ramai, Bogor Paledang Catat Pertumbuhan Tertinggi

15 Oktober 2026 - 11:57 WIB

KCIC Bangun Dua Akses Baru ke Stasiun Whoosh Karawang, Hubungkan Trans Heksa dan Deltamas

14 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Barang Tertinggal di Kereta Api? Ini Cara Melapor dan Mengambilnya Lewat Layanan KAI

14 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Trending di PERON