Menu

Mode Gelap
5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon Garuda Indonesia Berhasil Capai Ketepatan Waktu Terbang 94,3% Selama Operasional Haji 2026 10 Hari, Bandara Soekarno-Hatta Sukses Layani 20.335 Jemaah Umrah dari Terminal 2F 6 Maskapai Ajukan Buka Rute ini dari dan ke Bandara Husein Sastranegara Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat Reuni 40 Tahun Jadi Titik Awal, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Bentuk Pengurus Baru periode 2026-2029 IKA Musix 86

TNI-POLRI

Dua Pelaku Penipuan Intan Palsu Berkedok Dukun di Pontianak Dibekuk Polisi

badge-check


 Dua Pelaku Penipuan Intan Palsu Berkedok Dukun di Pontianak Dibekuk Polisi Perbesar

Wartatrans.com, PONTIANAK — Tim Resmob Polda Kalimantan Barat meringkus dua pria berinisial MH dan JS yang diduga terlibat dalam kasus penipuan jual beli intan palsu dengan kedok ritual spiritual. Keduanya ditangkap setelah berbulan-bulan menipu korban dengan iming-iming keuntungan besar dan hibah bernilai miliaran rupiah.

Kasus ini bermula pada April 2024, di sebuah gang kecil di Jalan Adi Sucipto, Pontianak Tenggara. Di lokasi tersebut, korban pertama kali bertemu dengan MH yang menawarkan intan bernilai tinggi namun belum memiliki legalitas. Untuk meyakinkan, MH menjanjikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam transaksi tersebut akan memperoleh hibah Rp30 miliar dari hasil penjualan intan.

Keraguan korban mulai hilang ketika JS, pelaku kedua, ikut meyakinkan bahwa ia bisa mengurus legalitas dan bahkan menjual intan tersebut hingga ke Kerajaan Brunei Darussalam. Kepada korban, keduanya menunjukkan sejumlah dokumen yang disebut berasal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan surat hibah bernilai besar. Dokumen tersebut ternyata palsu.

Terlena oleh narasi dan janji fantastis, korban menyerahkan uang sekitar Rp50 juta sebagai biaya pengurusan legalitas. Namun setelah itu, tidak ada perkembangan. Janji keuntungan tidak pernah terealisasi, sementara kedua pelaku mulai menghilang dengan berbagai alasan. Merasa ditipu, korban kemudian melapor ke Polda Kalbar.

Bersama bukti-bukti yang dikumpulkan, Resmob bergerak cepat. MH ditangkap di rumahnya di kawasan Jalan Budi Karya, Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan. Polisi mengamankan barang bukti berupa tiga unit ponsel, uang tunai Rp16 juta, serta sejumlah benda yang diduga digunakan sebagai perangkat ritual penggandaan uang—menguatkan dugaan bahwa pelaku juga memadukan praktik mistis dalam aksinya.

Dari pemeriksaan, terungkap bahwa MH merupakan residivis kasus perjudian dan pernah mengaku sebagai “sultan baru Kerajaan Landak”, identitas fiktif yang diduga digunakan untuk menarik kepercayaan korban.

JS kemudian berhasil diamankan dan keduanya diserahkan ke Ditreskrimum Polda Kalbar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan yang mengancam hukuman penjara hingga empat tahun.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa praktik penipuan berbasis spiritual masih marak terjadi, terutama ketika dibungkus narasi investasi, hibah, atau janji kekayaan instan. Modus yang digunakan pelaku memadukan cerita bisnis global dengan unsur mistis lokal, memanfaatkan harapan dan kerentanan korban.

Meski kedua tersangka telah ditangkap, polisi menduga masih ada korban lain yang belum melapor. Aparat mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penawaran investasi tanpa legalitas yang jelas, terlebih dengan iming-iming keuntungan tidak masuk akal.

Tidak semua yang berkilau adalah intan. Terkadang, hanya jebakan yang diselimuti harapan.*** (LonyenkRap)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

13 Juli 2026 - 12:36 WIB

Reuni 40 Tahun Jadi Titik Awal, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Bentuk Pengurus Baru periode 2026-2029 IKA Musix 86

13 Juli 2026 - 12:15 WIB

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Santunan Rp1 Miliar kepada Ahli Waris ABK yang Hilang di Laut

13 Juli 2026 - 11:34 WIB

40 Tahun Berpisah, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Angkatan 1986 Perkuat Silaturahmi dan Gagas Aksi Sosial

12 Juli 2026 - 21:57 WIB

Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

12 Juli 2026 - 15:12 WIB

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

12 Juli 2026 - 15:05 WIB

390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan

12 Juli 2026 - 15:01 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Trending di RAGAM